Danantara Pangkas Jumlah BUMN Jadi 200 Perusahaan, Restrukturisasi Tanpa PHK Massal

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

hief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria,( poto : kompas.com )

hief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria,( poto : kompas.com )

Jakarta, seriusnews.id – Restrukturisasi BUMN oleh Danantara menjadi langkah besar dalam penataan perusahaan pelat merah di Indonesia.

Danantara bersama BP BUMN merancang konsolidasi yang akan memangkas jumlah BUMN dari 1.077 menjadi sekitar 200 perusahaan.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melakukan PHK massal dalam proses ini.

Ia menjelaskan bahwa timnya memusatkan perhatian pada perbaikan tata kelola dan model bisnis perusahaan negara.

Pemerintah Temukan Data BUMN Belum Tertata

Dony menjelaskan bahwa jumlah BUMN selama ini tidak pernah memiliki data yang benar-benar konsisten. Ia menyebut angka perusahaan pelat merah terus berubah, mulai dari 888, 900, 972, hingga akhirnya mencapai 1.077 entitas.

Ia menilai kondisi tersebut membuat pemerintah perlu melakukan pendataan ulang secara menyeluruh. Karena itu, Danantara langsung mengumpulkan dan memverifikasi seluruh data BUMN untuk memastikan keakuratan informasi.

“Artinya, jumlah perusahaan BUMN saja kita tidak tahu,” ujar Dony.

Danantara memulai proses restrukturisasi dengan pendataan ulang seluruh entitas BUMN. Tim konsolidasi memeriksa setiap perusahaan untuk memastikan tidak ada data ganda atau struktur yang tumpang tindih.

Baca Juga :  BGN Audit Dapur MBG Saat Libur Sekolah, SPPG Tak Layak Akan Ditutup

Setelah proses verifikasi selesai, Danantara melanjutkan penyederhanaan struktur BUMN. Pemerintah kemudian menggabungkan, menata ulang, dan mengkonsolidasikan sejumlah perusahaan agar lebih efisien.

Dony menegaskan bahwa langkah ini bertujuan membangun sistem BUMN yang lebih ramping, tetapi tetap kuat secara aset dan bisnis.

Dalam transformasi ini, Danantara tidak hanya menjalankan perbaikan keuangan. Dony menegaskan bahwa pihaknya menempatkan business restructuring sebagai prioritas utama.

Ia menjelaskan bahwa perusahaan harus memiliki model bisnis yang sehat sebelum menerima tambahan modal dari negara. Setelah itu, pemerintah dapat memberikan suntikan ekuitas jika perusahaan benar-benar membutuhkannya.

“Kita ubah, kita pastikan bahwa bisnisnya benar dulu, baru kita kasih inject equity jika mereka memerlukan,” kata Dony.

Pendekatan ini menggeser fokus dari sekadar penyelamatan keuangan menjadi pembenahan fundamental operasional perusahaan.

Krakatau Steel Jadi Contoh Perubahan

Dony mencontohkan transformasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai hasil nyata dari pendekatan tersebut. Tim restrukturisasi memperbaiki struktur bisnis dan operasional perusahaan baja nasional itu secara menyeluruh.

Setelah proses itu berjalan, Krakatau Steel berhasil membalikkan kinerja dan kembali mencatatkan keuntungan. Dony menyebut perusahaan tersebut mampu meraih laba sekitar Rp 5 triliun.

Baca Juga :  PT Semen Padang Raih Dua Penghargaan Public Relations Bergengsi

Meski jumlah BUMN akan berkurang secara signifikan, Danantara menegaskan bahwa mereka tidak melakukan PHK massal. Tim restrukturisasi lebih memilih menyederhanakan struktur organisasi untuk meningkatkan efisiensi.

Dony menjelaskan bahwa pengurangan jumlah perusahaan tidak otomatis mengurangi jumlah pekerja. Ia menekankan bahwa perusahaan justru akan memperkuat daya saing setelah konsolidasi selesai.

Langkah ini juga bertujuan menciptakan BUMN yang lebih sehat dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Restrukturisasi besar ini menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk membangun sistem pengelolaan BUMN yang lebih terintegrasi. Pemerintah menargetkan pengelolaan aset negara berjalan lebih efektif setelah jumlah perusahaan dipangkas.

Danantara dan BP BUMN mendorong setiap BUMN memiliki fondasi bisnis yang kuat sebelum menerima pendanaan tambahan. Dengan struktur yang lebih ramping, pemerintah berharap pengawasan dan pengelolaan aset menjadi lebih optimal.

Transformasi ini menandai perubahan besar dalam tata kelola BUMN menuju sistem yang lebih efisien, sehat, dan berkelanjutan.(ar)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Anak Krakatau Memaksa Enam Bandara Tutup Sementara
Erupsi Gunung Anak Krakatau Picu Dentuman dan Getaran di Jawa Barat
BMKG Deteksi 2.671 Titik Panas di Sumatera, Sumsel dan Riau Tertinggi
Cara Cek Desil Bansos DTSEN dan Pemutakhiran Data Kesejahteraan
DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Sah Desember 2026
Prabowo Setujui Usulan BNPB Soal Gudang Logistik Bencana Daerah
Menkomdigi Meutya Hafid Minta KPI Menjaga Kualitas Siaran Era Digital
Misi Kemanusiaan PT Semen Padang Kirim Relawan Bencana NTT
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 20:38 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Memaksa Enam Bandara Tutup Sementara

Minggu, 6 September 2026 - 20:32 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Picu Dentuman dan Getaran di Jawa Barat

Jumat, 4 September 2026 - 20:29 WIB

BMKG Deteksi 2.671 Titik Panas di Sumatera, Sumsel dan Riau Tertinggi

Kamis, 3 September 2026 - 15:33 WIB

Cara Cek Desil Bansos DTSEN dan Pemutakhiran Data Kesejahteraan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:39 WIB

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Sah Desember 2026

Berita Terbaru

Semen Padang Hospital menggelar layanan konsultasi MCU DPRD Pesisir Selatan untuk menjaga kondisi fisik para wakil rakyat.(poto: padangkita.com).

Kesehatan

Semen Padang Hospital Gelar Konsultasi MCU DPRD Pesisir Selatan

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:55 WIB