Pasaman, seriusnews.id – Banjir bandang pasaman terseret arus membawa seorang warga bernama Amri Anto (51) saat menerjang Kampung Parit, Nagari Simpang Tonang. Hujan deras meluapkan aliran sungai secara mendadak hingga menyeret tubuh korban pada Jumat sore.
Kejadian bermula ketika hujan lebat mengguyur Kecamatan Duo Koto sejak sore hari. Luapan air bah langsung menerjang kawasan permukiman warga dan menghanyutkan korban yang sedang berada di lokasi.
Kronologi Musibah Banjir Bandang Menerjang Kecamatan Duo Koto
Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik mengonfirmasi intensitas hujan mulai meningkat tajam sejak pukul 16.00 WIB. Gelombang air bah kemudian datang menghantam permukiman warga pada pukul 17.15 WIB.
Arus deras langsung menyapu area bantaran sungai dan menyeret Amri Anto seketika. Korban tidak sempat menyelamatkan diri saat debit air meningkat dengan cepat.
Warga setempat langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang untuk meminta bantuan. Petugas gabungan segera bergerak menuju lokasi bencana begitu menerima informasi resmi.
Tim SAR gabungan mendatangi area bencana untuk mengumpulkan informasi awal dari para saksi. Petugas menyusun rencana pencarian darurat guna menyisir keberadaan korban di sekitar aliran air.
Upaya Pencarian Korban Terseret Arus Oleh Tim SAR
Pencarian awal berlangsung hingga Jumat malam dengan menyisir beberapa titik rawan di sepanjang aliran sungai. Namun kondisi medan yang gelap serta arus deras menyulitkan petugas menemukan keberadaan korban.
Tim SAR gabungan menyepakati penghentian sementara operasional pencarian pada malam hari demi keselamatan personel. Petugas melanjutkan kembali aksi penyisiran pada Sabtu pagi dengan membagi beberapa regu pencari.
Regu penyelamat menyisir lokasi awal tempat korban terjatuh hingga ke area hilir sungai. Petugas memeriksa tumpukan material kayu dan sampah banjir yang berpotensi menyangkut tubuh korban.
Hingga Sabtu sore, upaya pencarian intensif tersebut belum membuahkan hasil sesuai harapan keluarga. Abdul Malik memutuskan untuk menghentikan sementara operasi SAR saat memasuki waktu malam.
Tim SAR gabungan merencanakan penyisiran lanjutan pada Minggu dengan memperluas jangkauan area pencarian. Petugas memfokuskan pemantauan pada titik-titik krusial yang dinilai berpotensi menjadi lokasi tersangkutnya korban.
Seluruh personel akan kembali menyusuri aliran air bah guna memastikan keberadaan Amri Anto. Keluarga korban beserta masyarakat setempat terus memantau perkembangan operasi pencarian di lapangan.(ar)









