Sumatera Barat, seriusnews.id – Nayla Irza Ramadhani lulusan SMA Semen Padang membuktikan bahwa kedisiplinan dan perjuangan keras mampu melintasi batas negara. Remaja kelahiran Padang ini konsisten membagi waktunya untuk mendalami materi matematika, kimia, dan fisika di tempat bimbingan belajar yang berbeda setiap hari.
Ia mengorbankan waktu santainya demi menguasai sains dan membina karakter pantang menyerah. Kebiasaan belajar yang konsisten tersebut membentuk daya juang tinggi hingga berhasil mengantarkannya ke gerbang perguruan tinggi impian.
“Saya memang tidak bisa bermalas-malasan dan rasanya tidak nyaman kalau tidak ada kegiatan. Karena itu saya selalu mencari aktivitas di luar rumah, salah satunya mengikuti les dari Senin sampai Sabtu,” kata Nayla.
Perjuangan panjang anak sulung dari pasangan Irwan Kartadi Putra dan Roza Wilda ini memanen hasil memuaskan. Ia tidak hanya diterima di dalam negeri, tetapi juga meloloskan namanya di panggung akademik internasional.
Perjuangan Nayla Irza Ramadhani Meraih Beasiswa Perguruan Tinggi
Pada kancah nasional, Nayla sukses menembus Program Studi Farmasi Universitas Andalas dan Universitas Padjadjaran. Tawaran Beasiswa penuh juga datang dari President University untuk menempuh pendidikan pada Program Studi Kedokteran.
Prestasi bergengsi ini berlanjut saat ia berhasil melewati rangkaian seleksi ketat di Monash University Australia. Pihak The University of Hong Kong juga memasukkan namanya ke dalam daftar tunggu program biomedis.
“Untuk melanjutkan pendidikan di Monash University, saya masih menantikan hasil seleksi Program Beasiswa Garuda yang dijadwalkan diumumkan pada Agustus 2026,” ujar Nayla penuh optimisme.
Ia juga terus mengupayakan Beasiswa Garuda untuk memastikan kepastian kuliah di The University of Hong Kong. Dukungan finansial penuh menjadi faktor penentu utama baginya sebelum melangkah hidup mandiri di luar negeri.
Strategi Nayla Menghadapi Seleksi Kampus Ternama Luar Negeri
Nayla menunjukkan kedewasaan berpikir dengan tidak terburu-buru mengambil keputusan terkait masa depan akademiknya. Ia memilih mendaftar ulang di Universitas Andalas sebagai langkah mitigasi agar tidak membebani ekonomi keluarga.
Pertimbangan finansial dan kesiapan mental menjadi alasan utama dalam menentukan kampus tujuan tempat ia menimba ilmu. Lokasi geografis Australia yang relatif dekat dengan Indonesia membuat Monash University menjadi pilihan favoritnya.
“Saya memilih Monash University karena merupakan universitas yang bagus di Australia dan lokasinya dekat dengan Indonesia. Jadi saya tidak terlalu takut pergi sendiri dibandingkan harus kuliah ke Eropa atau Amerika,” tuturnya.
Keberhasilannya melintasi berbagai seleksi ketat ini lahir dari dukungan penuh kedua orang tuanya. Ayah dan ibunya proaktif mencari informasi kampus, mendaftarkan akun, serta menyiapkan penterjemahan berkas penting.
Peran Keluarga Dan Sekolah Dalam Mewujudkan Perjalanan Akademik
Sadar nilai rata-rata rapor 94 belum cukup, Nayla terus memperkaya keterampilannya dengan menguasai bahasa Inggris dan Mandarin. Siswi yang langganan masuk peringkat lima besar ini mengimbau para pelajar agar tidak takut bermimpi besar.
Pencapaian luar biasa ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala SMA Semen Padang, Moethia Varina Oemar. Pihak sekolah menilai keberhasilan ini lahir dari sinergi apik antara murid, orang tua, dan pendidik.
“Prestasi Nayla merupakan kebanggaan bagi keluarga besar SMA Semen Padang. Keberhasilannya menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan disiplin, siswa mampu bersaing di perguruan tinggi unggulan,” puji Moethia.
Rasa haru dan bangga juga menyelimuti sang ayah, Irwan Kartadi Putra, yang melihat kedewasaan putri pertamanya. Kini Nayla siap melangkah percaya diri menatap masa depan demi mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.(ar)









