Sumatera Barat, seriusnews.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali mengukir prestasi membanggakan pada tingkat nasional. Oleh karena itu, Pemprov Sumbar raih penghargaan bergengsi dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Selain itu, ajang Penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch 2 Regional Sumatera menyerahkan apresiasi tersebut. Kota Batam menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara pada Rabu malam (12/8/2026).
Bahkan, pemerintah pusat mengganjar Pemprov Sumbar dengan kucuran dana insentif fiskal total Rp3,5 miliar. Kemendagri menyalurkan dana segar tersebut berkat keberhasilan pembangunan di dua sektor utama.
Secara rincinya, kategori ASRI atau Pengelolaan Sampah dan Lingkungan menyumbang insentif sebesar Rp2 miliar. Sementara itu, kategori Akses dan Layanan Pendidikan memberikan tambahan insentif Rp1,5 miliar.
Selanjutnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyerahkan langsung trofi penghargaan kepada Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy. Penyerahan penghargaan tersebut berlangsung khidmat di hadapan para kepala daerah se-Sumatera.
Capaian Istimewa Sumatera Barat di Regional Sumatera
Di samping itu, Sumatera Barat mengukir catatan manis dalam ajang apresiasi pemerintah daerah tahun ini. Pasalnya, provinsi ini menjadi satu-satunya daerah di Regional Sumatera yang memborong dua kategori sekaligus.
Keberhasilan meraih dua predikat terbaik ini membuktikan konsistensi kerja Pemprov Sumbar di lapangan. Hasilnya, penilaian objektif menempatkan posisi Sumbar di atas provinsi tetangga lainnya.
Mengenai hasil tersebut, Wagub Vasko Ruseimy menyampaikan rasa syukur atas apresiasi tinggi dari pemerintah pusat. Bahkan, ia mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran aparatur yang terus meningkatkan kualitas layanan.
Namun demikian, Vasko mengingatkan jajarannya agar tidak cepat berpuas diri dengan capaian tersebut. Sebab, ia menegaskan bahwa trofi dan insentif fiskal bukanlah tujuan akhir dari pelayanan publik.
Oleh sebab itu, masyarakat harus merasakan dampak langsung dari setiap program pembangunan yang berjalan. Maka dari itu, penghargaan ini harus menjadi standar baru untuk bekerja lebih baik.
Komitmen Wagub Vasko Mengoptimalkan Dana Insentif Fiskal
Selanjutnya, Pemprov Sumbar berjanji akan memanfaatkan insentif Rp3,5 miliar untuk kepentingan masyarakat luas. Nantinya, anggaran tersebut akan memperkuat program pengelolaan lingkungan serta peningkatan mutu pendidikan daerah.
Oleh karena itu, Vasko mendorong seluruh jajaran pemerintah untuk bekerja lebih cepat dan tepat sasaran. Ia ingin memastikan kehadiran pemerintah memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga Sumatera Barat.
Di sisi lain, Mendagri Tito Karnavian turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pemenang penghargaan. Lebih lanjut, ia berharap capaian ini memicu semangat daerah lain untuk terus berinovasi.
Selain itu, Tito menekankan pentingnya kompetisi sehat antar-pemerintah daerah dalam meningkatkan kinerja. Hal ini karena pelayanan publik yang berkualitas menjadi kunci utama dalam memajukan kesejahteraan masyarakat.
Dengan demikian, ajang ini menjadi momentum penting bagi setiap daerah untuk mengukur efektivitas programnya. Apalagi, penilaian independen memberikan gambaran objektif mengenai kualitas tata kelola pemerintahan daerah.
Mekanisme Penilaian Objektif Berbasis Data Kemendagri RI
Sementara itu, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni menjelaskan empat fokus penilaian utama. Evaluasi tersebut mencakup pengelolaan sampah ASRI, layanan kesehatan, layanan pendidikan, dan Program 3 Juta Rumah.
Untuk mendukung evaluasi, tim penilai mengumpulkan data sahih dari BPS, kementerian/lembaga terkait, serta portal SIPD. Data tersebut menggambarkan capaian program serta tingkat dukungan APBD daerah secara akurat.
Selain data administratif, Kemendagri juga memperkuat validasi data melalui peninjauan langsung ke lapangan. Bahkan, tim penguji menggelar wawancara mendalam serta mendengarkan pemaparan resmi dari pemerintah daerah.
Di samping itu, indikator penilaian mengukur daya inovasi daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan publik. Kemudian, sinergi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan turut menjadi kriteria kunci.
Pada akhirnya, transparansi penilaian menjamin akuntabilitas seluruh hasil penghargaan pemerintah daerah ini. Pemprov Sumbar berhasil membuktikan keunggulan kinerjanya melalui bukti nyata di lapangan.(ar)









