Pesisir Selatan, seriusnews.id – Peristiwa naas kebakaran rumah Pesisir Selatan menghanguskan dua unit bangunan permanen di kawasan Api-Api, Nagari Pasar Baru, Kecamatan Bayang, Sabtu (26/9/2026) dini hari. Musibah yang terjadi menjelang subuh ini merenggut nyawa seorang warga lanjut usia yang terjebak di dalam bangunan.
Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak cepat menuju lokasi musibah begitu menerima laporan dari masyarakat setempat. Amukan si jago merah menyebar dengan sangat cepat dan melalap seluruh bagian bangunan utama.
Warga sekitar sempat berupaya membantu proses pemadaman awal sebelum armada pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian perkara. Namun, kobaran api yang sudah membesar membuat warga kesulitan menjangkau titik api utama.
Kasatpol PP dan Damkar Pessel, Dongki Agung Pribumi, mengonfirmasi bahwa insiden tragis ini diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Pihaknya langsung mengerahkan personel terbaik untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke area pemukiman lain.
Petugas Damkar Pessel Evakuasi Korban Jiwa Lansia
Anggota Piket Regu B Pos Tarusan berjibaku memadamkan kobaran api yang membakar bangunan permanen tersebut selama beberapa jam. Petugas memfokuskan penyiraman pada titik-titik vital untuk mengisolasi pergerakan api di sekitar lokasi pemukiman warga.
Setelah berjuang keras di lapangan, tim pemadam akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan seluruh titik api sekitar pukul 05.20 WIB. Proses pendinginan langsung dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi sisa api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Di tengah proses pendinginan bangunan yang terbakar, petugas menemukan seorang korban dalam kondisi meninggal dunia di dalam reruntuhan. Korban teridentifikasi sebagai Zainal Bakri, seorang pria lansia yang telah berusia 70 tahun.
Petugas dan warga setempat langsung mengevakuasi jenazah korban dari lokasi kejadian menuju tempat yang lebih aman. Peristiwa tragis ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban serta warga di kawasan Nagari Pasar Baru.
Penyelidikan Penyebab Kebakaran Dan Total Kerugian Materiil
Dampak dari amukan si jago merah ini membuat kondisi dua unit rumah permanen mengalami tingkat kerusakan yang berbeda. Satu unit rumah permanen tercatat mengalami rusak total akibat terbakar habis hingga membekaskan puing-puing bangunan.
Sementara itu, satu unit rumah permanen lainnya beruntung hanya mengalami kerusakan kategori ringan karena kobaran api berhasil di lokalisir dengan cepat. Kecepatan tindakan petugas di lapangan berhasil menyelamatkan sebagian struktur bangunan kedua dari kehancuran total.
Berdasarkan hasil pendataan awal di lokasi kejadian, total kerugian materiil akibat musibah kebakaran ini di perkirakan mencapai Rp500 juta. Nilai kerugian tersebut mencakup kerusakan fisik bangunan serta seluruh barang berharga yang tidak sempat diselamatkan.
Pihak kepolisian dan instansi terkait sampai saat ini masih terus mengumpulkan bukti serta keterangan saksi di lokasi kejadian. Pihak berwenang berupaya keras menyelidiki penyebab pasti yang memicu timbulnya percikan api pertama dalam musibah ini.(ar)









