Waspada Penipuan AI Vasko Ruseimy Incar Warga Sumbar, Kenali Modusnya!

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Modus penipuan yang mencatut nama Wagub Sumbar Vasko Ruseimy dengan iming-iming bantuan.(poto: padangkita.com).

Modus penipuan yang mencatut nama Wagub Sumbar Vasko Ruseimy dengan iming-iming bantuan.(poto: padangkita.com).

Sumatera Barat, seriusnews.id – Masyarakat Sumatera Barat kini harus meningkatkan kewaspadaan digital mereka saat menerima pesan dari pejabat publik. Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, baru saja mengeluarkan peringatan serius mengenai maraknya aksi kriminalitas siber yang mencatut namanya. Kejahatan ini menjadi sangat berbahaya karena pelaku sudah melibatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mengelabui para korban.

Pelaku kriminal tidak lagi sekadar mengirimkan surat palsu atau menggunakan nomor telepon bodong untuk melancarkan aksinya. Mereka kini nekat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) canggih untuk meniru warna dan intonasi suara sang Wakil Gubernur. Modus baru ini terbukti ampuh membuat masyarakat terkecoh dan langsung memercayai instruksi palsu tersebut.

Pelaku Kriminal Rekayasa Voice Note Pakai AI

Dalam menjalankan aksinya, pelaku mula-mula memasang foto profil resmi Vasko Ruseimy pada akun WhatsApp yang mereka gunakan. Setelah itu, oknum tidak bertanggung jawab tersebut langsung menghubungi target melalui panggilan telepon maupun pesan singkat. Langkah ini mereka lakukan untuk membangun komunikasi awal yang meyakinkan dengan calon korban.

Tidak berhenti di sana, pelaku juga mengirimkan rekaman suara atau voice note yang telah melalui proses rekayasa teknologi AI. Suara tiruan tersebut terdengar sangat identik dengan karakter suara asli Wagub Sumbar sehingga mampu meruntuhkan kecurigaan korban. Melalui pesan suara palsu inilah, pelaku kemudian merayu dan mendesak korban agar segera mengirimkan sejumlah uang.

Baca Juga :  Gubernur Sumbar Ajak UMKM Melek Digital Lewat Konten Kreatif

“Jangan sampai ada korban berikutnya. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan membantu menyebarluaskan informasi ini agar tidak ada lagi yang menjadi sasaran penipuan,” ujar Vasko saat memberikan keterangan pers di Kota Padang, Sabtu (11/7/2026).

Pemerintah Provinsi Tidak Pernah Minta Uang muka

Vasko Ruseimy menegaskan secara langsung bahwa dirinya tidak pernah memungut biaya apa pun dalam penyaluran program pemerintah. Pihaknya sama sekali tidak membenarkan adanya permintaan uang muka ataupun biaya administrasi kepada masyarakat penerima manfaat. Semua program bantuan dari pemerintah provinsi selalu berjalan sesuai dengan regulasi resmi yang transparan.

Pernyataan tegas ini keluar sebagai respons langsung untuk memutus rantai peredaran hoaks pencatutan nama pejabat yang meresahkan. Wagub meminta masyarakat segera memutus komunikasi jika ada pihak yang meminta dana dengan alasan proses pencairan bantuan. Tindakan tegas tersebut menjadi benteng utama agar masyarakat terhindar dari kerugian materi yang lebih besar.

“Jika ada pihak yang mengatasnamakan saya dan meminta transfer uang dengan alasan apa pun, saya pastikan itu adalah penipuan. Jangan dilayani dan jangan pernah melakukan transfer,” ingat Vasko dengan nada serius.

Baca Juga :  Pemprov Sumbar Boyong Penghargaan Kemendagri dan Insentif Rp3,5 Miliar

Masyarakat Wajib Lakukan Verifikasi Informasi Berlapis

Wagub Sumbar menyatakan keprihatinan yang mendalam karena para pelaku sengaja membidik kelompok masyarakat yang sedang kesulitan. Oknum kriminal tersebut memanfaatkan momentum saat warga sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah daerah. Mereka mengeksploitasi harapan masyarakat demi mendapatkan keuntungan finansial secara cepat dengan cara yang melanggar hukum.

Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat Sumbar kini wajib menjalankan langkah verifikasi berlapis terhadap setiap pesan yang masuk. Publik tidak boleh langsung memercayai kiriman dokumen, pesan WhatsApp, ataupun panggilan suara yang mengatasnamakan pejabat daerah. Komunikasi publik yang sehat harus selalu melewati jalur konfirmasi resmi instansi terkait terlebih dahulu.

Jika masyarakat menemukan aktivitas komunikasi yang mencurigakan, mereka harus segera mengambil tindakan preventif dengan mengabaikan pesan tersebut. Warga juga diimbau untuk tidak mentransfer dana ke rekening mana pun dan segera melaporkan nomor pelaku ke aparat penegak hukum. Langkah cepat ini akan membantu polisi melacak dan memberangus jaringan penipuan berbasis teknologi di wilayah Sumatera Barat.

“Semakin banyak masyarakat yang mengetahui modus ini, semakin besar pula peluang kita mencegah jatuhnya korban. Mari saling mengingatkan keluarga, kerabat, dan lingkungan sekitar agar tidak mudah tertipu,” ajak Vasko di akhir keterangannya.(ar)

Berita Terkait

Gubernur Sumbar Mahyeldi Dorong Kebijakan Rendah Karbon dan Nilai Ekonomi Karbon di Jakarta
Uji Kamera 200 MP Samsung S26 Ultra di Pestapora 2026
Beda Baterai Silicon Carbon dan Baterai Biasa HP
7 Perangkat Elektronik Penyedot Listrik Diam-Diam Saat Kondisi Padam
Gubernur Sumbar Ajak UMKM Melek Digital Lewat Konten Kreatif
Asus Rilis Laptop AI ProArt P16 dan P14 di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya
Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Tawarkan Spek Studio Portabel
Perbedaan Gemini dan ChatGPT yang Perlu Dipahami Sebelum Memilih
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Gubernur Sumbar Mahyeldi Dorong Kebijakan Rendah Karbon dan Nilai Ekonomi Karbon di Jakarta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Uji Kamera 200 MP Samsung S26 Ultra di Pestapora 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Beda Baterai Silicon Carbon dan Baterai Biasa HP

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:41 WIB

7 Perangkat Elektronik Penyedot Listrik Diam-Diam Saat Kondisi Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Gubernur Sumbar Ajak UMKM Melek Digital Lewat Konten Kreatif

Berita Terbaru