KLH Dorong Pemda Pahami Perdagangan Karbon Sampah Daerah Agar Tak Tertipu Asing

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI Mohammad Jumhur Hidayat (dua kiri) dan Gubernur Sumbar Mahyeldi (tiga kiri) melihat produksi karbon cair.(poto: ANTARA).

Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI Mohammad Jumhur Hidayat (dua kiri) dan Gubernur Sumbar Mahyeldi (tiga kiri) melihat produksi karbon cair.(poto: ANTARA).

Padang Pariaman, seriusnews.id – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) meminta seluruh pemerintah daerah memperkuat literasi mengenai potensi ekonomi hijau. Langkah ini bertujuan agar aparat daerah memahami bisnis perdagangan karbon sampah daerah dengan matang. Pemahaman yang kuat akan melindungi daerah dari jebakan kerja sama pihak asing yang merugikan.

Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat, mengingatkan perputaran uang dalam bisnis ini bermutu sangat besar. Walaupun komoditas kelestarian lingkungan ini tidak terlihat secara fisik, nilainya bisa mendatangkan keuntungan raksasa. Pemerintah daerah harus waspada saat menghadapi pihak luar yang menawarkan investasi tanpa transparansi manfaat.

Peringatan tersebut muncul karena kekhawatiran pihak asing memanfaatkan ketidaktahuan perangkat daerah demi keuntungan sepihak. Investor luar bisa saja mengklaim penurunan emisi secara sepihak untuk keuntungan mereka sendiri. Akibatnya, daerah setempat hanya mendapatkan manfaat yang sangat kecil dari perjanjian tersebut.

KLH Siapkan Edukasi Regulasi Nilai Ekonomi Karbon

Jumhur menyampaikan arahan ini saat menghadiri acara penanaman pohon di kawasan Politeknik Pelayaran Sumbar, Padang Pariaman. Dia langsung menginstruksikan jajaran kedeputian perdagangan karbon untuk bergerak cepat membuat program khusus. Instansi ini harus segera menggelar program edukasi dan pelatihan nasional untuk seluruh aparatur sipil.

Baca Juga :  Pemko Payakumbuh Gelar Gerakan Pangan Murah dan Meluncurkan Simphoni Pangan

Pelatihan berkala tersebut bertujuan agar seluruh jajaran pemerintah daerah memahami regulasi yang berlaku secara detail. Pengetahuan ini menjadi modal penting saat daerah melakukan negosiasi kerja sama dengan pihak swasta maupun asing. Daerah tidak boleh lagi berada dalam posisi yang lemah atau dirugikan.

Melalui pemahaman regulasi yang matang, daerah bisa mandiri mengelola potensi lingkungan di wilayah masing-masing. Langkah taktis ini sekaligus mengonversi pengelolaan limbah menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru. Skema ini berjalan beriringan dengan komitmen menjaga kelestarian ekologi wilayah secara berkelanjutan.

Potensi Besar Gas Metan Dari Tempat Pembuangan

Jumhur menjelaskan salah satu potensi pemanfaatan nilai ekonomi terbesar berada pada sektor limbah domestik. Gas metan hasil pembusukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) open dumping memegang peranan kunci. Daerah bisa menangkap gas berbahaya tersebut menggunakan teknologi bio-membran untuk sumber energi baru.

Penurunan emisi dari TPA tersebut nantinya masuk dalam mekanisme Sertifikat Pengurangan Emisi Indonesia (SPEI). Pemerintah daerah bisa mengklaim capaian tersebut untuk kemudian menjualnya ke pasar dunia secara legal. Proses ini menjadi jalan resmi untuk menghasilkan pendapatan dari program perbaikan lingkungan.

Baca Juga :  IHSG Berpeluang Menguat Hari Ini, Cermati Lima Saham Potensial

Menteri LH mencontohkan keberhasilan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi yang berjalan sukses. Fasilitas tersebut mampu menghasilkan perputaran ekonomi hingga ratusan miliar rupiah bagi kas daerah. Pengelola berhasil mengeliminasi emisi dari tingkat tertentu hingga menyentuh angka nol secara efektif.

Gubernur Sumatera Barat Buka Suara Modus Investor

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi membenarkan tingginya minat investasi pada sektor ini. Banyak pihak luar yang berbondong-bondong menawarkan proposal pengelolaan limbah ke pemerintah provinsi. Namun, mayoritas tawaran tersebut tidak mendatangkan keuntungan nyata bagi masyarakat lokal.

Mahyeldi membeberkan beberapa oknum investor bahkan membawa figur publik untuk menarik perhatian pemerintah daerah. Sebagian dari mereka bahkan mengajukan syarat aneh seperti meminta izin membawa sampah dari luar negeri. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat langsung menolak mentah-mentah proposal kerja sama yang tidak masuk akal tersebut.

KLH kini berkomitmen penuh untuk membantu mencarikan investor yang jujur dan kredibel bagi daerah. Sinergi ini bertujuan agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bisa ikut aktif menjadi pemain utama. Dengan begitu, keuntungan finansial dari bisnis hijau ini sepenuhnya masuk ke kantong daerah.(ar)

Berita Terkait

Panduan Sukses Budidaya Padi Sawah Agar Panen Melimpah
Lowongan Kerja PT PAMA 2026 Diperpanjang, Simak Syarat S1
KNMP Batang Arau Siap Pacu Ekonomi Nelayan Padang
Kelompok Tani Wanita Solok Ubah Kelor Jadi Cuan Bernilai Tinggi
Cara Daftar Bansos 2027 Lewat Portal Perlinsos Kemensos
Dorong Kepatuhan Ekspor SDA, Bank Indonesia Jambi Gelar Refreshment Pelaporan DHE-DPI
Pertumbuhan Ekonomi Jambi Triwulan II 2026 Melambat, Investasi dan Ekspor Justru Menguat
Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Melambat pada Triwulan II 2026, Tekanan Inflasi Naik
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Panduan Sukses Budidaya Padi Sawah Agar Panen Melimpah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Lowongan Kerja PT PAMA 2026 Diperpanjang, Simak Syarat S1

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:19 WIB

KNMP Batang Arau Siap Pacu Ekonomi Nelayan Padang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Kelompok Tani Wanita Solok Ubah Kelor Jadi Cuan Bernilai Tinggi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Cara Daftar Bansos 2027 Lewat Portal Perlinsos Kemensos

Berita Terbaru

Secangkir air rebusan kulit manis hangat beralas tatakan kayu, disajikan bersama batang kayu manis, bubuk rempah, dan madu di meja dapur.

Kesehatan

Rahasia Manfaat Kulit Manis untuk Gula Darah dan Diet Sehat

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:36 WIB

Deretan rempah herbal alami seperti kunyit, jahe, bawang putih, dan daun salam yang ampuh menurunkan kolesterol.

Kesehatan

5 Herbal Penurun Kolesterol Alami yang Terbukti Manjur

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:30 WIB

Seduhan kunyit hangat, madu alami, dan lidah buaya yang ampuh meredakan gejala asam lambung serta maag.

Kesehatan

5 Obat Herbal Asam Lambung Alami yang Redakan Maag Cepat

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:26 WIB

Ilustrasi Uji coba implementasi platform LMS Ruang Kelas Digital di hadapan siswa dan guru SMPN 17 Kota Padang.(poto: AI).

Pendidikan

SMPN 17 Padang Uji Coba Ruang Kelas Digital Diskominfo

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:21 WIB