Tempe vs Tahu: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh? Ini Faktanya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tempe dan tahu. (Dok. Pexels)

Foto: Tempe dan tahu. (Dok. Pexels)

Jakarta, seriusnews.id-Tempe dan tahu menjadi dua sumber protein nabati yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Keduanya berasal dari kedelai dan memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh.

Ahli gizi menjelaskan bahwa tempe dan tahu mengandung isoflavon, yaitu senyawa nabati yang membantu menurunkan risiko beberapa jenis kanker serta menjaga kesehatan jantung. Isoflavon juga membantu menyeimbangkan hormon dalam tubuh.

Baca Juga :  7 Manfaat Telur Kampung Rebus untuk Kesehatan Tubuh

Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi kedelai dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida. Tempe dan tahu sama-sama menekan risiko penyakit jantung melalui efek tersebut.

Tempe memiliki keunggulan karena mengandung prebiotik alami. Kandungan ini membantu pertumbuhan bakteri baik di usus, melancarkan pencernaan, mengurangi peradangan, dan mendukung metabolisme tubuh.

Baca Juga :  Sering Makan Malam Larut? Hati-Hati, Insulin Bisa Terganggu dan Gula Darah Naik

Penelitian juga menunjukkan tempe merangsang pertumbuhan bakteri baik seperti Bifidobacterium. Sementara itu, tahu tetap memberikan manfaat serupa, meski tidak mengandung prebiotik sebanyak tempe.

Ahli gizi menyarankan masyarakat mengolah tempe dan tahu dengan cara yang lebih sehat, seperti memanggang, menumis, atau membacemnya.Mereka juga menyarankan untuk menghindari penggorengan agar kandungan gizinya tetap terjaga. (nr*)

Berita Terkait

Pemko Pariaman Luncurkan Layanan Antar Jemput Gratis untuk Pasien Rujukan RSUD dr Sadikin
Sumbar Siapkan Ratusan Faskes Guna Deteksi Dini Kanker
Gubernur Mahyeldi Desak Percepatan Deteksi Dini Kanker Sumbar Melalui Kolaborasi Lintas Sektor
Gubernur Mahyeldi Ajak Jadikan Budaya Bersih Gaya Hidup
Guru Besar ITB: Keamanan Galon Polikarbonat Bebas Risiko Kanker
Deteksi Kasus Rendah, Pemko Padang Gencarkan Pelacakan Massal Penyakit TB di Kuranji
Pemko Padang Siapkan 700 Dosis Vaksin PMK Gratis untuk Lindungi Ternak Warga
Banyak WNI Berobat ke Luar Negeri, Guru Besar Unand Beberkan Lima Penyebab Utamanya
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:00 WIB

Pemko Pariaman Luncurkan Layanan Antar Jemput Gratis untuk Pasien Rujukan RSUD dr Sadikin

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:00 WIB

Sumbar Siapkan Ratusan Faskes Guna Deteksi Dini Kanker

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:00 WIB

Gubernur Mahyeldi Desak Percepatan Deteksi Dini Kanker Sumbar Melalui Kolaborasi Lintas Sektor

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:00 WIB

Gubernur Mahyeldi Ajak Jadikan Budaya Bersih Gaya Hidup

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:00 WIB

Guru Besar ITB: Keamanan Galon Polikarbonat Bebas Risiko Kanker

Berita Terbaru