Dharmasraya, seriusnews.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi menuntaskan tahap pengaspalan jalan provinsi ruas Simpang Koto Baru – Tanjung Simalidu di Kabupaten Dharmasraya. Proyek perbatasan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam meratakan pembangunan hingga ke pelosok daerah.
Saat ini, para pekerja di lapangan mulai memfokuskan pengerjaan pada tahap pembangunan bahu jalan. Langkah ini memastikan struktur jalan lebih kuat dan aman bagi seluruh pengguna jalan yang melintas.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy meninjau langsung pengerjaan proyek tersebut di Kecamatan Koto Salak pada Senin, 2 November 2026. Ia menegaskan bahwa seluruh warga memiliki hak yang sama untuk menikmati akses jalan yang layak.
Menurut Vasko, lokasi nagari yang jauh dari pusat pemerintahan bukan alasan bagi pemerintah untuk mengabaikan kebutuhan warga. Pemprov Sumbar terus memperbaiki infrastruktur jalan secara bertahap di seluruh wilayah kabupaten dan kota.
Mengakhiri Penantian Panjang Sejak 1992
Warga setempat menyambut perbaikan jalan ini dengan antusias dan rasa syukur yang besar. Tokoh masyarakat Dharmasraya, H. Salihin (65), mengungkapkan bahwa jalan di daerahnya sudah lama rusak parah.
Salihin mencatat bahwa pemerintah terakhir kali melakukan perawatan pada ruas jalan Simpang Koto Baru – Tanjung Simalidu ini pada tahun 1992. Penantian warga selama puluhan tahun akhirnya membuahkan hasil manis setelah pemerintah provinsi turun tangan.
Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat telah memulai proses rehabilitasi ini sejak 13 Agustus 2026. Proyek bernilai Rp6,99 miliar ini menggunakan alokasi dana tambahan Transfer ke Daerah (TKD).
Kontraktor memegang masa pelaksanaan kerja selama 140 hari kalender dengan tambahan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender. Jangka waktu ini menjamin kualitas fisik jalan tetap terjaga dengan baik setelah proyek rampung.
Memperkuat Fondasi Jalan dan Sektor Strategis
Tim teknis tidak hanya melapisi badan jalan dengan aspal baru. Mereka juga meratakan badan jalan serta memasang lapis fondasi agregat kelas B dan kelas A untuk meningkatkan daya tahan struktur tanah.
Langkah teknis ini mencegah jalan cepat rusak akibat beban kendaraan yang melintas sehari-hari. Daya tahan jalan yang baik akan memperlancar arus barang dan jasa dari wilayah perbatasan menuju pusat perekonomian.
Vasko menjelaskan bahwa program pemerataan pembangunan Sumatera Barat tidak berhenti pada sektor transportasi semata. Pemprov Sumbar mengintegrasikan perbaikan fasilitas jalan dengan penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan pertanian.
Pemerintah provinsi menargetkan seluruh daerah di Sumatera Barat dapat tumbuh dan berkembang secara merata tanpa ada wilayah yang tertinggal. Sinergi ini mengharapkan roda perekonomian warga Dharmasraya bergerak lebih cepat dan mandiri.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani bersama Kepala Dinas BMCKTR Sumbar Armizoprades turut mendampingi peninjauan lapangan tersebut. Kehadiran para pejabat daerah ini menegaskan komitmen bersama dalam mengawal proyek infrastruktur hingga tuntas sempurna.(ar)









