Sumatera Barat, seriusnews.id – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) mengonfirmasi bahwa PLHUT Sumatera Barat segera dibangun di empat wilayah kabupaten. Langkah strategis ini bertujuan mempercepat integrasi pelayanan administrasi serta pembinaan jemaah haji dan umrah.
Kepastian proyek fisik ini ditandai lewat penandatanganan kontrak konstruksi di Ruang Jabal Tsur, Asrama Haji Kelas I Tabing Padang, Jumat (21/8/2026). Pihak pelaksana menyiapkan pembangunan gedung terpadu tersebut untuk Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kabupaten Lima Puluh Kota.
Integrasi Pusat Layanan Terpadu Jamaah Haji Umrah
Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, memaparkan fungsi strategis fasilitas modern tersebut. Ia merancang gedung baru ini sebagai pusat ekosistem pembinaan menyeluruh bagi calon tamu Allah.
“Bangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai kantor biasa, melainkan tempat pembinaan jemaah,” tegas Rifki di hadapan para pemangku kepentingan. Masyarakat dapat menyelesaikan proses pendaftaran awal sekaligus mengikuti bimbingan manasik di satu lokasi secara transparan.
Sejumlah pejabat teras Kanwil Kemenhaj Sumbar menghadiri langsung proses penandatanganan kerja sama tersebut. Kepala Bagian Tata Usaha Amrizal, Kabid Pelayanan dan Fasilitasi Yudi Hidayat, serta PPK Adlis Ristiardi turut mengawal acara hingga selesai.
Para kepala kantor penerima program bersama tim pengawas lapangan ikut menyaksikan kesepakatan tersebut. Kehadiran seluruh pihak menandai komitmen bersama dalam merealisasikan pusat layanan publik yang berkualitas tinggi.
Penegasan Standar Kualitas Material Dan Ketepatan Waktu
Menyadari vitalnya gedung ini bagi masyarakat, Rifki memberikan instruksi khusus kepada seluruh kontraktor. Ia menuntut para pelaksana proyek untuk mengawal pengerjaan fisik secara presisi tanpa keterlambatan.
“Mohon selesaikan pekerjaan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar M. Rifki saat memberikan arahan tegas. Ia menetapkan prinsip tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran, dan tepat pertanggungjawaban sebagai acuan utama proyek.
Demi memastikan kelancaran pembangunan, Rifki memerintahkan para kepala kantor daerah untuk turun langsung ke lapangan. Tim di daerah wajib memantau perkembangan fisik bangunan secara berkala dan konsisten setiap minggunya.
Setiap kendala teknis sekecil apa pun harus segera dilaporkan melalui saluran koordinasi digital. Mekanisme ini mempercepat pengambilan keputusan ketika pelaksana menghadapi hambatan di lapangan.
Pengembangan Cetak Biru Layanan Ibadah Modern
Rifki juga mendorong sinergi yang solid antara PPK, tim pengawas, rekanan konstruksi, dan tim teknis. Harmonisasi kerja antarunsur terbukti mampu meredam potensi masalah konstruksi sejak dini.
Kehadiran empat gedung PLHUT di kabupaten tersebut merupakan langkah awal transformasi pelayanan ibadah. Kanwil Kemenhaj Sumbar kini sedang menyusun cetak biru untuk mengusulkan pembangunan serupa di wilayah lain.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh masyarakat Sumatera Barat dapat menikmati kemudahan akses layanan ibadah yang modern. Sistem terpadu ini memangkas birokrasi dan meningkatkan kenyamanan calon jemaah secara signifikan.
Langkah inovatif ini sekaligus memperkuat posisi Sumatera Barat dalam menghadirkan tata kelola haji yang profesional. Fasilitas yang lengkap menjamin jemaah mendapatkan pembinaan optimal sebelum berangkat ke Tanah Suci.(ar)









