Gubernur Mahyeldi Tekankan Penguatan Fikih Wasathiyah Sumbar Demi Menjaga Persatuan Umat

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama ulama dan pakar syariah asal Suriah, Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm.(poto: padangkita.com).

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama ulama dan pakar syariah asal Suriah, Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm.(poto: padangkita.com).

Sumatera Barat, seriusnews.id – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menekankan pentingnya penguatan fikih wasathiyah Sumbar sebagai fondasi utama menjaga persatuan umat. Selain itu, langkah ini menjadi kunci penting untuk merespons berbagai dinamika isu keagamaan yang terus berkembang pada era modern.

Mahyeldi menyampaikan pesan tersebut saat membuka agenda Nadwah Fiqhiyyah Internasional di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Padang, Rabu (29/7/2026). Bahkan, forum ilmiah ini menghadirkan ulama sekaligus pakar syariah asal Suriah, Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm.

Penguatan Pemahaman Moderat untuk Menjawab Isu Kontemporer

Oleh karena itu, Mahyeldi menilai masyarakat saat ini sangat membutuhkan pemahaman keislaman yang moderat, argumentatif, dan berorientasi kemaslahatan. Para dai wajib menyampaikan ajaran agama secara menyejukkan agar selalu menghadirkan kedamaian.

Sementara itu, para ulama memiliki ruang tersendiri untuk mengkaji pembahasan fikih secara mendalam. Sebab, pendekatan metodologis yang kuat memperkaya jawaban atas berbagai persoalan agama di tengah masyarakat.

"Umat harus disuguhi pemahaman yang menghadirkan kedamaian, ketenangan, serta menjaga persatuan. Adapun pembahasan yang bersifat mendalam memiliki forum tersendiri di kalangan para ulama."
— Mahyeldi Ansharullah, Gubernur Sumatera Barat

Selanjutnya, kehadiran Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm memperkuat tradisi dialog ilmiah bagi para akademisi di Sumatera Barat. Lebih lanjut, Mahyeldi mengingatkan bahwa Suriah dan Indonesia memiliki kedekatan sejarah yang erat dalam tradisi keilmuan Islam.

Baca Juga :  Wujud Kepedulian Sosial, BRI Region 3 Padang Salurkan Bantuan Sembako ke Rumah Ibadah

Pasalnya, masyarakat kedua negara sama-sama menjadikan Mazhab Syafi’i sebagai rujukan utama. Dengan demikian, warisan peradaban Islam di Suriah memberi inspirasi berharga bagi perkembangan dakwah di daerah.

Peran Strategis Dai Dalam Mendukung Indonesia Emas

Oleh sebab itu, Mahyeldi berharap Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Sumbar terus memimpin upaya pencerahan masyarakat. Organisasi dakwah ini harus terus merespons berbagai persoalan kontemporer tanpa mengabaikan prinsip syariat.

Di samping itu, penguatan kapasitas para dai membentuk sumber daya manusia yang berkarakter. Sebab, pembangunan karakter berbasis nilai agama harus berjalan seiring dengan penguatan sektor strategis lainnya.

Sinergi ini menjadi prasyarat penting untuk mencapai visi Indonesia Emas pada tahun 2045. Maka dari itu, pemerintah daerah memprioritaskan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan nasional bersamaan dengan pendidikan karakter.

Di sisi lain, Anggota DPR RI Rahmat Saleh turut menyampaikan dukungan penuh terhadap agenda kajian keislaman ini. Bahkan, pihaknya berkomitmen memperluas manfaat program ini melalui agenda reses DPR RI.

Baca Juga :  Gubernur Sumbar Buka Suara Soal Kendala Distribusi Bio Solar

Pelaksanaan Acara Internasional Berjalan Efektif dan Mendalam

Secara teknis, panitia merancang acara ilmiah bertajuk prinsip metodologis pemanfaatan pendapat fuqaha ini secara intensif. Namun, pengurus IKADI sengaja membatasi jumlah peserta sebanyak 100 orang agar pembelajaran berlangsung efektif.

Peserta mencakup para dai, dosen, guru pondok pesantren, dan praktisi keislaman dari berbagai daerah. Selama lebih dari tujuh jam, seluruh peserta menyimak pembahasan metodologis fikih kontemporer dalam bahasa Arab.

Komponen Acara Detail Pelaksanaan
Penyelenggara IKADI Sumatera Barat & Pemprov Sumbar
Narasumber Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm (Damaskus, Suriah)
Jumlah Peserta 100 Orang (Dai, Akademisi, Guru Pesantren)
Durasi & Bahasa > 7 Jam (Pengantar Bahasa Arab)

Kemudian, Wakil Ketua IKADI Sumbar Muhammad Rido menyampaikan apresiasi tinggi kepada ulama Suriah tersebut. Selain itu, pihaknya mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Akhirnya, Ketua Panitia Defrinal menegaskan bahwa forum ini bertujuan memperdalam kapasitas para tenaga pendidik. Melalui kegiatan ini, Sumatera Barat akan melahirkan lebih banyak akademisi yang adaptif dan menyejukkan.(ar)

Berita Terkait

Mahyeldi Dorong IMLA Sumbar Perkuat Pengajaran Bahasa Arab untuk Generasi Muda
Wali Kota Padang Fadly Amran Dorong BKPRMI Sukseskan Program Smart Surau
BPKH dan Bank Nagari Gelar Safari Haji di PT Semen Padang
Daffa Hadaya Hafiz Tunanetra Sumbar Berlaga di MTQ Nasional Semarang
12 Kafilah Sumbar Mulai Berlaga di MTQ Nasional XXXI Semarang
Pawai MTQ XXXI Semarang: Sumbar Bawa Miniatur Masjid Raya
Kedatangan Kafilah MTQ Sumbar Disambut Hangat di Semarang
Dukungan Perantau Gebu Minang Jawa Barat untuk Program Smart Surau Padang
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 20:55 WIB

Mahyeldi Dorong IMLA Sumbar Perkuat Pengajaran Bahasa Arab untuk Generasi Muda

Minggu, 20 September 2026 - 20:52 WIB

Wali Kota Padang Fadly Amran Dorong BKPRMI Sukseskan Program Smart Surau

Kamis, 17 September 2026 - 21:15 WIB

BPKH dan Bank Nagari Gelar Safari Haji di PT Semen Padang

Minggu, 13 September 2026 - 17:18 WIB

Daffa Hadaya Hafiz Tunanetra Sumbar Berlaga di MTQ Nasional Semarang

Minggu, 13 September 2026 - 17:14 WIB

12 Kafilah Sumbar Mulai Berlaga di MTQ Nasional XXXI Semarang

Berita Terbaru

Pemerintah Kota Padang menyalurkan bantuan sarana penangkapan ikan kepada kelompok nelayan terdampak bencana di Kecamatan Padang Utara pada Sabtu (19/9/2026).(poto: radarsumbar.com).

Ekonomi

Pemko Padang Serahkan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan Nelayan

Minggu, 20 Sep 2026 - 21:00 WIB