Banyak WNI Berobat ke Luar Negeri, Guru Besar Unand Beberkan Lima Penyebab Utamanya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru Besar Administrasi Layanan  Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Prof Rima Semiarty.( poto : ANTARA ).

Guru Besar Administrasi Layanan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Prof Rima Semiarty.( poto : ANTARA ).

Padang, seriusnews.id – Fenomena WNI berobat luar negeri terus menjadi perhatian dalam pembangunan kesehatan nasional. Guru Besar Administrasi Layanan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), Prof Rima Semiarty, menilai pengalaman pasien menjadi alasan utama masyarakat memilih layanan kesehatan di negara lain. Menurutnya, pengalaman pelayanan memberi pengaruh lebih besar daripada teknologi maupun kemampuan tenaga medis.

Prof Rima menyampaikan pandangan tersebut di Padang, Minggu. Ia menjelaskan bahwa kualitas komunikasi, kepastian layanan, kemudahan akses, transparansi informasi, dan kenyamanan selama menjalani pengobatan membentuk kepercayaan pasien terhadap rumah sakit.

“Dari perspektif administrasi layanan kesehatan menunjukkan bahwa keputusan pasien berobat ke luar negeri banyak dipengaruhi oleh pengalaman pelayanan yang mereka rasakan,” kata Prof Rima.

Pengalaman Pasien Mendorong Keputusan Memilih Layanan Kesehatan Terbaik

Prof Rima menilai peningkatan jumlah masyarakat Indonesia yang mencari layanan kesehatan ke Malaysia, Singapura, dan negara lain menjadi tantangan besar bagi pembangunan kesehatan nasional.

Setiap tahun, jutaan warga Indonesia memilih menjalani pemeriksaan maupun pengobatan di luar negeri. Pilihan itu membuat Indonesia kehilangan devisa dalam jumlah besar.

Prof Rima menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya mempertimbangkan teknologi atau kompetensi tenaga kesehatan saat menentukan rumah sakit. Mereka juga menilai kualitas pelayanan sejak pertama datang hingga menyelesaikan proses pengobatan.

Baca Juga :  Dies Natalis ke-70 UNAND: Menuju Reputasi Global dan Kolaborasi Riset Nasional

Ia menjelaskan bahwa pelayanan yang cepat, ramah, jelas, dan memberi kepastian mampu meningkatkan rasa percaya masyarakat. Sebaliknya, pelayanan yang lambat atau kurang komunikatif membuat kepercayaan pasien menurun.

Lima Persoalan Utama Turunkan Kepercayaan Pasien Terhadap Rumah Sakit

Prof Rima menemukan lima persoalan utama melalui penelitiannya.

Persoalan pertama muncul pada komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien yang belum berjalan optimal. Akibatnya, sebagian pasien belum memperoleh informasi yang jelas mengenai layanan maupun tindakan medis.

Persoalan kedua berkaitan dengan akses terhadap dokter spesialis dan subspesialis yang belum merata. Kondisi itu membuat sebagian masyarakat kesulitan memperoleh layanan sesuai kebutuhan.

Persoalan ketiga muncul karena rumah sakit belum menyajikan informasi layanan secara terbuka. Berikutnya berkaitan dengan budaya pelayanan yang belum sepenuhnya menempatkan pasien sebagai fokus utama.

Persoalan kelima muncul karena seluruh unsur pelayanan kesehatan belum membangun ekosistem yang saling terhubung. Kondisi tersebut mengurangi kepuasan sekaligus menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit di Indonesia.

Baca Juga :  Unand Tembus Peringkat 401–600 Dunia pada THE Sustainability Impact Ratings 2026

“Berbagai faktor tersebut pada akhirnya memengaruhi tingkat kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit di dalam negeri,” ujar Prof Rima.

Rumah Sakit Perlu Perkuat Pelayanan Demi Kepercayaan Masyarakat Nasional

Prof Rima meminta seluruh pemangku kepentingan segera memperkuat transformasi layanan kesehatan. Menurutnya, transformasi itu harus menempatkan kepercayaan masyarakat sebagai tujuan utama.

Ia menawarkan tiga langkah yang dapat segera dijalankan. Rumah sakit perlu memperkuat pelayanan yang lebih humanis dan berpusat pada pasien.

Selanjutnya, seluruh pihak perlu menghadirkan sistem pelayanan yang cepat, pasti, dan transparan. Langkah tersebut akan membantu masyarakat memperoleh kepastian selama menjalani proses pengobatan.

Selain itu, pemerintah, rumah sakit, perguruan tinggi, organisasi profesi, dunia usaha, dan masyarakat perlu memperkuat kolaborasi. Sinergi itu akan mempercepat peningkatan mutu pelayanan kesehatan nasional.

Prof Rima berharap rumah sakit mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengembalikan kepercayaan publik. Dengan langkah tersebut, layanan kesehatan nasional dapat berkembang menjadi lebih bermutu, lebih berkeadilan, serta mampu memenuhi harapan masyarakat di dalam negeri.(ar)

Berita Terkait

Tips Aman Makan Nasi Padang untuk Penderita Diabetes
Tingkatkan Mutu Layanan, RS M Djamil Padang Gembleng Kepemimpinan Pejabat Rumah Sakit
Sekda Sumbar Tegaskan Pentingnya Vaksinasi HPV demi Cegah Kanker Serviks
Dampak Kabut Asap Karhutla, Ratusan Ribu Warga Terpapar ISPA di 7 Provinsi
Ribuan Peserta Meriahkan UNANDRun 2026 dan Jalan Sehat Dies Natalis
RSUP M Djamil Edukasi ASN Daftarkan Anggota Keluarga Tambahan ke JKN
Pemko Pariaman Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Penyakit
Andre Rosiade Tuntaskan Kebutuhan Air Bersih RSUP M Djamil Padang Lewat Sumur Bor 124 Meter
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Tips Aman Makan Nasi Padang untuk Penderita Diabetes

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Tingkatkan Mutu Layanan, RS M Djamil Padang Gembleng Kepemimpinan Pejabat Rumah Sakit

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Sekda Sumbar Tegaskan Pentingnya Vaksinasi HPV demi Cegah Kanker Serviks

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Dampak Kabut Asap Karhutla, Ratusan Ribu Warga Terpapar ISPA di 7 Provinsi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ribuan Peserta Meriahkan UNANDRun 2026 dan Jalan Sehat Dies Natalis

Berita Terbaru

Rais A’am KH Miftachul Akhyar dan Ketum PBNU Gus Kikin pimpin Apel Hari Santri 2026 di Ponpes Tebuireng Jombang, Kamis (22/10).(poto: kompas.com).

Nasional

Gus Kikin Tegaskan PBNU Kembali ke Akar Tradisi Pesantren

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:31 WIB

Forum sosialisasi bersama kelompok nelayan Batang Arau dan Pantai Manis di kantor dinas terkait pada Jumat (23/10/2026).(poto: padangkita.com).

Ekonomi

KNMP Batang Arau Siap Pacu Ekonomi Nelayan Padang

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:19 WIB

Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan mengadakan edukasi kesehatan di Poliklinik Khusus dengan mengangkat tema “Review Makanan Khas Sumatera Barat untuk Pasien Diabetes Melitus”.(poto: padangkita.com).

Kesehatan

Tips Aman Makan Nasi Padang untuk Penderita Diabetes

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:14 WIB

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menjelaskan bahwa SPKT berperan sebagai pintu gerbang utama kepolisian.(poto: padangkita.com).

Regional

Polda Sumbar Pastikan Urus Surat Kehilangan Gratis

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:09 WIB

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova.(poto: padangkita.com).

Pendidikan

Pra-OSN SMP Sumbar 2026 Perdana Bergulir di Padang

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:05 WIB