Gubernur Mahyeldi Desak Percepatan Deteksi Dini Kanker Sumbar Melalui Kolaborasi Lintas Sektor

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah membuka Simposium Awam Kanker 2026: The Journey of Cancer Survivors yang diselenggarakan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Koordinatoriat Sumatera Barat (Sumbar).(poto: padangkita.com).

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah membuka Simposium Awam Kanker 2026: The Journey of Cancer Survivors yang diselenggarakan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Koordinatoriat Sumatera Barat (Sumbar).(poto: padangkita.com).

Sumatera Barat, seriusnews.id – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa deteksi dini kanker sumbar merupakan langkah paling efektif untuk menekan angka kematian akibat penyakit mematikan ini. Beliau menyampaikan hal tersebut saat membuka Simposium Awam Kanker 2026 di Hotel Truntum Padang, Sabtu (11/7/2026). Demi menyukseskan program ini, Mahyeldi mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi nyata di lapangan.

Langkah taktis ini bertujuan agar layanan skrining kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan merata. Pihak pemerintah daerah melihat urgensi yang sangat besar dalam penanganan penyakit kanker ini. Penyelenggaraan simposium oleh Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Koordinatoriat Sumbar ini mengambil tema “The Journey of Cancer Survivors”.

Menurut Mahyeldi, Provinsi Sumatera Barat sebenarnya memiliki modal yang cukup kuat untuk mempercepat gerakan ini. Wilayah ini sudah didukung oleh jaringan fasilitas kesehatan yang tersebar luas serta tenaga medis yang sangat memadai. Keberadaan rumah sakit rujukan dan perguruan tinggi ternama juga siap mendukung penuh program preventif tersebut.

Mengatasi Rendahnya Capaian Skrining Kesehatan Masyarakat Sumbar

Melalui metode skrining berkala, tim medis dapat menemukan indikasi kanker sejak stadium awal. Kondisi tersebut secara otomatis meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan pasien secara signifikan. Oleh karena itu, Mahyeldi terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya kesadaran memeriksakan diri.

Pemerintah pusat sebenarnya telah meluncurkan program cek kesehatan gratis sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif. Namun, Mahyeldi menyayangkan pelaksanaan program nasional tersebut di wilayah Sumbar yang masih berjalan lambat. Realisasi di lapangan memerlukan dorongan yang lebih kuat dari seluruh instansi.

Baca Juga :  Relawan MBG Sumbar Minta Program Tetap Berjalan Selama Libur Sekolah

Berdasarkan laporan terbaru, capaian program cek kesehatan gratis di Sumbar baru menyentuh angka sekitar 38 persen. Angka ini menandakan bahwa masih banyak warga yang belum memanfaatkan fasilitas kesehatan gratis tersebut. Pemerintah daerah berkomitmen segera mencari akar masalah demi mempercepat target capaian.

Mengoptimalkan Sumber Pendanaan Non-APBD Demi Layanan Skrining

Untuk mendukung percepatan gerakan tersebut, Gubernur mendorong optimalisasi seluruh potensi pendanaan di daerah. Mahyeldi menyarankan pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Selain itu, dukungan finansial dari lembaga Baznas juga dapat menjadi solusi pelengkap pembiayaan.

Langkah ini menjadi strategi krusial di luar penggunaan anggaran APBD dan dana pemerintah pusat. Sinergi anggaran yang kuat akan memperluas daya jangkau pemeriksaan kesehatan masyarakat. Skema pembiayaan gotong royong ini diyakini mampu mempercepat pengadaan alat dan logistik skrining.

Perusahaan swasta maupun badan usaha milik daerah dapat berkontribusi langsung melalui dana CSR mereka. Integrasi bantuan dari Baznas juga akan membantu masyarakat dari golongan ekonomi lemah. Pemerintah daerah mengejar target waktu agar warga memperoleh layanan deteksi sedini mungkin.

Memaksimalkan Ribuan Tenaga Medis Dan Regulasi Kesehatan

Saat ini, Provinsi Sumatera Barat memiliki modal berupa 78 rumah sakit dan sekitar 250 unit puskesmas. Fasilitas tersebut diperkuat oleh lebih dari 9.000 tenaga perawat serta 1.035 dokter yang siap bertugas. Mahyeldi menegaskan bahwa potensi besar ini harus bergerak optimal dalam melayani masyarakat.

Baca Juga :  Longsor Lembah Anai Tutup Total Jalur Padang–Bukittinggi, Pengendara Dialihkan ke Malalak dan Sitinjau Lauik

Di sisi lain, Gubernur meminta Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar segera menyiapkan langkah penguatan regulasi. Regulasi ini dapat berupa penerbitan surat edaran resmi hingga penyusunan kebijakan daerah yang lebih mengikat. Payung hukum yang jelas akan menjadi dasar pergerakan masif di seluruh kabupaten dan kota.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua ikut memberikan pandangannya. Beliau menilai simposium ini menjadi bentuk nyata sinergi dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap bahaya kanker. Penanganan yang tepat dan dukungan keluarga terbukti membuat penyintas tetap hidup produktif.

Ketua Panitia Kegiatan, Dr. Dolly Nurdin Lubis menjelaskan bahwa acara ini menggelar tiga agenda utama sekaligus. Agenda tersebut meliputi Simposium Awam Kanker yang diikuti oleh 75 peserta dari berbagai kalangan. Selain itu, panitia menggelar pelatihan manajemen lesi prakanker bagi 50 dokter spesialis kebidanan.

Para bidan dari berbagai daerah di Sumbar juga mengikuti seminar manajemen kekuatan otot dasar panggul. Melalui rangkaian kegiatan terintegrasi ini, komitmen seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin solid. Upaya penanggulangan kanker di Sumatera Barat kini mengarah pada sistem yang lebih efektif dan berkelanjutan.(ar)

Berita Terkait

Pemko Pariaman Luncurkan Layanan Antar Jemput Gratis untuk Pasien Rujukan RSUD dr Sadikin
Sumbar Siapkan Ratusan Faskes Guna Deteksi Dini Kanker
Gubernur Mahyeldi Ajak Jadikan Budaya Bersih Gaya Hidup
Guru Besar ITB: Keamanan Galon Polikarbonat Bebas Risiko Kanker
Deteksi Kasus Rendah, Pemko Padang Gencarkan Pelacakan Massal Penyakit TB di Kuranji
Pemko Padang Siapkan 700 Dosis Vaksin PMK Gratis untuk Lindungi Ternak Warga
Banyak WNI Berobat ke Luar Negeri, Guru Besar Unand Beberkan Lima Penyebab Utamanya
Bedah Robotik RSU Bunda Padang Resmi Beroperasi, Mahyeldi: Layanan Kesehatan Sumbar Naik Kelas
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:00 WIB

Pemko Pariaman Luncurkan Layanan Antar Jemput Gratis untuk Pasien Rujukan RSUD dr Sadikin

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:00 WIB

Sumbar Siapkan Ratusan Faskes Guna Deteksi Dini Kanker

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:00 WIB

Gubernur Mahyeldi Desak Percepatan Deteksi Dini Kanker Sumbar Melalui Kolaborasi Lintas Sektor

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:00 WIB

Gubernur Mahyeldi Ajak Jadikan Budaya Bersih Gaya Hidup

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:00 WIB

Guru Besar ITB: Keamanan Galon Polikarbonat Bebas Risiko Kanker

Berita Terbaru

Perumda  Air Minum Kota Padang mulai melakukan perbaikan bangunan accelerator Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun.(poto: padangkita.com).

Regional

Perumda Air Minum Kota Padang Perbaiki IPA Gunung Pangilun

Rabu, 22 Jul 2026 - 07:00 WIB

Tim Ditreskrimsus Polda Sumbar mengamankan truk yang diduga melakukan penyimpangan BBM bersubsidi Bio Solar, saat dilakukan sidak di sejumlah SPBU di Padang dan Padang Pariaman.(poto: padangkita.com).

Regional

Sidak SPBU Polda Sumbar Ungkap Penyimpangan Solar Subsidi

Rabu, 22 Jul 2026 - 05:52 WIB