Tubuh Terlihat Kurus Belum Tentu Sehat, Waspadai Skinny Fat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi (Photo by happyveganfit via Pixabay)

Foto: Ilustrasi (Photo by happyveganfit via Pixabay)

Jakarta, seriusnews.id-Tubuh kurus tidak selalu menandakan kondisi sehat. Dokter mengingatkan adanya kondisi skinny fat atau normal weight obesity, yaitu saat seseorang memiliki berat badan normal tetapi kadar lemak tubuh tinggi dan massa otot rendah.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius meski penampilan tubuh terlihat ideal.

Skinny Fat Bisa Picu Penyakit Berbahaya

Dokter spesialis gizi, dr. Putri Sakti Dwi Permanasari, menjelaskan bahwa banyak orang masih menganggap obesitas hanya terlihat dari bentuk tubuh. Padahal, obesitas termasuk penyakit metabolik yang juga bisa menyerang orang bertubuh kurus.

Menurutnya, seseorang dengan otot rendah dan lemak tinggi tetap memiliki risiko penyakit yang besar, bahkan bisa lebih tinggi dibanding penderita obesitas biasa.

Berat Badan Normal Belum Tentu Sehat

dr. Putri menegaskan bahwa pemeriksaan berat badan saja tidak cukup untuk menilai kesehatan tubuh. Selain indeks massa tubuh (BMI), seseorang juga perlu memperhatikan kadar lemak dan massa otot.

Baca Juga :  Ribuan Peserta Meriahkan UNANDRun 2026 dan Jalan Sehat Dies Natalis

Ia menyarankan masyarakat rutin mengukur lingkar pinggang untuk mendeteksi obesitas sentral.

  • Perempuan: lebih dari 80 cm
  • Laki-laki: lebih dari 90 cm

Lingkar pinggang berlebih menunjukkan penumpukan lemak yang dapat memicu gangguan kesehatan.

Banyak Faktor Memicu Obesitas

Menurut dr. Putri, obesitas tidak hanya muncul akibat pola makan. Faktor genetik, hormon, stres, kualitas tidur, hingga gaya hidup juga berpengaruh besar.

Karena itu, penanganan obesitas membutuhkan komitmen jangka panjang, bukan sekadar diet ekstrem atau olahraga sesaat.

Lemak Visceral Lebih Berbahaya

Dokter Gia Pratama juga menyoroti bahaya lemak visceral, yaitu lemak yang menumpuk di sekitar organ tubuh.

Baca Juga :  Sudah Makan Sedikit Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya

Lemak ini dapat mengganggu fungsi hati, ginjal, pankreas, hingga jantung. Bahkan, seseorang tetap bisa memiliki lemak visceral tinggi meski tubuhnya terlihat kurus.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko penyakit serius seperti diabetes, stroke, dan serangan jantung.

Usia Serangan Jantung Semakin Muda

dr. Gia mengungkapkan bahwa usia penderita serangan jantung di Indonesia kini semakin muda.

Jika pada 2013 rata-rata penderita berusia sekitar 50 tahun, kini banyak kasus muncul pada usia awal 40-an. Kondisi ini menunjukkan pentingnya menjaga komposisi tubuh, bukan hanya mengejar berat badan ideal.

Dokter pun mengimbau masyarakat untuk menjaga pola makan, rutin berolahraga, tidur cukup, dan mengurangi stres agar tubuh tetap sehat secara menyeluruh. (nr*)

Berita Terkait

Tingkatkan Mutu Layanan, RS M Djamil Padang Gembleng Kepemimpinan Pejabat Rumah Sakit
Sekda Sumbar Tegaskan Pentingnya Vaksinasi HPV demi Cegah Kanker Serviks
Dampak Kabut Asap Karhutla, Ratusan Ribu Warga Terpapar ISPA di 7 Provinsi
Ribuan Peserta Meriahkan UNANDRun 2026 dan Jalan Sehat Dies Natalis
RSUP M Djamil Edukasi ASN Daftarkan Anggota Keluarga Tambahan ke JKN
Pemko Pariaman Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Penyakit
Andre Rosiade Tuntaskan Kebutuhan Air Bersih RSUP M Djamil Padang Lewat Sumur Bor 124 Meter
TP PKK Padang Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Hari Jantung Sedunia
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Tingkatkan Mutu Layanan, RS M Djamil Padang Gembleng Kepemimpinan Pejabat Rumah Sakit

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Sekda Sumbar Tegaskan Pentingnya Vaksinasi HPV demi Cegah Kanker Serviks

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Dampak Kabut Asap Karhutla, Ratusan Ribu Warga Terpapar ISPA di 7 Provinsi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ribuan Peserta Meriahkan UNANDRun 2026 dan Jalan Sehat Dies Natalis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:43 WIB

RSUP M Djamil Edukasi ASN Daftarkan Anggota Keluarga Tambahan ke JKN

Berita Terbaru

Pemko Padang memacu proyek trotoar di Pasar Raya dan Jalan Samudera.(poto: padangkita.com).

Regional

Pemko Padang Kebut Jalur Pedestrian Pasar Raya dan Pantai

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:58 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).(poto: istimewa).

Nasional

Prabowo Buka Rakornas TPAKD, Mahyeldi Pacu Finansial Warga

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:53 WIB

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, memimpin langsung jalannya upacara sebagai inspektur pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026.(poto: radarsumbar.com).

Islami

Ratusan Santri Meriahkan Hari Santri 2026 di Pariaman

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:49 WIB

Ilustrasi Tim SAR gabungan menyisir aliran sungai dengan perahu karet untuk mencari balita hilang di Padang Pariaman.(poto: AI).

Regional

Balita 2 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Padang Pariaman

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:44 WIB