Antisipasi Bencana, Sumbar Canangkan Gerakan Tobat Ekologis

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH), Moh Jumhur Hidayat.(poto: padangkita.com).

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH), Moh Jumhur Hidayat.(poto: padangkita.com).

Sumatera Barat, seriusnews.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup meluncurkan sebuah aksi penyelamatan lingkungan secara massal di Kabupaten Padang Pariaman.

Gubernur Mahyeldi Ansharullah bersama Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat secara resmi memimpin langsung peresmian Gerakan Tobat Ekologis Sumbar tersebut. Langkah kolaboratif ini berlangsung di area kampus Politeknik Pelayaran Sumatera Barat pada Selasa (14/7/2026).

Pihak panitia mengemas peresmian gerakan ini bersamaan dengan penanaman ribuan pohon pelindung. Aksi nyata ini bertujuan memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang kerap melanda wilayah tersebut. Upaya ini sekaligus menjadi bentuk nyata komitmen bersama dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Bersamaan dengan pencanangan tersebut, kedua tokoh ini juga meninjau langsung kesiapan sistem pengelolaan lingkungan di area kampus. Mereka melihat langsung berbagai fasilitas inovatif bertajuk Humanist, Smart, Sustainable, Eco-Friendly Campus (HSSEC) Green Campus. Kampus ini menampilkan sistem pengolahan sampah mandiri yang sangat terpadu dan efisien.

Langkah Nyata Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Sumatera Barat

Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa gerakan penyelamatan lingkungan ini memiliki arti yang sangat mendalam bagi masyarakat Sumatera Barat. Wilayah ini sangat sering mengalami bencana hidrometeorologi ekstrem seperti banjir bandang dan tanah longsor dalam beberapa tahun terakhir.

Peristiwa tersebut terbukti telah merusak berbagai fasilitas umum, area pertanian warga, serta mengganggu roda perekonomian daerah.

Bencana masa lalu memberikan pelajaran berharga bahwa merawat alam sekitar bukan lagi sekadar pilihan sukarela. Mahyeldi menyebut upaya pelestarian lingkungan hidup saat ini telah menjadi kebutuhan mutlak demi menekan risiko kerusakan di masa depan.

Baca Juga :  Jembatan Aramco Batang Siraho Resmi Beroperasi, Pemkab Dharmasraya dan TNI Buka Akses Warga

Ia mengajak masyarakat mengubah cara pandang dan memperlakukan alam secara lebih bijaksana mulai dari lingkungan terdekat.

Secara bertahap, Pemprov Sumatera Barat kini menerapkan aturan wajib pengelolaan sampah mandiri langsung dari sumbernya. Kebijakan ketat ini menyasar seluruh kantor instansi pemerintahan tingkat provinsi serta sekolah-sekolah di bawah kewenangan daerah.

Langkah strategis ini terbukti efektif memotong volume timbulan sampah harian yang terbuang langsung ke Tempat Pemrosesan Akhir.

Inovasi Kelola Sampah Terpadu Kampus Hijau Poltekpel

Pada kesempatan yang sama, Menteri LH Moh Jumhur Hidayat mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga bumi berada di pundak seluruh elemen bangsa. Indonesia memegang posisi yang sangat penting dan strategis dalam menjaga kestabilan iklim di tingkat global.

Oleh karena itu, sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama kesuksesan program ini.

Jumhur menjelaskan bahwa pemerintah pusat menginisiasi program nasional ini sebagai wadah bersama untuk memulihkan berbagai kerusakan ekosistem. Gerakan ini tidak berhenti pada slogan moral belaka, melainkan berlanjut pada program aksi nyata yang sistematis di lapangan.

Rangkaian program tersebut meliputi pemulihan lahan kritis, pengembangan sirkular ekonomi, pasar karbon, hingga penciptaan lapangan kerja hijau.

Ia meminta seluruh pihak mengambil peran aktif sesuai dengan kapasitas dan kewenangan masing-masing untuk menjaga alam. Pihaknya juga memberikan apresiasi tinggi kepada Politeknik Pelayaran Sumbar atas keberhasilan mereka membangun ekosistem ramah lingkungan.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Resmikan HF Radar BMKG di Pariaman untuk Perkuat Mitigasi Bencana

Kampus tersebut sukses mengolah sampah organik menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti maggot, pupuk organik, dan cairan pengontrol hama tanaman.

Sinergi Kuat Lintas Sektor Dorong Ketahanan Ekologis

Selain sukses dalam mengelola lingkungan hidup, lembaga pendidikan tinggi tersebut juga mendapat pujian atas mutu lulusannya. Gubernur Mahyeldi memuji kemampuan kampus dalam mendidik generasi muda yang langsung terserap dunia kerja internasional sebelum masa kelulusan.

Pemerintah provinsi berkomitmen terus membuka akses selebar-lebarnya bagi pemuda daerah untuk menempuh pendidikan di lembaga ini.

Keberlanjutan gerakan lingkungan ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pelaku usaha dan Badan Usaha Milik Negara. PT PLN UID Sumatera Barat menyerahkan bantuan ketahanan pangan berupa pasokan 5.000 bibit kelapa segar setiap tiga bulan sekali.

Langkah konkret ini akan membantu masyarakat sekitar dalam membangun kemandirian pangan sekaligus menghijaukan lahan tidur.

Sementara itu, PT Semen Padang ikut berkontribusi nyata dengan menyumbangkan sebanyak 3.300 bibit tanaman mangrove berkualitas. Penanaman mangrove ini menyasar area pesisir pantai guna menahan abrasi dan memulihkan ekosistem laut yang mulai rusak.

Kerja sama erat ini membuktikan bahwa sinergi lintas sektor mampu mempercepat pemulihan lingkungan secara berkelanjutan di Sumatera Barat.(ar)

Berita Terkait

Pemprov Sumbar Kebut Pemulihan Pascabencana dengan Tambahan Dana TKD Rp2,71 Triliun
Perumda Air Minum Kota Padang Perbaiki IPA Gunung Pangilun
Sidak SPBU Polda Sumbar Ungkap Penyimpangan Solar Subsidi
Pemko Pariaman Tambah Armada Sampah Listrik Tingkatkan Pelayanan Kebersihan Kota
Langkah Strategis Pemko Padang Gaet IFC Wujudkan Kota Gastronomi UNESCO
Tol Sicincin-Bukittinggi Diprotes Warga, Ratusan Rumah Gadang Terancam Penggusuran
Pemko Padang Raih Apresiasi Satgas Pusat Usai Percepat Pemulihan Bencana
Polda Sumbar Siap Pecat Anggota Terlibat Narkoba
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:00 WIB

Pemprov Sumbar Kebut Pemulihan Pascabencana dengan Tambahan Dana TKD Rp2,71 Triliun

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:00 WIB

Perumda Air Minum Kota Padang Perbaiki IPA Gunung Pangilun

Rabu, 22 Juli 2026 - 05:52 WIB

Sidak SPBU Polda Sumbar Ungkap Penyimpangan Solar Subsidi

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:00 WIB

Langkah Strategis Pemko Padang Gaet IFC Wujudkan Kota Gastronomi UNESCO

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:21 WIB

Tol Sicincin-Bukittinggi Diprotes Warga, Ratusan Rumah Gadang Terancam Penggusuran

Berita Terbaru

Perumda  Air Minum Kota Padang mulai melakukan perbaikan bangunan accelerator Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun.(poto: padangkita.com).

Regional

Perumda Air Minum Kota Padang Perbaiki IPA Gunung Pangilun

Rabu, 22 Jul 2026 - 07:00 WIB

Tim Ditreskrimsus Polda Sumbar mengamankan truk yang diduga melakukan penyimpangan BBM bersubsidi Bio Solar, saat dilakukan sidak di sejumlah SPBU di Padang dan Padang Pariaman.(poto: padangkita.com).

Regional

Sidak SPBU Polda Sumbar Ungkap Penyimpangan Solar Subsidi

Rabu, 22 Jul 2026 - 05:52 WIB