Tak Cuma Obat! Protokol 5R Jadi Solusi Baru Redakan GERD dan Kecemasan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gelaran Health Talk bertajuk Memutus Lingkaran Setan GERD dan Anxiety yang digelar di The Mirah Hotel Bogor, Sabtu (18/4/2026), memperkenalkan Protokol 5R. (Istimewa)

Gelaran Health Talk bertajuk Memutus Lingkaran Setan GERD dan Anxiety yang digelar di The Mirah Hotel Bogor, Sabtu (18/4/2026), memperkenalkan Protokol 5R. (Istimewa)

Jakarta, seriusnews.id-Masalah GERD tidak hanya menyerang fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi mental. Banyak penderita mengalami kecemasan yang kemudian memperparah gangguan lambung. Kondisi ini membentuk “lingkaran setan” antara tubuh dan pikiran.

Untuk memutusnya, para ahli kini mendorong pendekatan baru melalui Protokol 5R.

Pendekatan Holistik untuk Penyembuhan

Dokter spesialis gizi klinik, Ratri Saumi menegaskan bahwa penanganan GERD tidak cukup hanya dengan obat penurun asam lambung.

Ia menekankan pentingnya perbaikan menyeluruh pada sistem pencernaan sekaligus gaya hidup. Karena itu, Protokol 5R hadir sebagai metode komprehensif untuk memulihkan kesehatan lambung secara alami.

Apa Itu Protokol 5R?

Protokol 5R terdiri dari lima langkah utama yang saling terhubung:

  1. Remove
    Hilangkan pemicu iritasi, baik dari makanan maupun stres.
  2. Replace
    Tambahkan enzim dan zat penting agar sistem pencernaan bekerja optimal.
  3. Reinoculate
    Masukkan kembali bakteri baik (probiotik) untuk menjaga keseimbangan usus.
  4. Repair
    Perbaiki lapisan lambung yang mengalami kerusakan.
  5. Rebalance
    Seimbangkan pola hidup dan kelola stres agar hubungan otak dan pencernaan tetap stabil.
Baca Juga :  Peserta Seminar LONGEVITALOGY Gelar Bakti Sosial dan Terapi Gratis

Pendekatan ini tidak hanya fokus pada gejala, tetapi juga menyasar akar masalah.

Hubungan Lambung dan Kecemasan

Psikolog klinis Mutia Qoriana menjelaskan bahwa iritasi lambung dapat mengirim sinyal bahaya ke otak. Akibatnya, tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol.

Kondisi ini sering memicu rasa sesak di dada, bahkan ketakutan berlebihan hingga muncul thanatophobia atau rasa takut akan kematian.

Karena itu, pasien perlu mengelola stres dan memperbaiki pola makan secara bersamaan.

Peran Nutrisi dalam Pemulihan

Pengalaman praktisi kesehatan Dera Nur Tresna menunjukkan bahwa makanan sehat belum tentu efektif jika rasanya tidak disukai.

Ia menemukan bahwa rasa makanan dapat memengaruhi kondisi psikologis pasien. Jika makanan terasa tidak enak, pasien justru bisa stres dan kehilangan nafsu makan.

Baca Juga :  Penyebab Asam Lambung Naik dan Cara Mencegahnya dengan Pola Makan Sehat

Berangkat dari hal tersebut, ia mengembangkan Nutriged, sereal multigrain yang dirancang sebagai comfort food. Produk ini membantu proses perbaikan lambung sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi.

Rasa Juga Penting

Peneliti nutraseutikal Ramdani Husnul Huluq menegaskan bahwa rasa makanan berperan penting dalam pemulihan.

Ia bahkan melibatkan anak kecil sebagai panelis uji rasa. Menurutnya, jika anak-anak menyukai rasanya, pasien dewasa juga akan merasa lebih nyaman saat mengonsumsinya.

Protokol 5R menawarkan pendekatan baru yang lebih menyeluruh untuk mengatasi GERD dan kecemasan. Metode ini menggabungkan perbaikan pola makan, keseimbangan mikrobioma, serta pengelolaan stres.

Dengan dukungan nutrisi yang tepat dan gaya hidup sehat, penderita memiliki peluang lebih besar untuk pulih dan kembali beraktivitas tanpa rasa takut. (nr*)

Berita Terkait

PMI Kota Padang dan PT Semen Padang Kumpulkan 312 Kantong Darah untuk Jaga Stok Darah
RSUP Dr. M. Djamil Padang Libatkan Publik dalam Konsultasi Amdal dan ESIA
Pelatihan Layanan Geriatri Lansia di RSUD dr. Rasidin Padang Perkuat Kompetensi Nakes
Baksos Longevitology Terus Bergulir, Layanan Terapi Gratis Kini Menjangkau Muaro Bungo dan Jambi
Kol Bermanfaat, Tapi 6 Kelompok Ini Perlu Membatasi Konsumsi
Hindari 5 Kebiasaan Pagi Ini Jika Ingin Jantung Tetap Sehat
Sakit Kepala di Tengkuk Tak Selalu Karena Capek, Ini 6 Penyebabnya
Hobi Makan Semangka? Waspadai Efek Pusing yang Bisa Muncul Setelahnya
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:00 WIB

PMI Kota Padang dan PT Semen Padang Kumpulkan 312 Kantong Darah untuk Jaga Stok Darah

Kamis, 18 Juni 2026 - 06:00 WIB

RSUP Dr. M. Djamil Padang Libatkan Publik dalam Konsultasi Amdal dan ESIA

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:00 WIB

Pelatihan Layanan Geriatri Lansia di RSUD dr. Rasidin Padang Perkuat Kompetensi Nakes

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:39 WIB

Baksos Longevitology Terus Bergulir, Layanan Terapi Gratis Kini Menjangkau Muaro Bungo dan Jambi

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:00 WIB

Kol Bermanfaat, Tapi 6 Kelompok Ini Perlu Membatasi Konsumsi

Berita Terbaru