SUNGAI PENUH, jentik.id – Warga Luhah Rio Mendiho memeriahkan penyambutan Tiang Karamentang dalam rangkaian Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh, Kamis (11/6/2026).
Sejak pagi, masyarakat bergotong royong menebang bteung untuk Tiang Karamentang. Mereka kemudian mengarak kayu tersebut menuju lokasi Kenduri Sko sambil menjalankan tradisi adat yang telah mereka wariskan dari generasi ke generasi.
Sepanjang perjalanan, warga menunjukkan kekompakan dan semangat kebersamaan. Mereka bahu-membahu membawa bteung, sementara warga lainnya memenuhi jalur prosesi untuk menyaksikan arak-arakan adat.
Setelah tiba di lokasi acara, warga Rio Mendiho menampilkan hulu baleang atau seni silat tradisional sebagai bentuk penghormatan kepada Tiang Karamentang. Pertunjukan itu membuat suasana semakin meriah dan menarik perhatian masyarakat yang hadir.
Lantunan sike turut mengiringi masuknya Tiang Karamentang ke arena Kenduri Sko. Syair adat tersebut membangkitkan semangat para anak jantan yang mengawal prosesi sekaligus memperkuat nuansa budaya dalam kegiatan itu.
Ratusan warga mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias. Mereka menunjukkan kepedulian terhadap adat dan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat hingga saat ini.
Tiang Karamentang memegang peran penting dalam Kenduri Sko. Kehadirannya memperkuat nilai persaudaraan, menumbuhkan semangat gotong royong, dan menjaga keberlangsungan tradisi di lingkungan masyarakat Luhah Rio Mendiho.
Melalui kegiatan ini, masyarakat menegaskan komitmen untuk melestarikan warisan budaya Sungai Penuh serta meneruskannya kepada generasi berikutnya. (nr*)









