Kota Pariaman, seriusnews.id – Wali Kota Pariaman Yota Balad menyalurkan bantuan paket usaha batik dan rajutan kepada 45 perajin lokal di Balairung Rumah Dinas Wali Kota pada Senin (10/8/2026). Selain itu, seluruh penerima manfaat tersebut merupakan peserta yang telah menyelesaikan program pelatihan teknis.
Oleh karena itu, penyaluran bantuan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Selanjutnya, pemerintah merancang program pelatihan dan penyerahan sarana produksi ini untuk mencetak wirausaha baru.
Bantuan Paket Usaha Batik Perkuat Ekonomi Keluarga Warga
Pemerintah kota menyerahkan bantuan usaha ini kepada dua kelompok kerajinan utama yang telah menguasai keterampilan. Sebab, sebanyak 20 orang mengikuti pelatihan batik cap dan 25 orang lainnya mengikuti pelatihan rajutan.
Langkah ini merupakan implementasi langsung dari program unggulan Pemerintah Kota Pariaman, yakni Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga. Dengan demikian, Pemko Pariaman berharap bantuan ini dapat meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan keluarga penerima.
Pemberdayaan Industri Rumahan Mendorong Kemandirian UMKM Pariaman
Bahkan, program unggulan ini tidak hanya mendorong warga memproduksi barang secara rutin. Namun, pemerintah juga ingin memastikan setiap unit usaha mampu menjaga kelangsungan bisnisnya dalam jangka panjang.
Oleh sebab itu, pemerintah daerah mendorong warga agar tidak menjadikan bantuan ini sekadar hobi. Sebaliknya, pemerintah ingin unit usaha ini bertransformasi menjadi UMKM mandiri yang menghasilkan produk berdaya jual tinggi.
Di samping itu, kehadiran produk batik cap khas Pariaman serta kerajinan rajutan modis memperkaya portofolio oleh-oleh daerah. Hasilnya, inisiatif ini memperkuat struktur industri kreatif dan ekosistem industri rumahan berbasis lokal.
Pendampingan Berkelanjutan Dinas Perindagkop Wujudkan UMKM Naik Kelas
Sementara itu, Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Perindagkop dan UKM memberikan pendampingan secara konsisten. Pembinaan berlanjut ini mencakup pemantauan perkembangan produksi hingga pelatihan manajemen pengelolaan usaha.
Selain itu, pendampingan intensif ini bertujuan mengevaluasi kualitas serta daya saing produk perajin. Akibatnya, tim pembina dapat mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan produk agar mampu bersaing di pasar luas.
Akhirnya, dukungan penuh dari pemerintah kota menjadi momentum penting bagi perajin untuk terus meningkatkan produktivitas. Pada akhirnya, kerja sama yang solid ini membuat produk kerajinan lokal menjadi kebanggaan baru bagi Kota Pariaman.(ar)









