IHSG Tembus 6.000, Menguat 7,38% Sepekan Didukung Aliran Dana dan Sentimen Global

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekerja berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

Pekerja berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

Jakarta, seriusnews.id – IHSG bangkit sepekan ini setelah sebelumnya sempat tertekan hingga level 5.346 pada awal Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kembali menembus level psikologis 6.000 dan menutup perdagangan dengan penguatan signifikan.

Pada Jumat (12/6/2026), IHSG naik 121,62 poin atau 2,07 persen ke posisi 6.007,65. Sepanjang pekan, indeks menguat 7,38 persen dan mencatat salah satu reli mingguan terkuat dalam beberapa bulan terakhir.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penguatan tidak hanya terjadi pada indeks, tetapi juga pada kapitalisasi pasar. Nilai kapitalisasi naik 7,31 persen menjadi Rp 10.524 triliun dari Rp 9.807 triliun pada pekan sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa aktivitas perdagangan juga meningkat. Rata-rata frekuensi transaksi harian naik 4,14 persen menjadi 2,51 juta transaksi.

Selain itu, rata-rata volume transaksi harian ikut menguat 7,46 persen menjadi 36,14 miliar saham dari 33,63 miliar saham pada pekan sebelumnya. Aktivitas ini menunjukkan peningkatan partisipasi investor di pasar.

Dari sisi aliran dana, investor asing mencatatkan beli bersih Rp 286,84 miliar pada hari terakhir perdagangan. Namun secara tahun berjalan 2026, asing masih membukukan jual bersih sebesar Rp 67,344 triliun.

Baca Juga :  Pertamina Gerak Cepat Kirim BBM dan LPG ke Aceh Usai Banjir

Rupiah dan Sentimen Global Dorong Penguatan

Pelaku pasar melihat penguatan IHSG tidak terlepas dari membaiknya sentimen global dan domestik. Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai peningkatan volume pembelian menjadi salah satu pendorong utama reli.

Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memperkuat optimisme investor. Kondisi ini membantu menurunkan tekanan terhadap pasar keuangan domestik.

Dari sisi global, meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran ikut memperbaiki sentimen pasar. Harapan terbukanya kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz mendorong harga minyak dunia melemah sehingga tekanan inflasi global ikut berkurang.

Selain itu, arus dana masuk ke pasar saham dan obligasi domestik ikut menguat. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah tenor lima dan 10 tahun memperkuat indikasi masuknya kembali minat investor.

Tiga Katalis Utama Penguatan IHSG

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menilai reli 7,38 persen menandai peralihan pasar dari fase panik awal bulan menuju fase pemulihan.

Baca Juga :  Kabar Baru! Harga BBM Pertamina Resmi Naik

Ia mencatat tiga faktor utama yang mendorong penguatan IHSG. Pertama, dorongan pembelian kembali (buyback) saham BUMN oleh bank Himbara, Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, dan Taspen. Langkah ini memperkuat kepercayaan investor dan sempat memicu lonjakan harian signifikan pada 9 Juni 2026.

Kedua, tekanan jual investor asing mulai mereda meski secara tahun berjalan masih terjadi arus keluar dana cukup besar. Kondisi ini memberi ruang lebih besar bagi investor domestik untuk menggerakkan pasar.

Ketiga, pasar merespons positif kabar penyesuaian anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebelumnya, program ini sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap defisit fiskal, namun penyesuaian anggaran meredakan kekhawatiran tersebut.

Meski menguat tajam, analis memperkirakan IHSG berpotensi menghadapi tekanan aksi ambil untung pada awal pekan berikutnya. Investor cenderung merealisasikan keuntungan setelah reli yang cukup panjang.

Herditya memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 5.988 dan resistance 6.060 pada perdagangan Senin (15/6/2026).

Pelaku pasar juga masih akan mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah serta pergerakan rupiah terhadap dolar AS. Faktor-faktor tersebut berpotensi menentukan arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.(ar)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Naik Tipis ke Rp2,711 Juta per Gram, Ini Rincian Terbaru Logam Mulia
Investor Wajib Tahu, “Quiet Investing” Jadi Kunci Hadapi Gejolak Pasar 2026
Prabowo Tutup 3 ribu Dapur MBG, Ini Penjelasan
PT Tren Gen Horizon Resmi Kantongi HAKI dari DJKI, Perkuat Bisnis Periklanan Digital
Cabai dan Daging Naik di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh
Pertamina Gerak Cepat Kirim BBM dan LPG ke Aceh Usai Banjir
Begini Perjuangan Pertamina Kirim BBM ke Pelosok Indonesia
Produksi Migas PHI Melejit, Target Kuartal I 2026 Terlampaui
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:00 WIB

Harga Emas Antam Naik Tipis ke Rp2,711 Juta per Gram, Ini Rincian Terbaru Logam Mulia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:00 WIB

IHSG Tembus 6.000, Menguat 7,38% Sepekan Didukung Aliran Dana dan Sentimen Global

Senin, 25 Mei 2026 - 07:00 WIB

Investor Wajib Tahu, “Quiet Investing” Jadi Kunci Hadapi Gejolak Pasar 2026

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:24 WIB

Prabowo Tutup 3 ribu Dapur MBG, Ini Penjelasan

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:01 WIB

PT Tren Gen Horizon Resmi Kantongi HAKI dari DJKI, Perkuat Bisnis Periklanan Digital

Berita Terbaru