Jakarta, seriusnews.id-Semangka menjadi salah satu buah favorit karena kandungan airnya yang tinggi dan mampu membantu tubuh tetap terhidrasi. Selain menyegarkan, buah ini juga menyediakan berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan.
Namun, sebagian orang justru mengalami pusing atau sakit kepala setelah makan semangka. Kondisi ini dapat muncul akibat kandungan alami dalam semangka atau karena masalah kesehatan tertentu.
Kandungan Semangka Bisa Memicu Sakit Kepala
Semangka mengandung asam amino bernama tyramine. Pada orang yang sensitif, zat ini bisa memicu sakit kepala atau migrain setelah mereka mengonsumsi semangka.
Sejumlah penelitian menunjukkan semangka memiliki risiko lebih tinggi memicu migrain dibandingkan beberapa jenis buah lainnya. Bahkan, gejala bisa muncul dalam hitungan menit, terutama pada orang yang memiliki riwayat migrain.
Alergi Semangka
Meski jarang terjadi, alergi semangka juga bisa menyebabkan pusing. Selain itu, penderita alergi sering mengalami gatal pada lidah atau tenggorokan, bentol pada kulit, batuk berkepanjangan, mual, muntah, dan nyeri perut.
Saat reaksi alergi semakin parah, penderita dapat mengalami pusing yang lebih berat sehingga memerlukan penanganan medis.
Kondisi Kesehatan Tertentu
Semangka mengandung kalium dan likopen yang membantu menjaga tekanan darah. Namun, kandungan tersebut juga bisa menurunkan tekanan darah pada sebagian orang, terutama penderita tekanan darah rendah, diabetes, atau penyakit Parkinson.
Akibatnya, tubuh dapat mengalami hipotensi postprandial, yaitu kondisi ketika tekanan darah turun setelah makan. Kondisi ini sering memicu pusing sekitar satu hingga dua jam setelah seseorang makan.
Batasi Konsumsi Semangka
Semangka memang menyehatkan, tetapi Anda tetap perlu mengonsumsinya dalam jumlah wajar. Jika Anda sering merasa pusing setelah makan semangka, cobalah membatasi konsumsi hingga sekitar 300 gram per hari.
Selain itu, segera periksakan diri ke dokter jika keluhan terus berulang atau muncul bersama gejala lain. Dokter dapat mencari penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai. (nr*)









