Kota Padang, seriusnews.id – MAN 1 Padang tanam 1.000 pohon di kawasan Bumi Perkemahan ABG, Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (18/6/2026).
Melalui kegiatan ini, sekolah mendorong pemulihan lingkungan sekaligus menumbuhkan kepedulian ekologis di kalangan siswa setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025.
Sekolah menggelar kegiatan dalam bentuk Kemah Bakti Penanaman Pohon. Selain mengajak siswa turun langsung ke lapangan, kegiatan ini juga melibatkan pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir hadir dalam kegiatan tersebut bersama Ketua Tim Kerja Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat Afrizal, Kepala MAN 1 Kota Padang Afrizal, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang Fadelan Fitra Masta, Kepala Dinas Pertanian Yoice Yuliani, serta Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama.
Fokus Memulihkan Kawasan Pascabanjir
MAN 1 Padang memilih kawasan Lubuk Minturun karena banjir bandang sebelumnya merusak area tersebut. Karena itu, sekolah bersama para peserta mengarahkan kegiatan pada upaya penghijauan dan pemulihan fungsi lingkungan.
Selain menanam pohon, para peserta juga membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga ekosistem. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti pada seremoni, tetapi juga membentuk kebiasaan menjaga lingkungan.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengapresiasi langkah yang dilakukan MAN 1 Padang. Menurutnya, kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa sekolah dapat mengambil peran langsung dalam menjaga alam.
“Kami Pemerintah Kota Padang merasa bangga dan haru atas kepedulian MAN 1 Padang. Menyelamatkan bumi sesungguhnya menyelamatkan seluruh makhluk yang ada di bumi,” ujarnya.
Maigus menekankan bahwa keberhasilan kegiatan tidak hanya bergantung pada jumlah pohon yang ditanam. Sebaliknya, seluruh pihak perlu merawat pohon tersebut agar tumbuh dan memberi manfaat jangka panjang.
Ia juga berharap kegiatan ini menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, keterlibatan warga dan instansi terkait menjadi bagian penting dari keberlanjutan program.
“Kita harapkan kegiatan ini memberi dampak dan manfaat untuk alam dan kita semua. Apa yang dilakukan hari ini semoga membawa kebaikan,” katanya.
Siswa Didorong Menjadi Agen Perubahan
Perwakilan Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, Afrizal, menilai siswa MAN 1 Padang telah menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata. Karena itu, ia menyebut para siswa telah menjalankan peran sebagai agen perubahan.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan lingkungan dapat memperkuat budaya menjaga alam sejak dini. Di sisi lain, kegiatan semacam ini juga memperkuat nilai sosial di lingkungan sekolah.
“Apa yang telah dilakukan, kami bangga. Siswa MAN 1 telah menjadi agen perubahan bagi lingkungan hidup,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Kota Padang Afrizal menjelaskan bahwa sekolah baru pertama kali menggelar kemah bakti sekaligus penanaman pohon dalam skala tersebut. Ia mengatakan kegiatan itu lahir dari semangat kurikulum berbasis cinta lingkungan.
“Kami anggota Pramuka terpanggil untuk kembali melakukan penghijauan di daerah terdampak banjir. Semua itu terinspirasi dari kurikulum berbasis cinta, yakni mencintai lingkungan,” katanya.
Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang menyediakan 1.000 bibit pohon untuk mendukung kegiatan tersebut. Dengan dukungan itu, MAN 1 Padang dapat menjalankan program penghijauan sesuai rencana.
Selain itu, pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Padang atas dukungan dan fasilitasi selama kegiatan berlangsung. Ke depan, sekolah berharap seluruh pohon tumbuh dengan baik sehingga memberi manfaat ekologis dan membantu menjaga keseimbangan lingkungan.(ar)









