Padang, seriusnews.id – PT Semen Padang memperkuat komitmen ketahanan energi nasional melalui pengoperasian teknologi WHRPG Semen Padang di Pabrik Indarung V. Langkah taktis ini mengonversi panas buang sisa proses produksi menjadi pasokan listrik berskala besar.
Inovasi hijau pabrik semen tertua di Indonesia ini menarik perhatian jajaran Dewan Energi Nasional (DEN) Republik Indonesia. Anggota DEN Satya Widya Yudha meninjau langsung implementasi teknologi mutakhir tersebut di Kota Padang pada Kamis (27/8/2026).
Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Sumartono mendampingi kunjungan kerja strategis tersebut. Jajaran manajemen PT Semen Padang menyambut kedatangan rombongan DEN secara hangat.
Direktur Operasi Andria Delfa dan Sekretaris Perusahaan Win Bernadino memimpin penyambutan tim verifikasi lapangan tersebut. Kepala Unit Komunikasi Idris serta Kepala Unit Tenaga Harri Kurniawan turut hadir memaparkan teknis operasional.
Manajemen menjelaskan mekanisme kerja sistem penangkap panas sisa dari area suspension preheater dan clinker cooler. Perangkat canggih ini mengolah emisi udara panas menjadi daya listrik mandiri penopang operasional.
Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa menyambut positif peninjauan langsung dari tim DEN tersebut. Ia menilai pertemuan ini membuka peluang kolaborasi luas terkait efisiensi energi industri nasional.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Dewan Energi Nasional ke PT Semen Padang, khususnya dalam rangka peninjauan WHRPG di Pabrik Indarung V,” kata Andria.
Pemanfaatan Teknologi WHRPG Menopang Kebutuhan Daya Listrik Pabrik
Andria menjelaskan penerapan fasilitas WHRPG menjadi wujud nyata perusahaan dalam memaksimalkan penggunaan energi ramah lingkungan. Proyek strategis ini lahir dari kerja sama bilateral Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang melalui organisasi NEDO sejak 2011.
Fasilitas pemanen panas ini terbukti memangkas ketergantungan pabrik terhadap pasokan energi listrik dari pihak luar. Sistem mampu menyuplai daya mandiri sebesar 5 hingga 6 megawatt dari total kebutuhan 34,8 megawatt.
Capaian daya tersebut menutup sekitar 14,4 persen hingga 17,2 persen kebutuhan listrik Pabrik Indarung V. Pengoptimalan daya hingga kapasitas puncak 8,5 megawatt berpotensi mendongkrak kontribusi energi hingga 24,4 persen.
“Ini tentunya memberikan manfaat yang cukup besar bagi operasional perusahaan, terutama dalam mendukung efisiensi penggunaan energi,” ujar Andria.
Ia menegaskan efisiensi energi menjadi pilar utama menjaga keberlanjutan operasional serta meningkatkan daya saing industri di pasar internasional. Manajemen terus mendorong pengoptimalan pemanfaatan energi ramah lingkungan di seluruh lini produksi.
“Kami berharap dari diskusi dan pertemuan ini ada peluang yang bisa dimanfaatkan. PT Semen Padang tentunya mendukung berbagai upaya efisiensi energi,” tuturnya.
Dewan Energi Nasional Memberikan Apresiasi Inovasi Hijau Industri
Anggota DEN Republik Indonesia Satya Widya Yudha menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan penerapannya. Ia menilai langkah memanen energi panas buang sangat sejalan dengan agenda besar pemenuhan ketahanan energi negara.
“Terima kasih atas sambutan dari manajemen PT Semen Padang. Ini merupakan hal yang baik dalam mendukung ketahanan energi,” kata Satya.
Satya menyebutkan efisiensi energi pada sektor manufaktur memberikan dampak strategis bagi penghematan neraca keuangan korporasi. Langkah inovatif ini mencegah pemborosan pemanfaatan sumber daya energi nasional secara berkelanjutan.
“Semoga PT Semen Padang semakin maju ke depannya,” ujar Satya mengakhiri peninjauan lapangan.
Penerapan teknologi hijau ini membuktikan operasional industri dan kelestarian lingkungan dapat berjalan berdampingan. Keberhasilan Pabrik Indarung V menjadi percontohan nyata efisiensi energi bagi sektor manufaktur lain di Indonesia.(ar)









