Harga Pertamax Naik, Antrean Pertalite di SPBU Garegeh Bukittinggi Mengular hingga Malam

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SPBU Garegeh Bukittinggi menunjukkan antrean panjang terjadi di jalur pengisian Pertalite.( poto : infosumbar.net )

SPBU Garegeh Bukittinggi menunjukkan antrean panjang terjadi di jalur pengisian Pertalite.( poto : infosumbar.net )

Bukit Tinggi, seriusnews.id – Kebijakan harga Pertamax naik secara nasional langsung memengaruhi pola pembelian bahan bakar masyarakat di Bukittinggi.

Sejumlah pengendara memilih beralih ke Pertalite sehingga antrean kendaraan, terutama sepeda motor, memanjang di SPBU Garegeh pada Rabu (10/6/2026) malam.

Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax mengalami kenaikan sebesar Rp4.100 per liter. Harga yang sebelumnya Rp12.900 per liter berubah menjadi Rp17.000 per liter di seluruh Indonesia.

Perubahan tersebut mendorong masyarakat mencari alternatif bahan bakar dengan harga lebih rendah. Pertalite yang tetap dijual Rp10.000 per liter menjadi pilihan utama banyak pengendara.

Pantauan di SPBU Garegeh Bukittinggi menunjukkan antrean panjang terjadi di jalur pengisian Pertalite. Kendaraan roda dua mendominasi antrean sejak malam hari.

Sebagian pengendara memilih tetap menunggu meski waktu antre semakin lama. Mereka menilai selisih harga yang cukup besar membuat penggunaan Pertamax tidak lagi menjadi pilihan rutin.

Baca Juga :  Wamenbud Giring Dorong Investasi Budaya di Puncak Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026

Boil (33), warga Bukittinggi, mengaku kembali menggunakan Pertalite setelah harga Pertamax mengalami kenaikan.

Menurutnya, sebelumnya ia masih sesekali mengisi Pertamax ketika membutuhkan waktu lebih cepat. Namun kondisi saat ini membuatnya mengubah kebiasaan tersebut.

“Biasanya karena buru-buru saya kadang masih ngisi Pertamax. Tapi sekarang tidak mungkin lagi. Biarlah antre 1 jam atau 2 jam,” ujarnya.

Kondisi itu memperlihatkan perubahan perilaku konsumen setelah penyesuaian harga bahan bakar. Faktor biaya menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan.

Masyarakat Khawatir Dampak Harga BBM Meluas

Keluhan serupa juga datang dari pengendara lain. Pendi (45) menilai kenaikan harga Pertamax terasa berat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Ia juga menyampaikan kekhawatiran jika ke depan harga bahan bakar lain ikut mengalami penyesuaian.

“Ini pastinya sangat memberatkan masyarakat. Bisa jadi Pertalite juga ikut naik. Kalau Pertalite naik, mungkin saya pakai sepeda saja,” katanya.

Baca Juga :  Mengapa Penurunan Harga Emas Turut Menyeret Bitcoin?

Respons masyarakat tersebut menunjukkan adanya sensitivitas tinggi terhadap perubahan harga energi. Kenaikan pada salah satu jenis BBM dapat memengaruhi keputusan konsumsi harian.

Perubahan pola pembelian tidak hanya terlihat di SPBU Garegeh. Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Canduang.

Aktivitas pengisian di jalur Pertamax terlihat lebih sepi dibanding hari-hari sebelumnya. Sebaliknya, antrean di jalur Pertalite terus berlangsung hingga malam.

Dhani, salah satu petugas SPBU Canduang, mengatakan jumlah kendaraan yang mengisi Pertamax menurun sejak kenaikan harga berlaku.

“Agak sepi dibanding hari sebelumnya. Di jalur Pertalite ramai sampai malam. Jam 20.00 WIB tadi sudah tutup,” ujarnya.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana perubahan harga BBM dapat langsung memengaruhi pilihan masyarakat dalam waktu singkat.

Di Bukittinggi, peralihan dari Pertamax ke Pertalite kini mulai terlihat dari panjangnya antrean di sejumlah SPBU.(ar)

Berita Terkait

Promo Budiman Swalayan Padang Tawarkan Diskon Serba Angka 357
Revitalisasi Pasar Raya Padang: Pemko Fokus Pembenahan Basement Blok III
Program Nagari Creative Hub Pangian Dorong Ekonomi UMKM dan Budaya Lokal
Pemko Pariaman Rebuilt Kios Sala Pantai Gandoriah
Semarak HJK ke-357, Suzuya Stasiun Padang Diskon Produk hingga 40 Persen
Semarak Hari Jadi Kota Padang Ke-357, Layanan Trans Padang Terapkan Tarif Spesial Rp1
PT Semen Padang Latih Petani Kopi Bantjah Ciptakan Produk Olahan Nilai Tambah
NTB dan Sarawak Perkuat Kemitraan Strategis Sektor Pekerja Migran dan Investasi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:28 WIB

Promo Budiman Swalayan Padang Tawarkan Diskon Serba Angka 357

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:00 WIB

Revitalisasi Pasar Raya Padang: Pemko Fokus Pembenahan Basement Blok III

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:00 WIB

Program Nagari Creative Hub Pangian Dorong Ekonomi UMKM dan Budaya Lokal

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:00 WIB

Pemko Pariaman Rebuilt Kios Sala Pantai Gandoriah

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:00 WIB

Semarak HJK ke-357, Suzuya Stasiun Padang Diskon Produk hingga 40 Persen

Berita Terbaru

RANS FC resmi mengumumkan bahwa Weliansyah jadi asisten pelatih.(poto: radarsumbar.com).

Sport

Weliansyah Resmi Gabung RANS FC Hadapi Musim 2026/2027

Sabtu, 1 Agu 2026 - 19:00 WIB

Suami pukul istri karena menolak berhubungan dengan lelaki lain berujung ditangkap Tim Klewang.(poto: radarsumbar.com)

Kriminal

Suami di Padang Paksa Istri Berhubungan Intim Pria Lain

Sabtu, 1 Agu 2026 - 17:00 WIB