Kalimantan Tengah, seriusnews.id – Helikopter Mi 17V5 milik Puspenerbad mengalami musibah saat menjalankan misi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Pesawat sayap putar ini jatuh di kawasan perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Peristiwa naas tersebut terjadi pada Rabu pagi ketika tim sedang fokus memadamkan titik api. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, mengonfirmasi insiden tersebut dan memastikan jajarannya langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian.
Kronologi Insiden Pemadaman Karhutla
Helikopter ini awalnya lepas landas dari bandara Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB menuju arah Telaga Pulang. Tim mengemban tugas negara untuk memadamkan kebakaran hutan yang membakar wilayah Taman Nasional Tanjung Puting.
Petaka datang saat kru helikopter melakukan manuver pengambilan air laut untuk keperluan water bombing. Saat proses penyerapan air dari udara berlangsung, helikopter mengalami gangguan teknis hingga akhirnya jatuh menabrak permukaan air.
Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat menegaskan bahwa insiden ini murni kecelakaan kerja dalam pelaksanaan tugas operasi kemanusiaan. Pihak TNI AD hingga kini masih menerjunkan tim khusus untuk menyelidiki penyebab pasti kegagalan terbang tersebut.
Kondisi Kru dan Proses Evakuasi
Helikopter ini mengangkut sebanyak delapan personel TNI AD saat menjalankan misi pemadaman. Tim penyelamat menggencarkan pencarian di sekitar titik perairan tempat jatuhnya helikopter sejak menit awal kejadian.
Data terbaru mencatat satu orang kru ditemukan meninggal dunia dalam posisi gugur di tempat tugas. Petugas medis telah mengevakuasi jenazah korban menuju Rumah Sakit Kuala Pembuang untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, lima kru berhasil selamat dari maut meski mengalami luka-luka akibat benturan keras. Tim medis saat ini memberikan perawatan intensif kepada kelima korban selamat di rumah sakit yang sama.
Tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu untuk menemukan dua kru lain yang masih berada dalam proses evakuasi. Jajaran pimpinan TNI memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses pencarian sisa korban berjalan lancar dan selamat.(ar)









