Simposium Indarung I Susun Masa Depan Pabrik Semen Tertua Asia Tenggara sebagai Ruang Budaya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Indarung Heritage Society, M. Aidil Usman, menegaskan bahwa pelestarian kawasan harus melampaui upaya menjaga bangunan.( poto : langgam.id )

Ketua Indarung Heritage Society, M. Aidil Usman, menegaskan bahwa pelestarian kawasan harus melampaui upaya menjaga bangunan.( poto : langgam.id )

Sumatera Barat, siriusnews.id – Simposium Indarung I menjadi langkah lanjutan untuk menjaga dan menghidupkan kembali Pabrik Indarung I sebagai warisan industri bersejarah di Indonesia. Indarung Heritage Society (IHS) menjadwalkan kegiatan tersebut pada 21 Juni 2026 di Club House PT Semen Padang.

Pabrik Indarung I mulai berdiri pada 1910 dan menjalankan operasional selama 89 tahun. Kawasan ini menyandang status sebagai pabrik semen tertua di Asia Tenggara serta masuk daftar Memory of the World (MoW) Asia Pasifik UNESCO dan Cagar Budaya.

Meski memiliki nilai sejarah tinggi, kawasan seluas 4,9 hektare itu terus menghadapi ancaman kerusakan. Usia bangunan, pencurian material, dan vandalisme menjadi tantangan utama yang perlu segera ditangani.

IHS Dorong Kawasan Menjadi Ruang Budaya Hidup

Ketua Indarung Heritage Society, M. Aidil Usman, menegaskan bahwa pelestarian kawasan harus melampaui upaya menjaga bangunan.

Menurut Aidil, pengelola perlu menghadirkan fungsi sosial dan budaya agar kawasan tetap hidup dan dekat dengan masyarakat.

Sejak 2018, IHS menggerakkan berbagai kegiatan budaya di kawasan tersebut. Organisasi itu rutin mengadakan diskusi, lokakarya, dan festival untuk membuka ruang interaksi publik.

Saat ini, IHS memasuki tahap berikutnya dengan menyusun konsep keberlanjutan kawasan. Melalui langkah itu, masyarakat diharapkan dapat mengakses dan memanfaatkan kawasan secara lebih luas.

Baca Juga :  Prabowo Tutup 3 ribu Dapur MBG, Ini Penjelasan

Aidil menilai Pabrik Indarung I memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu ruang budaya penting di Indonesia. Karena itu, seluruh pihak perlu menyusun arah pengelolaan yang jelas dan berjangka panjang.

Simposium Jadi Ruang Menyusun Cetak Biru Kawasan

Panitia merancang simposium sebagai forum untuk menyusun arah penyelamatan, pelestarian, dan pemanfaatan kawasan.

Melalui forum ini, para peserta akan merumuskan konsep kawasan sebagai ruang publik kultural yang berkelanjutan.

Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) dari Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Panitia menyiapkan empat sesi diskusi dengan menghadirkan akademisi, praktisi, dan pejabat pemerintah.

Sesi pertama akan mengulas kondisi spasial kawasan Pabrik Indarung I saat ini. Jonny Wongso dari Universitas Bung Hatta dan Direktur Sarana dan Prasarana Kementerian Kebudayaan Feri Arlius akan memandu pembahasan.

Pada sesi berikutnya, peserta akan membahas pelestarian fisik kawasan, mitigasi kerusakan, serta perlindungan hukum dan arkeologis.

Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan Agus Widiatmoko bersama dosen Arkeologi Universitas Andalas Alfa Noranda akan mengisi sesi tersebut.

Baca Juga :  Revitalisasi Pabrik Indarung I Siap Jadi Pusat Budaya

Pengelolaan Cagar Budaya Jadi Bahan Pembelajaran

Simposium juga akan membahas model pengelolaan kawasan cagar budaya berskala besar.

Peserta akan mempelajari pengalaman pengelolaan kawasan Candi Borobudur sebagai bahan perbandingan. Selain itu, peserta akan meninjau hasil kolaborasi dan berbagai kegiatan yang berlangsung di kawasan Indarung I selama beberapa tahun terakhir.

Menteri Kebudayaan dijadwalkan hadir sebagai pembicara utama.

Kehadiran menteri diharapkan memperkuat dukungan pemerintah terhadap penyelamatan kawasan sekaligus memberi arahan strategis untuk pengembangan Indarung I sebagai ruang kebudayaan nasional.

Manajer Program Simposium Indarung I, Adi Osman, mengatakan peserta berasal dari berbagai unsur.

Panitia mengundang pemerintah daerah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, pemangku adat dan nagari, serta komunitas seni dan budaya di Sumatera Barat.

Panitia juga membagi peserta ke dalam beberapa sesi sesuai fokus pembahasan. Pembagian ini bertujuan menjaga efektivitas diskusi dan menghasilkan rekomendasi yang lebih konkret.

Melalui simposium ini, penyelenggara ingin membangun kesepahaman antarpemangku kepentingan. Mereka juga ingin mendorong langkah bersama untuk menjaga sekaligus mengembangkan Pabrik Indarung I agar tetap relevan bagi generasi mendatang.(ar)

Berita Terkait

Lapas Narkotika Muara Sabak Ekspor 6,8 Ton Arang Batok Kelapa
Pemprov Sumbar Raih Penghargaan Investasi Panas Bumi Dari Kementerian ESDM
Mengulas Perjalanan dan Perjuangan Industri Kulit Lokal Jawa Barat Menghadapi Tantangan Zaman
Bank Nagari dan Padang Eye Center Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan
Semen Padang Perluas Bisnis Nonsemen Bersama Pusri Dan Petrokimia Gresik
Astra Daihatsu Resmikan Outlet Lengkap di By Pass Bukittinggi
PT Semen Padang Perkuat Kepemimpinan Strategis untuk Hadapi Tantangan Industri Semen
atik Sampan Pariaman Resmi Kantongi Sertifikat Merek dari Kemenkum
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:41 WIB

Lapas Narkotika Muara Sabak Ekspor 6,8 Ton Arang Batok Kelapa

Senin, 24 Agustus 2026 - 05:21 WIB

Pemprov Sumbar Raih Penghargaan Investasi Panas Bumi Dari Kementerian ESDM

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:20 WIB

Mengulas Perjalanan dan Perjuangan Industri Kulit Lokal Jawa Barat Menghadapi Tantangan Zaman

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:00 WIB

Bank Nagari dan Padang Eye Center Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:00 WIB

Semen Padang Perluas Bisnis Nonsemen Bersama Pusri Dan Petrokimia Gresik

Berita Terbaru

Pemerintah Kota Padang menyalurkan bantuan sarana penangkapan ikan kepada kelompok nelayan terdampak bencana di Kecamatan Padang Utara pada Sabtu (19/9/2026).(poto: radarsumbar.com).

Ekonomi

Pemko Padang Serahkan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan Nelayan

Minggu, 20 Sep 2026 - 21:00 WIB