Dharmasraya, seriusnews.id – Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya meluncurkan program Kompleks Pangan Organik untuk mengatasi keterbatasan lahan di kawasan perumahan. Inovasi Kok Panik Dharmasraya hadir sebagai solusi kreatif yang mengajak ibu rumah tangga membudidayakan tanaman hortikultura secara organik.
Pemerintah daerah merancang program ini khusus untuk memperkuat peran Kelompok Wanita Tani sebagai motor penggerak ketahanan pangan keluarga. Kehadiran program inovatif ini telah mengantongi legitimasi resmi sebagai salah satu dari 60 inovasi unggulan daerah.
Solusi Kreatif Pemanfaatan Lahan Sempit Kawasan Perumahan
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya Lasmiyati menegaskan bahwa program ini membawa dampak ganda bagi masyarakat perumahan. Pendekatan pertanian organik ini menghadirkan pangan sehat sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan pemukiman warga.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya Lasmiyati memaparkan bahwa program ini bukan hanya sekadar solusi atas terbatasnya lahan pertanian. “Inovasi Kok Panik mengubah keterbatasan menjadi peluang sekaligus gerakan sosial yang memperkuat peran ibu-ibu kompleks dalam menjaga ketahanan pangan rumah tangga,” ujar Lasmiyati.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Menyokong Program Pusat
Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama Dinas Pertanian Dharmasraya Suci Hepy Astuti mengusung gagasan cerdas ini untuk optimalisasi lahan sempit. Ia merancang program tersebut guna memberdayakan KWT sekaligus menerapkan konsep pertanian keluarga yang melibatkan seluruh anggota rumah tangga.
Suci menegaskan bahwa kesiapan KWT di perumahan sangat penting untuk menyokong kebutuhan bahan pangan lokal. “Kami berupaya mempersiapkan KWT agar mampu menjadi pemasok kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis sekaligus meningkatkan minat makan sayur dan buah pada anak-anak,” kata Suci.
Upaya strategis ini bertumpu pada penerapan pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman bagi seluruh keluarga. Pemerintah daerah mengarahkan KWT agar mampu menciptakan kemandirian pangan dari lingkungan rumah tangga sendiri.
Pendampingan Terstruktur dan Bantuan Sarana Produksi Pertanian
Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Dharmasraya bersama BPP Sitiung dan BPP Pulau Punjung menetapkan empat KWT sebagai proyek percontohan. Keempat kelompok tersebut meliputi KWT Aura Kreatif, KWT Mutiara, KWT Wanita Mandiri, dan KWT Gunung Sari.
Pemerintah daerah menjalankan pelaksanaan program ini secara terstruktur mulai dari penentuan calon petani dan lokasi. Setelah melampaui tahapan sosialisasi dan bimbingan teknis, pemerintah menyerahkan bantuan modal sarana produksi secara langsung.
Bantuan sarana produksi tersebut mencakup benih bayam, kangkung, pepaya, terung, cabai rawit, gambas, pare, hingga nanas. Dinas Pertanian juga memfasilitasi para anggota KWT dengan polibag serta alat pembuat pupuk organik mandiri.
Penyuluh pertanian di wilayah binaan memberikan pendampingan langsung secara berkelanjutan kepada setiap kelompok wanita tani. Para ibu rumah tangga menerima materi komprehensif mengenai teknik budidaya hortikultura hingga strategi hilirisasi produk pascapanen.
Sinergi pemerintah daerah dan masyarakat membuktikan keterbatasan lahan justru bisa menjadi ruang produktif yang ramah lingkungan. Langkah nyata ini menjamin kemandirian pangan keluarga sekaligus mencetak generasi masa depan yang lebih sehat.(ar)









