Kemacetan di Panorama Dua Sitinjau Lauik Padang Mulai Terurai Usai Truk Mogok

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemacetan parah kembali terjadi di kawasan Sitinjau Lauik, Sumatera Barat. Sejak Minggu (29/6/2025). poto : lintassumbar.co.id

Kemacetan parah kembali terjadi di kawasan Sitinjau Lauik, Sumatera Barat. Sejak Minggu (29/6/2025). poto : lintassumbar.co.id

Kota Padang, seriusnews.id – Kemacetan Panorama Sitinjau Lauik  terjadi di kawasan Panorama Dua, Panorama Dua Sitinjau Lauik, Kota Padang, pada Sabtu (20/6) sore hingga malam hari.

Arus kendaraan sempat tersendat panjang setelah dua truk mengalami kerusakan di jalur pendakian yang curam. Kondisi jalan yang licin akibat cuaca juga memperparah kepadatan lalu lintas di lokasi tersebut.

Sejak sore hari, antrean kendaraan dari dua arah langsung mengular cukup panjang. Kendaraan pribadi hingga kendaraan berat ikut terjebak dalam kepadatan yang berlangsung berjam-jam. Pengendara harus bergerak perlahan karena jalur pendakian tidak memungkinkan kendaraan melaju normal.

Dua Truk Mogok Picu Kemacetan

Kemacetan bermula ketika dua unit truk mengalami kerusakan di titik berbeda sepanjang jalur Sitinjau Lauik. Kedua kendaraan besar itu berhenti di jalur tanjakan, sehingga menghambat seluruh arus kendaraan dari dua arah.

Kondisi tersebut membuat kendaraan lain tidak dapat melintas dengan lancar. Jalan yang sempit dan menanjak memperparah situasi karena hanya menyisakan ruang terbatas untuk manuver kendaraan lain.

Baca Juga :  PT Semen Padang Raih Penghargaan Pemprov Sumbar atas Komitmen Lingkungan 2026

Selain truk mogok, kondisi jalan yang licin juga memengaruhi kelancaran arus lalu lintas. Pengendara harus menurunkan kecepatan secara signifikan untuk menghindari risiko kecelakaan di jalur pendakian tersebut.

Situasi ini menyebabkan antrean kendaraan semakin panjang. Dari sore hingga malam, kepadatan masih terlihat di beberapa titik meskipun petugas sudah mulai melakukan penanganan di lokasi.

Polisi Lakukan Rekayasa dan Buka-Tutup Jalan

Petugas dari Polresta Padang langsung turun ke lokasi untuk mengatur arus lalu lintas. Mereka mengarahkan kendaraan agar tidak terjadi penumpukan lebih parah di titik kemacetan.

Selain pengaturan arus, petugas juga menerapkan sistem buka-tutup di beberapa titik strategis. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi kendaraan yang mengalami kerusakan sekaligus menjaga arus tetap bergerak.

Petugas tetap bersiaga di lapangan hingga kondisi benar-benar membaik. Mereka juga memastikan jalur tetap aman dilalui oleh seluruh pengguna jalan.

Baca Juga :  Truk Tronton Bermuatan CPO Rusak di Sitinjau Lauik, Lalu Lintas Sempat Tersendat

Hingga Sabtu malam sekitar pukul 19.00 WIB, arus lalu lintas di kawasan Panorama Dua mulai menunjukkan perbaikan. Kendaraan sudah dapat bergerak meskipun kepadatan masih terjadi di sejumlah titik.

Petugas tetap mempertahankan sistem buka-tutup untuk menjaga stabilitas arus kendaraan. Proses normalisasi dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan kemacetan baru di titik lain.

Seorang sopir truk bernama Rizal mengatakan kemacetan terjadi sejak sore akibat kendaraan besar yang mengalami gangguan di jalur pendakian. Ia menyebut antrean kendaraan sudah terbentuk cukup panjang sebelum bantuan tiba di lokasi.

Sementara itu, pengendara sepeda motor bernama Rudi mengaku harus menempuh waktu lebih lama dari biasanya untuk melintasi jalur tersebut. Ia melihat beberapa titik mengalami kepadatan tinggi yang membuat perjalanan tersendat.

Meski demikian, ia mengapresiasi upaya petugas yang terus bekerja mengurai kemacetan di lapangan hingga kondisi perlahan kembali normal.(ar)

Berita Terkait

Nelayan Hilang di Pulau Bugei, Tim SAR Mentawai Sisir Lokasi Terakhir Korban
Bupati Solok Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Sungai Nanam dan Air Dingin
Rumah Semi Permanen di Lembah Gumanti Terbakar, Kerugian Capai Rp148 Juta
Cuaca Sumbar Hari Ini: Hujan Lebat dan Petir Berpotensi Terjadi Saat Libur Kenaikan Kelas
BKSDA Sumbar Evakuasi Beruang Madu Terkena Jerat Babi di Pasaman, Jalani Perawatan di Rimbo Panti
Pemprov Sumbar Menang Gugatan di PTUN, Penertiban Bangunan HSH di Lembah Anai Tunggu Tahap Lanjutan
Unand Kembangkan EWS Mandiri dan Shelter Masjid untuk Perkuat Mitigasi Gempa Megathrust di Padang
PT Semen Padang Raih Penghargaan Pemprov Sumbar atas Komitmen Lingkungan 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:00 WIB

Nelayan Hilang di Pulau Bugei, Tim SAR Mentawai Sisir Lokasi Terakhir Korban

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:00 WIB

Kemacetan di Panorama Dua Sitinjau Lauik Padang Mulai Terurai Usai Truk Mogok

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:00 WIB

Rumah Semi Permanen di Lembah Gumanti Terbakar, Kerugian Capai Rp148 Juta

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:00 WIB

Cuaca Sumbar Hari Ini: Hujan Lebat dan Petir Berpotensi Terjadi Saat Libur Kenaikan Kelas

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:00 WIB

BKSDA Sumbar Evakuasi Beruang Madu Terkena Jerat Babi di Pasaman, Jalani Perawatan di Rimbo Panti

Berita Terbaru