Sering Disamakan, Ternyata Influenza dan Pilek Beda Jauh! Ini Faktanya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: Getty Images/nopparit)

Ilustrasi (Foto: Getty Images/nopparit)

JAKARTA, seriusnews.id – Masyarakat masih sering menyamakan influenza dengan pilek biasa (common cold). Padahal, pakar imunologi menegaskan kedua penyakit ini berbeda, terutama dari tingkat keparahan dan risiko komplikasi.

Pakar imunologi sekaligus Ketua PERALMUNI, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD-KAI, menjelaskan bahwa influenza menunjukkan gejala lebih berat dibandingkan pilek biasa.

“Jika demam tinggi dan badan sangat tidak enak, itu mengarah ke flu. Jika hanya bersin dan batuk tanpa demam tinggi, biasanya pilek biasa,” ujarnya.

Perbedaan gejala influenza dan pilek

Influenza biasanya muncul dengan demam tinggi mendadak selama 3–4 hari. Sementara pilek jarang menimbulkan demam.

Baca Juga :  Telur Rebus tiap Hari, Tubuh Bisa Lebih Sehat?

Pasien flu juga sering mengalami sakit kepala berat, nyeri tubuh, serta rasa lemah yang bisa bertahan hingga berminggu-minggu. Pada pilek, gejala ini umumnya ringan atau tidak muncul.

Sebaliknya, pilek lebih sering menimbulkan bersin-bersin dan hidung tersumbat. Gejala ini hanya muncul sesekali pada influenza.

Risiko komplikasi lebih berat pada flu

Iris menegaskan influenza dapat memicu komplikasi serius seperti pneumonia, gagal ginjal, hingga gagal hati. Kondisi ini bahkan bisa mengancam nyawa.

Sementara itu, pilek biasa umumnya hanya menimbulkan komplikasi ringan seperti infeksi sinus atau telinga.

Baca Juga :  Waspada! Ini Daftar Makanan yang Bisa Picu Asma Kambuh

Influenza terjadi sepanjang tahun

Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI, dr. Sukamto Koesnoe, SpPD-KAI, menjelaskan bahwa influenza tidak hanya muncul di negara empat musim. Di Indonesia, virus ini beredar sepanjang tahun dengan dua puncak kasus.

Ia mengutip riset CDC di Jakarta Timur yang menunjukkan 3 dari 10 pasien dengan gejala mirip flu ternyata positif influenza.

“Vaksinasi tidak mencegah 100 persen, tetapi dapat menurunkan risiko gejala berat, rawat inap, dan kematian,” jelasnya. (nr*)

Berita Terkait

Wamenkes Tinjau Skrining TBC di Padang untuk Capai Eliminasi 2030
Pemko Padang dan PMI Perkuat Penanganan Krisis Kabut Asap di Kota Padang
RSUP Dr. M. Djamil Gelar SIV Clinical Trial Tenacity untuk Uji Obat Tenecteplase
Semen Padang Hospital Gelar Konsultasi MCU DPRD Pesisir Selatan
Andre Rosiade Salurkan Bantuan Pengobatan Anak Penderita Sakit Jantung di Padang
Semen Padang Hospital Melayani MCU Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Solok
Kualitas Udara Memburuk, BRI Dharmasraya Bagikan Ratusan Masker Gratis
RS Dr. M. Djamil dan FK Unand Gelar Raker Departemen THT-BKL untuk Tingkatkan Mutu Layanan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 20:28 WIB

Wamenkes Tinjau Skrining TBC di Padang untuk Capai Eliminasi 2030

Kamis, 17 September 2026 - 21:20 WIB

Pemko Padang dan PMI Perkuat Penanganan Krisis Kabut Asap di Kota Padang

Senin, 14 September 2026 - 16:32 WIB

RSUP Dr. M. Djamil Gelar SIV Clinical Trial Tenacity untuk Uji Obat Tenecteplase

Jumat, 11 September 2026 - 15:55 WIB

Semen Padang Hospital Gelar Konsultasi MCU DPRD Pesisir Selatan

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Andre Rosiade Salurkan Bantuan Pengobatan Anak Penderita Sakit Jantung di Padang

Berita Terbaru

Pemerintah Kota Padang menyalurkan bantuan sarana penangkapan ikan kepada kelompok nelayan terdampak bencana di Kecamatan Padang Utara pada Sabtu (19/9/2026).(poto: radarsumbar.com).

Ekonomi

Pemko Padang Serahkan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan Nelayan

Minggu, 20 Sep 2026 - 21:00 WIB