Sering Makan Malam Larut? Hati-Hati, Insulin Bisa Terganggu dan Gula Darah Naik

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi emotional eating. Kebiasaan mengonsumsi camilan di malam hari ternyata dapat mengacaukan sistem metabolisme dan memicu lonjakan gula darah.(FREEPIK)

Ilustrasi emotional eating. Kebiasaan mengonsumsi camilan di malam hari ternyata dapat mengacaukan sistem metabolisme dan memicu lonjakan gula darah.(FREEPIK)

Jakarta, seriusnews.id-Kebiasaan makan malam terlalu larut ternyata dapat mengganggu kerja hormon insulin dalam tubuh. Kondisi ini membuat pengolahan gula darah menjadi tidak optimal, terutama saat tubuh mulai bersiap untuk beristirahat.

Penelitian menunjukkan tubuh manusia mengalami penurunan sensitivitas insulin pada malam hari. Akibatnya, makanan yang dikonsumsi larut malam lebih mudah memicu lonjakan gula darah dibandingkan saat siang hari.

Metabolisme Tubuh Melambat di Malam Hari

Saat malam tiba, tubuh secara alami mengubah ritme kerja organ. Sistem metabolisme glukosa berjalan lebih lambat karena tubuh mulai memasuki fase istirahat.

Karbohidrat yang masuk ke tubuh akan diubah menjadi glukosa, lalu insulin mengarahkannya ke sel sebagai energi. Namun pada malam hari, proses ini berjalan kurang efektif.

Akibatnya, konsumsi makanan tinggi karbohidrat menjelang tidur bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang lebih tajam.

Hormon Tidur Turunkan Kinerja Insulin

Hormon melatonin yang meningkat di malam hari berperan mengatur siklus tidur. Namun, hormon ini juga memengaruhi kerja insulin.

Baca Juga :  Stres Menumpuk? 5 Makanan Ini Bisa Bantu Turunkan Kortisol

Saat kadar melatonin naik, tubuh menurunkan produksi insulin dan mengurangi sensitivitas sel terhadap gula darah. Kondisi ini membuat tubuh lebih sulit mengontrol kadar glukosa setelah makan malam.

Penelitian juga menunjukkan makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat meningkatkan kadar melatonin hingga beberapa kali lipat, sehingga memperburuk metabolisme gula darah.

Ritme Biologis Terganggu

Makan larut malam memaksa sistem pencernaan bekerja saat tubuh seharusnya beristirahat. Hal ini menciptakan konflik dengan ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh.

Organ pencernaan menjadi aktif di waktu yang tidak tepat, sehingga proses metabolisme tidak berjalan optimal. Jika kebiasaan ini terus terjadi, tubuh bisa kehilangan keseimbangan dalam mengatur energi dan gula darah.

Dampak Jangka Panjang

Jika seseorang sering makan malam terlalu larut, tubuh bisa mengalami gangguan metabolisme. Salah satunya adalah penurunan kemampuan mengatur gula darah secara stabil.

Baca Juga :  Bukan Kopi! Mahasiswa IPB Ciptakan Minuman Bunga Telang yang Bikin Rileks

Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti resistensi insulin hingga diabetes tipe 2, terutama jika disertai pola makan tidak sehat.

Cara Mengatur Camilan Malam agar Lebih Aman

Ahli gizi menyarankan beberapa langkah sederhana bagi yang tetap ingin makan sebelum tidur:

  • Konsumsi protein seperti telur rebus atau yogurt
  • Pilih karbohidrat kompleks seperti gandum utuh atau buah
  • Tambahkan lemak sehat seperti kacang atau alpukat
  • Jaga porsi tetap kecil
  • Beri jeda 2–3 jam antara makan terakhir dan waktu tidur

Dengan pengaturan ini, tubuh dapat mengurangi risiko lonjakan gula darah secara signifikan.

Makan malam terlalu larut dapat mengganggu kerja hormon insulin dan memicu lonjakan gula darah. Hal ini terjadi karena metabolisme tubuh melambat, hormon melatonin meningkat, dan ritme biologis terganggu.

Dengan mengatur waktu makan dan memilih makanan yang tepat, tubuh dapat menjaga kestabilan gula darah serta mendukung kesehatan metabolisme jangka panjang. (nr*)

Berita Terkait

RS M Djamil Gelar Layanan Kesehatan Gratis di CFD Padang
RSUP Dr M Djamil Padang Perkuat Layanan Operasi Jantung Anak Melalui Kolaborasi Internasional
Pemko Padang Optimalkan Peran UKS Lewat FGD
Semen Padang Hospital Gelar Promo Rehabilitasi Medik Diskon 15 Persen
Puskesmas Anak Air Meluncurkan Inovasi Cegah Stunting Padang Melalui Program Bulek Rancak
RS M. Djamil Operasi Enam Anak Penderita Jantung Bawaan
RS M Djamil Padang Gandeng Saudi Perkuat Bedah Jantung Anak
Gubernur Mahyeldi Resmikan PEC Premium Clinic, Sinergi Bank Nagari dan Padang Eye Center Capai Rp140 Miliar
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:32 WIB

RS M Djamil Gelar Layanan Kesehatan Gratis di CFD Padang

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:00 WIB

RSUP Dr M Djamil Padang Perkuat Layanan Operasi Jantung Anak Melalui Kolaborasi Internasional

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:00 WIB

Pemko Padang Optimalkan Peran UKS Lewat FGD

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:00 WIB

Semen Padang Hospital Gelar Promo Rehabilitasi Medik Diskon 15 Persen

Senin, 27 Juli 2026 - 12:00 WIB

Puskesmas Anak Air Meluncurkan Inovasi Cegah Stunting Padang Melalui Program Bulek Rancak

Berita Terbaru

Pemerintah Kota Padang meresmikan kemitraan Sister City Padang bersama Pemerintah Kota Hildesheim, Jerman.(poto: padangkita.com).

Pemerintahan

Pemko Padang Perbarui Kemitraan Sister City Hildesheim Jerman

Jumat, 7 Agu 2026 - 02:00 WIB

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengajak Praja IPDN asal Sumbar untuk bersiap menjadi birokrat masa depan yang berintegritas tinggi.(poto: padangkita.com).

Pemerintahan

Gubernur Mahyeldi Dorong Praja IPDN Sumbar Jadi Birokrat Adaptif

Kamis, 6 Agu 2026 - 23:59 WIB