Kota Padang, seriusnews.id – Pemerintah Kota Padang bergerak cepat menangani kerusakan infrastruktur irigasi terdampak banjir Padang yang melanda kawasan pemukiman serta areal persawahan warga. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang meluncurkan tim teknis ke lapangan untuk menyelamatkan tanaman padi dari ancaman kekeringan.
Bencana banjir yang menerjang pada Senin lalu merusak jaringan pengairan di Kecamatan Kuranji dan Pauh. Petani terancam mengalami gagal panen apabila pasokan air menuju persawahan tidak segera normal kembali.
Dinas PUPR Kota Padang langsung melakukan penanganan fisik secara taktis sejak Rabu demi memulihkan jaringan irigasi. Langkah cepat ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam mengamankan produksi pangan masyarakat pascabencana.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri meninjau langsung titik lokasi kerusakan pada Jumat lalu. Pihaknya memastikan Unit Pelaksana Teknis Irigasi Wilayah 1 terus memantau proses normalisasi aliran air secara berkala.
Petugas teknis memprioritaskan perbaikan Daerah Irigasi Guo Atas di Kecamatan Kuranji melalui kegiatan Operasional Pemeliharaan. Tim Operasional Pemeliharaan memulai pengerjaan fisik sejak tanggal lima Agustus untuk mengalirkan air ke sawah warga.
Malvi Hendri menegaskan bahwa seluruh personil terus bekerja maksimal di lapangan guna mempercepat proses pemulihan. Pihaknya memfokuskan pengerjaan pada titik-titik krusial yang mengalami kerusakan paling parah akibat terjangkau banjir.
Dinas PUPR Padang Mengalokasikan Berbagai Sumber Pembiayaan
Pemerintah Kota Padang menerapkan skema perbaikan komprehensif pada tiga titik jaringan pengairan yang rusak berat. Dinas PUPR mengombinasikan dana operasional rutin serta pemanfaatan alokasi Dana Transfer Ke Daerah dalam proyek ini.
Saluran air sepanjang sepuluh meter di Daerah Irigasi Ampang Beringin mengalami kerusakan struktur yang sangat parah. Petugas teknis langsung memperbaiki kerusakan tersebut menggunakan anggaran Operasional Pemeliharaan Sumber Daya Air secara cepat.
Pihak ketiga resmi memenangkan kontrak pengerjaan proyek perbaikan fisik pada Daerah Irigasi Lolo 1. Rekanan CV Erindo Ihsan Persada langsung memulai pengerjaan saluran dengan memanfaatkan alokasi Dana Transfer Ke Daerah.
Penanganan berskala lebih besar berlangsung pada kawasan Daerah Irigasi Limau Manis di Kelurahan Limau Manis. Kerusakan pada wilayah Kecamatan Pauh ini membutuhkan perbaikan menyeluruh pada struktur bendungan utama yang tergerus air.
Kontraktor pelaksana telah mendirikan kantor lapangan sementara atau direksi keet di sekitar lokasi proyek perbaikan. Pekerja juga memobilisasi sejumlah alat berat untuk memepercepat proses pengerukan serta rekonstruksi fondasi bendungan.
Tim teknis terus memantau kemajuan pengerjaan fisik agar seluruh target perbaikan selesai tepat waktu. Koordinasi antar unit kerja memastikan seluruh kendala teknis di lapangan dapat teratasi secara efektif.
Langkah Taktis PUPR Mempercepat Pemulihan Sektor Pertanian
Malvi Hendri menjelaskan rincian Laporan Hasil Monitoring Lapangan pascabanjir yang melanda Kota Padang pada awal pekan. Laporan tersebut mencakup progres penanganan D.I Lolo 1, D.I Ampang Beringin, serta pengerjaan bendungan D.I Limau Manis.
Dinas PUPR mengoptimalkan seluruh sumber daya manusia dan peralatan teknis demi mempercepat penyelesaian proyek penanganan irigasi. Pihaknya optimistis jaringan pengairan dapat berfungsi normal kembali dalam waktu dekat.
Percepatan perbaikan infrastruktur pengairan ini bertujuan mengembalikan denyut perekonomian sektor pertanian masyarakat yang sempat terhenti. Pemerintah daerah terus mendampingi para petani agar terhindar dari kerugian material yang lebih besar.
Pemko Padang berharap langkah tanggap darurat ini mampu menjaga ketahanan pangan daerah pascabencana alam. Normalisasi saluran irigasi memunginkan petani melanjutkan kembali siklus tanam padi tanpa kekhawatiran kekurangan air.
Sektor pertanian yang pulih secara cepat akan membantu menstabilkan pasokan pangan lokal serta pasokan beras masyarakat. Dinas PUPR berkomitmen menyelesaikan seluruh infrastruktur penunjang sebelum memasuki musim tanam berikutnya.
Kerja sama yang baik antara pemerintah, penyedia jasa, dan warga masyarakat mempercepat keberhasilan pemulihan fisik di lapangan. Pemko Padang terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur publik demi kesejahteraan seluruh warga kota.(ar)









