Lahan Sempit Bukan Penghalang, Pemkab Dharmasraya Hadirkan Inovasi Kok Panik

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sosialisasi inovasi bernama Kompleks Pangan Organik, atau yang lebih akrab disapa dengan akronim Kok Panik. (poto: padangkita.com).

Sosialisasi inovasi bernama Kompleks Pangan Organik, atau yang lebih akrab disapa dengan akronim Kok Panik. (poto: padangkita.com).

Dharmasraya, seriusnews.id – Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya meluncurkan program Kompleks Pangan Organik untuk mengatasi keterbatasan lahan di kawasan perumahan. Inovasi Kok Panik Dharmasraya hadir sebagai solusi kreatif yang mengajak ibu rumah tangga membudidayakan tanaman hortikultura secara organik.

Pemerintah daerah merancang program ini khusus untuk memperkuat peran Kelompok Wanita Tani sebagai motor penggerak ketahanan pangan keluarga. Kehadiran program inovatif ini telah mengantongi legitimasi resmi sebagai salah satu dari 60 inovasi unggulan daerah.

Solusi Kreatif Pemanfaatan Lahan Sempit Kawasan Perumahan

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya Lasmiyati menegaskan bahwa program ini membawa dampak ganda bagi masyarakat perumahan. Pendekatan pertanian organik ini menghadirkan pangan sehat sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan pemukiman warga.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya Lasmiyati memaparkan bahwa program ini bukan hanya sekadar solusi atas terbatasnya lahan pertanian. “Inovasi Kok Panik mengubah keterbatasan menjadi peluang sekaligus gerakan sosial yang memperkuat peran ibu-ibu kompleks dalam menjaga ketahanan pangan rumah tangga,” ujar Lasmiyati.

Baca Juga :  Pengadaan 1.540 Tablet Android Rp3 Miliar di Padang Dibatalkan

Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Menyokong Program Pusat

Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama Dinas Pertanian Dharmasraya Suci Hepy Astuti mengusung gagasan cerdas ini untuk optimalisasi lahan sempit. Ia merancang program tersebut guna memberdayakan KWT sekaligus menerapkan konsep pertanian keluarga yang melibatkan seluruh anggota rumah tangga.

Suci menegaskan bahwa kesiapan KWT di perumahan sangat penting untuk menyokong kebutuhan bahan pangan lokal. “Kami berupaya mempersiapkan KWT agar mampu menjadi pemasok kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis sekaligus meningkatkan minat makan sayur dan buah pada anak-anak,” kata Suci.

Upaya strategis ini bertumpu pada penerapan pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman bagi seluruh keluarga. Pemerintah daerah mengarahkan KWT agar mampu menciptakan kemandirian pangan dari lingkungan rumah tangga sendiri.

Pendampingan Terstruktur dan Bantuan Sarana Produksi Pertanian

Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Dharmasraya bersama BPP Sitiung dan BPP Pulau Punjung menetapkan empat KWT sebagai proyek percontohan. Keempat kelompok tersebut meliputi KWT Aura Kreatif, KWT Mutiara, KWT Wanita Mandiri, dan KWT Gunung Sari.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Layanan Internet 100 Mbps Rp100 Ribu Per Bulan

Pemerintah daerah menjalankan pelaksanaan program ini secara terstruktur mulai dari penentuan calon petani dan lokasi. Setelah melampaui tahapan sosialisasi dan bimbingan teknis, pemerintah menyerahkan bantuan modal sarana produksi secara langsung.

Bantuan sarana produksi tersebut mencakup benih bayam, kangkung, pepaya, terung, cabai rawit, gambas, pare, hingga nanas. Dinas Pertanian juga memfasilitasi para anggota KWT dengan polibag serta alat pembuat pupuk organik mandiri.

Penyuluh pertanian di wilayah binaan memberikan pendampingan langsung secara berkelanjutan kepada setiap kelompok wanita tani. Para ibu rumah tangga menerima materi komprehensif mengenai teknik budidaya hortikultura hingga strategi hilirisasi produk pascapanen.

Sinergi pemerintah daerah dan masyarakat membuktikan keterbatasan lahan justru bisa menjadi ruang produktif yang ramah lingkungan. Langkah nyata ini menjamin kemandirian pangan keluarga sekaligus mencetak generasi masa depan yang lebih sehat.(ar)

Berita Terkait

WhatsApp Uji Fitur Jadwalkan Pesan di iPhone Tanpa Internet
Kamera Galaxy S26 Ultra Bawa Sensor 200MP dan Zoom Ganda
Atasi Asap Karhutla, BNPB Uji Coba Modifikasi Cuaca Dry Ice
Pemerintah Siapkan Layanan Internet 100 Mbps Rp100 Ribu Per Bulan
OPPO Resmi Mengumumkan ColorOS 17, Hadirkan Inovasi Tampilan Hingga Keamanan
Gubernur Sumbar Mahyeldi Dorong Kebijakan Rendah Karbon dan Nilai Ekonomi Karbon di Jakarta
Uji Kamera 200 MP Samsung S26 Ultra di Pestapora 2026
Beda Baterai Silicon Carbon dan Baterai Biasa HP
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:59 WIB

WhatsApp Uji Fitur Jadwalkan Pesan di iPhone Tanpa Internet

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Kamera Galaxy S26 Ultra Bawa Sensor 200MP dan Zoom Ganda

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Atasi Asap Karhutla, BNPB Uji Coba Modifikasi Cuaca Dry Ice

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Pemerintah Siapkan Layanan Internet 100 Mbps Rp100 Ribu Per Bulan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:54 WIB

OPPO Resmi Mengumumkan ColorOS 17, Hadirkan Inovasi Tampilan Hingga Keamanan

Berita Terbaru

Deretan emas batangan Antam di Pegadaian siap diperjualbelikan seiring turunnya harga jual dan buyback hari ini.(poto: AI).

Bisnis

Harga Emas Antam Pegadaian Turun Hari Ini: Cek Rinciannya

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:51 WIB

Instruktur memandu teknik pengereman motor matik di lintasan Astra Motor Safety Riding Center.(ilustrasi poto: AI).

Otomotif

Trik Mencegah Rem Blong Motor Matik di Turunan Panjang

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:40 WIB

Ilustrasi Suasana jalanan kota saat hujan lebat dan langit mendung gelap, masyarakat diimbau waspadai potensi cuaca ekstrem.(poto: AI).

Nasional

BMKG Rilis Peringatan Hujan Ekstrem Besok, Ini Wilayahnya

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:35 WIB

Rais A’am KH Miftachul Akhyar dan Ketum PBNU Gus Kikin pimpin Apel Hari Santri 2026 di Ponpes Tebuireng Jombang, Kamis (22/10).(poto: kompas.com).

Nasional

Gus Kikin Tegaskan PBNU Kembali ke Akar Tradisi Pesantren

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:31 WIB