Relokasi Pedagang Pujasera GOR Haji Agus Salim Dimulai, Lapak Dipindah Selama Proyek Rekonstruksi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 48 pedagang memulai relokasi pedagang pujasera GOR Haji Agus Salim Padang pada Rabu (17/6/2026).( poto : langgam.id )

Sebanyak 48 pedagang memulai relokasi pedagang pujasera GOR Haji Agus Salim Padang pada Rabu (17/6/2026).( poto : langgam.id )

Kota Padang, seriusnews.id – Sebanyak 48 pedagang memulai relokasi pedagang pujasera GOR Haji Agus Salim Padang pada Rabu (17/6/2026).

Para pedagang memindahkan lapak secara mandiri ke kawasan lapangan panjat tebing dan area depan Kolam Renang Teratai untuk menyesuaikan dengan dimulainya rekonstruksi kawasan olahraga tersebut.

Pemerintah menutup kawasan GOR Haji Agus Salim selama proyek berlangsung. Karena itu, para pedagang menghentikan aktivitas jual beli di lokasi lama dan mulai menata tempat usaha di area relokasi.

Pantauan di lapangan sekitar pukul 10.15 WIB menunjukkan aktivitas perpindahan berjalan sejak pagi. Para pedagang membongkar meja, kursi, payung, dan perlengkapan usaha lain untuk dibawa ke lokasi baru.

Pedagang Pindah Sambil Menunggu Kepastian Biaya

Salah seorang pedagang, Marlinda, mengatakan para pelaku usaha sudah menerima informasi mengenai lokasi relokasi. Mereka akan menempati lapak berukuran sekitar 3×6 meter di kawasan Lapangan Panjat Tebing.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Lepas Kafilah MTQ KORPRI Sumbar Ke Makassar

Meski proses perpindahan berjalan, sebagian pedagang masih menunggu penjelasan rinci mengenai aturan penggunaan tempat dan besaran biaya yang akan berlaku.

Marlinda menjelaskan selama berjualan di kawasan GOR, pedagang membayar sewa sekitar Rp150 ribu per bulan. Mereka juga menanggung biaya kebersihan dan air sebesar Rp15 ribu serta biaya keamanan Rp10 ribu setiap hari.

Namun hingga saat ini, para pedagang belum mengetahui rincian biaya di lokasi relokasi.

“Yang jelas kami pindah dulu ke sana,” katanya.

Pedagang Perkirakan Menempati Lokasi Baru Selama Satu Tahun

Menurut Marlinda, pihak dinas menyampaikan bahwa pedagang kemungkinan menggunakan lokasi sementara selama kurang lebih satu tahun. Rentang waktu itu menyesuaikan proses pembangunan kawasan GOR Haji Agus Salim.

Ia juga menyebut pemerintah berencana menyiapkan area pujasera baru setelah pembangunan selesai.

Relokasi ini menjadi perubahan besar bagi sejumlah pedagang yang telah lama menggantungkan penghasilan di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Sumbar Tetapkan Luasan Lahan Pertanian Abadi 166 Ribu Hektare Demi Swasembada Nasional

Marlinda mengaku sudah menjalankan usaha di kawasan GOR Haji Agus Salim selama 21 tahun. Dalam sehari, ia memperoleh pendapatan sekitar Rp200 ribu hingga Rp500 ribu, bergantung pada jumlah pengunjung.

Pedagang lain, Nurlina, menyambut positif rencana renovasi kawasan GOR Haji Agus Salim. Ia menilai penataan ulang kawasan akan memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus membuka peluang usaha yang lebih baik.

Nurlina juga mengapresiasi keputusan pemerintah yang tetap menyediakan lokasi sementara. Menurutnya, langkah tersebut membantu pedagang tetap menjalankan usaha selama pembangunan berlangsung.

Untuk menyesuaikan dengan lokasi baru, Nurlina mulai menyiapkan seluruh kebutuhan relokasi.

Ia memperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp5 juta untuk membangun lapak semi permanen agar kegiatan usaha tetap berjalan.

Relokasi pedagang ini menandai dimulainya fase penataan kawasan GOR Haji Agus Salim sekaligus menjaga aktivitas ekonomi tetap bergerak selama proyek rekonstruksi berlangsung.(ar)

Berita Terkait

Dana Rantau Rp20 T Siap Dongkrak Ekonomi Sumbar Targetkan 8 Persen
BRI Bukittinggi Pacu UMKM Sumbar Tembus Pasar Digital
Harga CPO dan Kakao Turun pada Periode November 2026
5 Cara Tanam Padi Modern yang Bikin Panen Berlipat
Panduan Sukses Budidaya Padi Sawah Agar Panen Melimpah
Lowongan Kerja PT PAMA 2026 Diperpanjang, Simak Syarat S1
KNMP Batang Arau Siap Pacu Ekonomi Nelayan Padang
Kelompok Tani Wanita Solok Ubah Kelor Jadi Cuan Bernilai Tinggi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 13:59 WIB

Dana Rantau Rp20 T Siap Dongkrak Ekonomi Sumbar Targetkan 8 Persen

Selasa, 3 November 2026 - 13:48 WIB

BRI Bukittinggi Pacu UMKM Sumbar Tembus Pasar Digital

Minggu, 1 November 2026 - 13:30 WIB

Harga CPO dan Kakao Turun pada Periode November 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:09 WIB

5 Cara Tanam Padi Modern yang Bikin Panen Berlipat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Panduan Sukses Budidaya Padi Sawah Agar Panen Melimpah

Berita Terbaru

Helikopter militer hijau melakukan water bombing mengambil air di sungai dengan latar hutan terbakar dan asap tebal.(ilustrasi poto: AI).

Regional

Helikopter TNI AD Jatuh Saat Pemadaman Karhutla Kalteng

Rabu, 4 Nov 2026 - 16:03 WIB