Kota Padang, seriusnews.id – SEIBA International Festival UIN kembali digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Selasa (7/7/2026). Festival bertema Sustainability from Nusantara to Global Harmony itu mempertemukan perguruan tinggi Islam dari Indonesia dan berbagai negara.
Kegiatan berlangsung di Kampus Sungai Bangek. Selain menjadi ajang akademik, festival ini juga memperkuat jejaring pendidikan internasional. Karena itu, ratusan peserta hadir untuk bertukar pengalaman dan membangun kolaborasi.
Wakil Wali Kota Padang Dukung Penguatan Kerja Sama Pendidikan Global
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menghadiri pembukaan festival tersebut. Ia mengaku awalnya mengira SEIBA hanya merujuk pada Sungai Bangek, lokasi kampus UIN Imam Bonjol Padang.
Namun, setelah mencari informasi, ia mengetahui bahwa SEIBA juga bermakna keseimbangan. Menurutnya, makna itu sejalan dengan tujuan kegiatan.
“Setahu saya SEIBA itu adalah Sungai Bangek, tempat berdirinya kampus UIN IB ini. Akan tetapi, setelah saya telusuri, ternyata arti SEIBA itu adalah keseimbangan. Jadi, kegiatan hari ini adalah penyeimbang antara dunia dan akhirat,” ujarnya.
Selain itu, Maigus menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang mendukung penuh penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan ini selaras dengan visi daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong kerja sama antara perguruan tinggi dan berbagai mitra internasional. Langkah itu diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa dan dosen.
Pemko Padang Siapkan Program Beasiswa Kuliah Ke Luar Negeri
Maigus juga mengumumkan program beasiswa luar negeri bagi 60 putra-putri terbaik Kota Padang. Program itu akan berjalan pada tahun ini.
Selanjutnya, peserta akan menempuh pendidikan dengan skema double degree. Pilihan negara tujuan meliputi Turki, Al-Azhar, Maroko, dan beberapa negara lainnya.
Saat ini, Pemko Padang telah menjalin kerja sama dengan UNP, Unand, Baiturrahmah, UPI, dan PNP. Setelah itu, pemerintah berharap dapat memperluas kemitraan dengan UIN Imam Bonjol Padang.
Menurut Maigus, program tersebut menjadi bagian dari Program Unggulan Padang Juara dan Smart Surau. Padang Juara memperluas akses pendidikan tinggi melalui beasiswa. Sementara itu, Smart Surau memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai agama.
“Kedua program unggulan tersebut menjadi upaya untuk menciptakan generasi yang cerdas sekaligus berakhlak,” katanya.
Ratusan Delegasi Mancanegara Ramaikan Festival Akademik Bergengsi Tahun Ini
Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Martin Kustati, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Padang. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi sangat penting.
Dengan adanya kolaborasi tersebut, mahasiswa dan dosen memiliki peluang lebih besar untuk berkembang di tingkat global. Selain itu, kerja sama akademik juga semakin luas.
“Kolaborasi seperti inilah yang akan membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk berkembang di tingkat global,” ujar Prof. Martin.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag., menilai festival ini memiliki peran strategis. Ia mengingatkan pentingnya keseimbangan antara teknologi, pendidikan, dan nilai keagamaan.
Karena alasan itu, kolaborasi antarkampus harus terus diperkuat. Dengan demikian, perguruan tinggi dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.
SEIBA International Festival ke-4 diikuti 486 peserta. Mereka berasal dari 26 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan 9 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS).
Selain itu, delegasi juga datang dari Singapura, Malaysia, Kamboja, Jepang, Nigeria, Vietnam, Turki, dan Thailand. Kehadiran peserta internasional tersebut memperkuat posisi UIN Imam Bonjol Padang sebagai pusat kolaborasi akademik lintas negara.(ar)









