Padang, seriusnews.id – Hujan deras yang mengguyur kawasan Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, memicu kerusakan fatal pada sejumlah infrastruktur publik. Pemerintah setempat langsung mengambil langkah cepat melalui program normalisasi sungai Lubuk Kilangan demi memulihkan alur air yang tersumbat.
Dampak cuaca ekstrem tersebut tidak hanya merobohkan struktur bangunan tua eks SDN 19 Baringin. Bencana ini juga menyebabkan pendangkalan hebat serta merusak jaringan irigasi vital yang menjadi tumpuan warga.
Penanganan Cepat Irigasi Rusak Dampak Hujan Deras
Jaringan irigasi tersebut selama ini mengalirkan air ke hamparan sawah dan kolam perikanan produktif milik warga. Area terdampak membentang luas mulai dari kawasan Batu Gadang, Lubuk Sarik, Padang Besi, Baringin, hingga Tarantang.
Kerusakan alur air ini mengancam keberlangsungan mata pencaharian utama masyarakat di lima wilayah tersebut. Pemerintah Kecamatan Lubuk Kilangan bergerak proaktif menjalin koordinasi lintas sektor guna mencegah kelumpuhan ekonomi lokal.
Pihak kecamatan merajut kolaborasi taktis bersama Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumatra Barat. Langkah ini juga memperkuat koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Padang untuk memimpin pengerjaan di lapangan.
Petugas gabungan langsung menerjunkan tiga unit alat berat jenis ekskavator ke titik-titik lokasi yang rawan. Pengerahan armada mekanis ini bertujuan mempercepat proses pengerukan material lumpur yang mengendap di dasar sungai.
Dinas PSDA Provinsi Sumatra Barat mengerahkan dua unit ekskavator untuk membongkar sumbatan material padat. Sementara itu, Dinas PU Kota Padang menambah satu unit alat berat untuk memperkuat armada pengerukan.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Dalam Mitigasi Bencana
Camat Lubuk Kilangan, Nurul Widya Siska Usman, menegaskan pentingnya kecepatan dalam menangani krisis infrastruktur ini. Kecepatan tindakan di lapangan tercipta berkat soliditas antara jajaran pemerintahan dan elemen masyarakat setempat.
Pihak kecamatan terus menggalang koordinasi rapat bersama pengurus RT, RW, LPM, serta tokoh masyarakat. Seluruh elemen warga ikut bergotong royong mengawal proses pengerukan aliran sungai hingga selesai.
Nurul menyebutkan sinergi antara Pemko Padang, Pemprov Sumbar, dan warga menjadi kunci utama pemulihan kawasan. Kerja sama erat ini memastikan fungsi jaringan irigasi pertanian dan perikanan dapat kembali beroperasi normal.
Intervensi infrastruktur secara sigap ini berfungsi sebagai langkah mitigasi jangka panjang dalam mengurangi risiko banjir. Selain itu, pengerukan ini menjadi jaminan bagi keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat pemanfaat irigasi.
Pemerintah Kecamatan Lubuk Kilangan menargetkan pengerjaan pengerukan sedimentasi lumpur ini dapat tuntas dalam waktu singkat. Pengawasan ketat terus berjalan agar debit air sungai segera kembali pada kondisi normal.
Kembalinya fungsi alur sungai diproyeksikan bakal memulihkan pasokan air ke area pertanian warga. Masyarakat kini dapat kembali menjalankan roda perekonomian mereka secara aman dan nyaman.(ar)









