Sumatera Barat, seriusnews.id – Universitas Andalas (Unand) menggelar prosesi wisuda periode ketiga tahun 2026 yang terbagi dalam dua hari pelaksanaan. Acara pengukuhan ini memproyeksikan total kelulusan mahasiswa mencapai sekitar 1.300 orang secara keseluruhan. Pada hari pertama pelaksanaannya, pihak kampus meresmikan sebanyak 677 lulusan dalam sidang terbuka, Sabtu (11/7/2026).
Momentum sakral ini menjadi langkah awal bagi para alumni untuk memasuki dinamika dunia kerja yang sesungguhnya. Prosesi wisuda Universitas Andalas Padang kali ini membawa pesan mendalam mengenai integrasi teknologi dalam ekosistem profesional saat ini.
Lulusan Harus Mampu Beradaptasi dengan Kemajuan AI
Rektor Unand, Efa Yonnedi, memberikan perhatian khusus terhadap akselerasi teknologi kecerdasan buatan dalam pidatonya. Ia mendorong seluruh lulusan Unand agar fasih memanfaatkan instrumen AI guna mendongkrak produktivitas kerja. Langkah ini penting agar para alumni memiliki daya saing tinggi saat memasuki korporasi maupun instansi pemerintah.
“AI jangan digunakan sebagai alat bantu yang menginginkan jawaban instan, tapi AI digunakan untuk tetap melatih cara berpikir kritis dan kreatif,” ujar Efa Yonnedi di hadapan para wisudawan.
Rektor mengingatkan bahwa para lulusan tidak boleh menggantungkan seluruh tugas dan tanggung jawab pada kecerdasan buatan. Sebaliknya, tenaga kerja masa depan harus memposisikan teknologi ini sebagai sarana penunjang untuk mengasah pola pikir yang solutif.
Kampus Izinkan Mahasiswa Gunakan AI Secara Etis
Secara institusional, Unand sendiri telah menerapkan kebijakan longgar yang mengizinkan mahasiswa menggunakan AI dalam aktivitas akademik. Mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi ini untuk menyusun tugas harian maupun tugas akhir kuliah. Kendati demikian, pihak kampus mewajibkan kepatuhan mutlak terhadap kaidah ilmiah yang berlaku di dunia pendidikan.
Manajemen universitas menegaskan sikap zero tolerance atau tidak menoleransi sama sekali segala bentuk tindakan plagiarisme. Sivitas akademika harus menggunakan platform digital tersebut secara etis demi menjaga integritas dan marwah institusi pendidikan.
Mahasiswa boleh menjadikan teknologi pintar ini sebagai pedoman riset atau alat bantu pengolahan data besar (big data). Fungsionalitas tersebut bertujuan untuk mempercepat proses penelitian ilmiah, bukan untuk memproduksi karya tulis secara otomatis.
Alumni Unand Mulai Dominasi Sektor Industri Baru
Rektor Unand juga memaparkan empat modal keterampilan utama atau konsep 4C yang wajib melekat pada diri lulusan global. Keterampilan krusial tersebut mencakup pemikiran kritis (critical thinking) dan pemikiran kreatif dalam memecahkan masalah (creative thinking). Selain itu, lulusan juga harus menguasai kemampuan komunikasi yang baik (communication) serta kapasitas kolaborasi tim (collaboration).
Terkait penyerapan tenaga kerja, hasil penelusuran rekam jejak atau tracer study menunjukkan capaian positif bagi kampus. Sebanyak 76 persen lulusan Unand tahun 2024 sukses memperoleh pekerjaan pertama mereka dalam kurun waktu kurang dari enam bulan.
Angka serapan ini bergerak semakin dekat menuju target strategis universitas yang berada pada level 80 persen. Efa Yonnedi mengakui bahwa standar serapan ideal untuk perguruan tinggi berkelas dunia idealnya menyentuh angka 98 persen.
Saat ini, sebaran alumni Unand telah menjangkau berbagai sektor lapangan kerja secara luas di tingkat nasional. Lulusan banyak mengisi formasi di sektor pemerintahan, industri pertanian, peternakan, serta lembaga jasa keuangan.
Menariknya, alumni Unand kini mulai merambah dan mendominasi sektor industri baru yang dinamis. Perusahaan rintisan atau startup banyak merekrut lulusan Unand untuk mengisi posisi strategis seperti analis data, spesialis pemasaran, hingga pakar ilmu komunikasi.(ar)









