Fakultas Teknik Universitas Andalas Perkuat Ketahanan Pangan lewat Bioteknologi dan Smart Agriculture

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas Andalas melalui Fakultas Teknik menggelar International Community Development Seminar.( poto : infosumbar.net )

Universitas Andalas melalui Fakultas Teknik menggelar International Community Development Seminar.( poto : infosumbar.net )

Padang, seriusnews.id – Universitas Andalas melalui Fakultas Teknik menggelar International Community Development Seminar dan program pengabdian masyarakat dalam kerangka EQUITY Project 2026.

Melalui pendekatan bioteknologi dan smart agriculture, program ini mendorong penguatan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesiapan sektor pertanian menghadapi perubahan iklim di Sumatera Barat.

Kegiatan berlangsung pada 8–9 Juni 2026. Micko Tomas memimpin pelaksanaan program bersama akademisi nasional dan internasional, pemerintah, penyuluh pertanian, organisasi masyarakat, serta kelompok tani.

Program ini menjawab sejumlah tantangan di sektor pertanian. Petani menghadapi perubahan iklim, risiko gagal panen yang meningkat, serta kebutuhan untuk mempercepat pemanfaatan teknologi modern.

Seminar Internasional Bahas Ketahanan Tanaman

Rangkaian kegiatan dimulai melalui seminar internasional di Ruang Seminar Gedung I Fakultas Teknik Universitas Andalas pada 8 Juni 2026.

Seminar menghadirkan Khurram Bashir dari Lahore University of Management Sciences sebagai pembicara utama.

Dalam kuliah umum bertema Plant Biotechnology and Climate Resilience, Khurram menjelaskan perkembangan terbaru di bidang bioteknologi tanaman. Ia membahas strategi peningkatan ketahanan tanaman, pengembangan varietas unggul, biofortifikasi, serta penggunaan teknologi molekuler untuk mendukung ketahanan pangan.

Selain itu, peserta juga mempelajari hubungan antara inovasi tanaman dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan.

Setelah seminar, kegiatan berlanjut ke sesi workshop.

Baca Juga :  JPPI Desak Kemendikdasmen Evaluasi Pelaporan Dana BOS Usai Temuan BPK di Sulsel

Pada sesi ini, Zulkarnaini menjelaskan konsep integrasi bioteknologi tanaman dengan pertanian presisi atau precision agriculture.

Konsep tersebut memanfaatkan sensor, Internet of Things (IoT), dan sistem pemantauan berbasis data secara real-time. Karena itu, peserta memperoleh gambaran mengenai cara kerja pertanian modern yang lebih efisien.

Dosen, mahasiswa, peneliti, dan praktisi mengikuti diskusi secara aktif. Selanjutnya, mereka membahas peluang penerapan teknologi digital di sektor pertanian.

Penyuluhan Dorong Transfer Teknologi kepada Petani

Pada 9 Juni 2026, tim melanjutkan program melalui kegiatan pengabdian masyarakat.

Yayasan Aksi Sigap Peduli mendukung pelaksanaan kegiatan sekaligus menghubungkan perguruan tinggi dengan kelompok tani binaannya.

Dalam sesi penyuluhan, Khurram Bashir bersama Micko Tomas menjelaskan pemanfaatan bioteknologi tanaman untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Selain itu, keduanya memperkenalkan strategi adaptasi terhadap perubahan iklim. Mereka juga menjelaskan pengembangan varietas tahan cekaman dan efisiensi penggunaan sumber daya pertanian.

Kemudian, Lailatun Najmi memberikan materi tentang identifikasi hama dan penyakit tanaman padi.

Ia juga memaparkan teknik pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan agar petani dapat menerapkannya secara langsung.

Smart Agriculture Jadi Fokus Pengembangan

Program ini menempatkan smart agriculture sebagai salah satu fokus utama.

Konsep tersebut menggabungkan sensor lingkungan, sistem monitoring berbasis IoT, pengumpulan data real-time, dan teknologi digital untuk mendukung pengambilan keputusan.

Baca Juga :  Zulhas: Pemerintah Siap Penuhi Kebutuhan Ketahanan Pangan Aceh

Dengan pendekatan ini, petani dapat memantau kondisi lahan secara lebih akurat. Selain itu, petani dapat mengoptimalkan penggunaan air dan pupuk.

Fakultas Teknik Universitas Andalas juga menyiapkan roadmap pengembangan berikutnya. Tim menargetkan penerapan sistem monitoring berbasis sensor pada lahan percontohan.

Sistem itu akan memantau kelembapan tanah, suhu lingkungan, kondisi air, dan faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Dengan demikian, kelompok tani lain dapat mereplikasi model tersebut.

Program ini menghasilkan beberapa capaian penting. Peserta meningkatkan pemahaman mengenai integrasi bioteknologi tanaman dan pertanian cerdas.

Di sisi lain, Kelompok Tani Minang Saiyo meningkatkan kapasitas dalam mengadopsi teknologi pertanian modern.

Program ini juga memperkuat kolaborasi internasional Universitas Andalas. Selain itu, kegiatan membuka peluang riset bersama, publikasi ilmiah internasional, dan pengembangan pengabdian masyarakat berbasis teknologi.

Program memperoleh dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia melalui Program EQUITY berdasarkan Kontrak Nomor 4304/B3/DT.03.08/2025.

Ke depan, Universitas Andalas bersama Yayasan Aksi Sigap Peduli dan Kelompok Tani Minang Saiyo akan melanjutkan pendampingan. Mereka juga akan memperluas implementasi teknologi pertanian cerdas untuk memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.(ar)

Berita Terkait

Jadwal Seleksi Beasiswa Pemuda Berprestasi Padang Pariaman 2026 Diubah, Ini Rinciannya
Pemko Padang Lepas Fathir Verianico Menuju Seleksi Paskibraka Nasional 2026
Pemko Padang dan UIN-IB Lepas 2.530 Mahasiswa KKN 2026, Fokus Perkuat Pemberdayaan Masyarakat
JPPI Desak Kemendikdasmen Evaluasi Pelaporan Dana BOS Usai Temuan BPK di Sulsel
Kemkomdigi Latih Siswa SMK Jadi Talenta Digital Lokal untuk Perkuat Jaringan Fiber Optik
Dudung Tinjau Program Sekolah Rakyat di Malang untuk Anak Kurang Mampu
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 05:08 WIB

Jadwal Seleksi Beasiswa Pemuda Berprestasi Padang Pariaman 2026 Diubah, Ini Rinciannya

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:00 WIB

Pemko Padang Lepas Fathir Verianico Menuju Seleksi Paskibraka Nasional 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:00 WIB

Pemko Padang dan UIN-IB Lepas 2.530 Mahasiswa KKN 2026, Fokus Perkuat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:00 WIB

Fakultas Teknik Universitas Andalas Perkuat Ketahanan Pangan lewat Bioteknologi dan Smart Agriculture

Senin, 15 Juni 2026 - 17:00 WIB

JPPI Desak Kemendikdasmen Evaluasi Pelaporan Dana BOS Usai Temuan BPK di Sulsel

Berita Terbaru