Sungai Penuh, seriusnews.id – Keamanan Pangan Sungai Penuh menjadi fokus utama dalam kegiatan surveilans yang dilakukan oleh Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi. Kegiatan ini menyasar pangan segar asal tumbuhan (PSAT) yang beredar di Kota Sungai Penuh.
Tim melakukan pengawasan langsung untuk memastikan produk pangan memenuhi standar keamanan yang berlaku. Langkah ini bertujuan melindungi masyarakat dari potensi risiko pangan yang tidak sesuai ketentuan.
Dalam pelaksanaannya, OKKPD Provinsi Jambi bekerja sama dengan OKKPD Kota Sungai Penuh serta melibatkan Koordinator Penyuluh Pertanian dan para penyuluh di lapangan. Kolaborasi ini memperkuat sistem pengawasan sekaligus pembinaan kepada pelaku usaha pertanian.
OKKPD Serahkan Sertifikat Prima-3 Kepada Pelaku Usaha Sungai
OKKPD Provinsi Jambi menyerahkan Sertifikat Prima-3 kepada pelaku usaha yang telah memenuhi standar budidaya. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa produk telah melalui proses Good Agricultural Practices (GAP) yang sesuai ketentuan keamanan pangan.
Penyerahan dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pelaku usaha dalam menjaga kualitas produksi pangan segar. Pemerintah daerah berharap sertifikasi ini dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.
Sertifikat Prima-3 juga menjadi instrumen penting untuk meningkatkan daya saing produk pertanian. Dengan sertifikasi tersebut, pelaku usaha memiliki peluang lebih besar untuk memperluas pasar, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong sistem pangan yang aman, sehat, dan berkelanjutan di wilayah Sungai Penuh.
Sinergi Pemerintah Tingkatkan Mutu Keamanan Pangan Daerah Jambi
Pemerintah daerah bersama OKKPD terus memperkuat pengawasan melalui surveilans berkala. Langkah ini di lakukan untuk memastikan standar keamanan pangan tetap berjalan secara konsisten di lapangan.
Selain pengawasan, tim juga memberikan edukasi kepada petani dan pelaku usaha. Materi pembinaan mencakup penerapan budidaya ramah lingkungan, penggunaan sarana produksi secara bijak, serta pengelolaan hasil panen yang higienis.
Sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan penyuluh pertanian menjadi kunci utama dalam peningkatan mutu pangan. Pendampingan ini membantu petani memahami standar produksi yang aman dan berkelanjutan.
Dengan kolaborasi tersebut, di harapkan semakin banyak pelaku usaha di Sungai Penuh yang memperoleh Sertifikat Prima-3. Hal ini akan memperkuat posisi produk pertanian lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.(ar)









