Kota Sawah Lunto, seriusnews.id – Pemerintah Kota Sawahlunto secara resmi meluncurkan metode pembayaran PBB Kota Sawahlunto menggunakan sistem digital terintegrasi. Oleh karena itu, pemerintah daerah langsung menggandeng Bank Nagari untuk menghadirkan layanan transaksi berbasis Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS.
Saat ini, masyarakat setempat sudah bisa memanfaatkan aplikasi Pakbaya Merintis untuk menunaikan kewajiban perpajakan secara nontunai. Dengan demikian, langkah inovatif ini menjadi terobosan baru yang mempermudah masyarakat dalam mengakses pelayanan publik di Sumatera Barat.
Kini Aplikasi Pakbaya Merintis Mudahkan Wajib Pajak Daerah
Selain itu, peluncuran sistem pembayaran elektronik ini sengaja diselaraskan dengan dimulainya masa pemungutan PBB-P2 untuk tahun anggaran 2026. Sebagai langkah awal, pemerintah daerah menandai momen transisi digital tersebut dengan membagikan dokumen instrumen perpajakan daerah.
Kemudian, petugas menyerahkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang atau SPPT serta Daftar Himpunan Ketetapan Pajak atau DHKP secara resmi. Selanjutnya, mereka mendistribusikan berkas penting tersebut kepada seluruh perangkat daerah, jajaran pemerintah desa, hingga tingkat kelurahan.
Berdasarkan data resmi, otoritas pengelolaan keuangan daerah mencatat nilai ketetapan PBB-P2 Kota Sawahlunto tahun 2026 menyentuh angka yang sangat besar. Bahkan, target penerimaan dari sektor pajak ini tercatat berada pada posisi menembus lebih dari Rp2 miliar.
Langkah Digitalisasi Ini Mampu Mengoptimalkan Pendapatan Sawahlunto
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah menyatakan bahwa adopsi sistem QRIS ini akan mempercepat tata kelola keuangan daerah. Maka dari itu, pemerintah daerah terus berupaya keras meningkatkan standar pelayanan demi memberikan opsi transaksi yang paling mudah bagi warga.
Tentunya, layanan nontunai ini menyuguhkan pilihan pembayaran yang jauh lebih ringkas, aman, dan efisien bagi masyarakat luas. Oleh sebab itu, Jeffry menegaskan bahwa kontribusi dana PBB-P2 memegang peran penting sebagai motor penggerak utama dalam pembangunan fasilitas umum.
Di sisi lain, Kepala BPKAD Kota Sawahlunto Dedi Ardona menambahkan bahwa tim teknis merancang aplikasi Pakbaya Merintis demi mendukung ketertiban administrasi. Hasilnya, sistem elektronik ini mampu merekam seluruh aktivitas transaksi masuk secara terintegrasi dan akurat.
Alhasil, pemanfaatan teknologi informasi ini sangat membantu pemerintah memperkuat pengelolaan sistem penerimaan daerah dengan basis data yang valid. Secara tidak langsung, skema digital mampu meminimalkan potensi hambatan birokrasi dan meningkatkan transparansi keuangan publik.
Bank Nagari Siap Mendukung Penuh Transaksi Pajak Daerah
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bank Nagari Cabang Sawahlunto Ulfhardi menyatakan komitmen penuh untuk memfasilitasi infrastruktur perbankan digital tersebut. Untuk mendukungnya, pihak perbankan menyediakan kanal pembayaran nontunai yang sangat praktis dan mudah diakses oleh nasabah.
Lagipula, integrasi penuh dengan sistem pembayaran berbasis QRIS membuat proses transaksi keuangan menjadi sangat fleksibel bagi publik. Akhirnya, kolaborasi strategis ini berhasil memodernisasi cara kerja layanan publik tradisional menjadi ekosistem digital yang dinamis.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga menggunakan momentum peluncuran ini untuk memberikan penghargaan khusus kepada pihak-pihak terkait. Secara khusus, mereka mengapresiasi pemerintah desa, kelurahan, serta wajib pajak yang menunjukkan kinerja pembayaran terbaik pada tahun 2025.
Pada dasarnya, pemberian penghargaan tersebut bertujuan memperkuat kepatuhan pajak sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif warga dalam membangun daerah. Kesimpulannya, langkah sinergis antara Pemkot Sawahlunto dan Bank Nagari ini berhasil menetapkan standar baru dalam optimalisasi pendapatan daerah.(ar)









