Jakarta, seriusnews.id-Masalah GERD tidak hanya menyerang fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi mental. Banyak penderita mengalami kecemasan yang kemudian memperparah gangguan lambung. Kondisi ini membentuk “lingkaran setan” antara tubuh dan pikiran.
Untuk memutusnya, para ahli kini mendorong pendekatan baru melalui Protokol 5R.
Pendekatan Holistik untuk Penyembuhan
Dokter spesialis gizi klinik, Ratri Saumi menegaskan bahwa penanganan GERD tidak cukup hanya dengan obat penurun asam lambung.
Ia menekankan pentingnya perbaikan menyeluruh pada sistem pencernaan sekaligus gaya hidup. Karena itu, Protokol 5R hadir sebagai metode komprehensif untuk memulihkan kesehatan lambung secara alami.
Apa Itu Protokol 5R?
Protokol 5R terdiri dari lima langkah utama yang saling terhubung:
- Remove
Hilangkan pemicu iritasi, baik dari makanan maupun stres. - Replace
Tambahkan enzim dan zat penting agar sistem pencernaan bekerja optimal. - Reinoculate
Masukkan kembali bakteri baik (probiotik) untuk menjaga keseimbangan usus. - Repair
Perbaiki lapisan lambung yang mengalami kerusakan. - Rebalance
Seimbangkan pola hidup dan kelola stres agar hubungan otak dan pencernaan tetap stabil.
Pendekatan ini tidak hanya fokus pada gejala, tetapi juga menyasar akar masalah.
Hubungan Lambung dan Kecemasan
Psikolog klinis Mutia Qoriana menjelaskan bahwa iritasi lambung dapat mengirim sinyal bahaya ke otak. Akibatnya, tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol.
Kondisi ini sering memicu rasa sesak di dada, bahkan ketakutan berlebihan hingga muncul thanatophobia atau rasa takut akan kematian.
Karena itu, pasien perlu mengelola stres dan memperbaiki pola makan secara bersamaan.
Peran Nutrisi dalam Pemulihan
Pengalaman praktisi kesehatan Dera Nur Tresna menunjukkan bahwa makanan sehat belum tentu efektif jika rasanya tidak disukai.
Ia menemukan bahwa rasa makanan dapat memengaruhi kondisi psikologis pasien. Jika makanan terasa tidak enak, pasien justru bisa stres dan kehilangan nafsu makan.
Berangkat dari hal tersebut, ia mengembangkan Nutriged, sereal multigrain yang dirancang sebagai comfort food. Produk ini membantu proses perbaikan lambung sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi.
Rasa Juga Penting
Peneliti nutraseutikal Ramdani Husnul Huluq menegaskan bahwa rasa makanan berperan penting dalam pemulihan.
Ia bahkan melibatkan anak kecil sebagai panelis uji rasa. Menurutnya, jika anak-anak menyukai rasanya, pasien dewasa juga akan merasa lebih nyaman saat mengonsumsinya.
Protokol 5R menawarkan pendekatan baru yang lebih menyeluruh untuk mengatasi GERD dan kecemasan. Metode ini menggabungkan perbaikan pola makan, keseimbangan mikrobioma, serta pengelolaan stres.
Dengan dukungan nutrisi yang tepat dan gaya hidup sehat, penderita memiliki peluang lebih besar untuk pulih dan kembali beraktivitas tanpa rasa takut. (nr*)









