Kredit BPR Sumbar Capai Rp2,26 Triliun, Hampir 71 Persen Disalurkan untuk UMKM

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kredit BPR Sumbar UMKM terus menguat dan ikut mendorong aktivitas ekonomi daerah. ( ilustrasi poto : merdeka.com )

Kredit BPR Sumbar UMKM terus menguat dan ikut mendorong aktivitas ekonomi daerah. ( ilustrasi poto : merdeka.com )

Sumatera Barat, seriusnews.id – Kredit BPR UMKM terus menguat dan ikut mendorong aktivitas ekonomi daerah. Hingga Maret 2026, Bank Perekonomian Rakyat (BPR) konvensional dan syariah di Sumatera Barat menyalurkan kredit dan pembiayaan senilai Rp2,26 triliun.

Sebagian besar dana tersebut mengalir ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sektor ini masih menjadi penopang utama ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sumatera Barat, Roni Nazra, mengatakan pelaku UMKM menerima 70,99 persen dari total pembiayaan BPR.

Menurutnya, angka itu memperlihatkan peran penting BPR dalam memperluas akses modal dan menjaga pertumbuhan usaha produktif.

“Dari total kredit dan pembiayaan yang disalurkan BPR, sebanyak 70,99 persen diberikan kepada pelaku UMKM. Ini menunjukkan peran strategis BPR dalam memperkuat ekonomi masyarakat dan mendukung pertumbuhan usaha produktif di daerah,” kata Roni pada Rabu (17/6/2026).

OJK Sumbar mencatat pertumbuhan penyaluran kredit sepanjang triwulan pertama 2026. Hingga Maret 2026, total kredit dan pembiayaan naik 1,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga :  SPMI LKP di Padang Diperkuat untuk Cetak Lulusan Siap Kerja

Pertumbuhan ini menunjukkan kebutuhan pembiayaan usaha masih bergerak positif. BPR juga terus menjalankan fungsi intermediasi antara penghimpunan dana dan penyaluran modal.

Pergerakan tersebut memperkuat posisi BPR sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan pelaku usaha kecil.

Aset dan Penghimpunan Dana Naik

Selain mencatat kenaikan kredit, BPR juga membukukan pertumbuhan aset. Hingga Maret 2026, total aset BPR di Sumatera Barat mencapai Rp2,93 triliun.

Nilai tersebut tumbuh 7,17 persen secara tahunan. Pertumbuhan itu memperlihatkan kapasitas BPR yang terus berkembang.

Di sisi lain, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat. BPR berhasil menghimpun dana masyarakat sebesar Rp2,11 triliun atau tumbuh 7,20 persen dibandingkan Maret 2025.

Roni menilai pencapaian tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap BPR masih kuat.

Ia juga menyebut kemampuan menghimpun dana dan menyalurkan pembiayaan menjadi indikator penting bagi kesehatan industri BPR.

Baca Juga :  Pertamina Pastikan Stok Pertalite Aman Meski Harga Pertamax Naik, Masyarakat Diminta Tak Panik

Roni mengatakan BPR memiliki keunggulan karena dekat dengan masyarakat dan pelaku usaha kecil. Kondisi itu membuat akses pembiayaan menjadi lebih mudah dan cepat.

BPR juga membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan bisnis.

“Peran BPR dalam mendukung UMKM sangat signifikan. Ke depan, kami berharap kapasitas dan daya saing BPR terus meningkat sehingga dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha di berbagai daerah,” ujarnya.

Secara umum, sektor jasa keuangan di Sumatera Barat masih mencatat kinerja positif hingga kuartal I 2026. Kondisi itu ikut menopang pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 5,02 persen secara tahunan.

OJK Sumbar menyatakan akan terus memperkuat industri jasa keuangan, termasuk BPR. Langkah tersebut di harapkan memperluas akses pembiayaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.(ar)

Berita Terkait

Harga Pertamax Tembus Rp17.000 di Sumbar, Ini Penjelasan ESDM dan Pertamina
SPMI LKP di Padang Diperkuat untuk Cetak Lulusan Siap Kerja
Pemko Padang Perkuat Keamanan Pangan untuk Kejar Predikat Kota Pangan Aman 2026
Pemberdayaan Agen BRILink Perempuan, BRI Region 3 Padang Perkuat Inklusi Keuangan Digital
Relokasi Pedagang Pujasera GOR Haji Agus Salim Dimulai, Lapak Dipindah Selama Proyek Rekonstruksi
Rekonstruksi GOR Haji Agus Salim Padang Dimulai, Pedagang Mulai Direlokasi
Pertamina Kaji Penambahan Kuota Pertalite di Sumbar Usai Harga Pertamax Naik
Revitalisasi Pasar Raya Padang Diharapkan Jadi Magnet Wisata Belanja dan Kuliner
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:00 WIB

Harga Pertamax Tembus Rp17.000 di Sumbar, Ini Penjelasan ESDM dan Pertamina

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:00 WIB

SPMI LKP di Padang Diperkuat untuk Cetak Lulusan Siap Kerja

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:00 WIB

Pemko Padang Perkuat Keamanan Pangan untuk Kejar Predikat Kota Pangan Aman 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:00 WIB

Pemberdayaan Agen BRILink Perempuan, BRI Region 3 Padang Perkuat Inklusi Keuangan Digital

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:00 WIB

Kredit BPR Sumbar Capai Rp2,26 Triliun, Hampir 71 Persen Disalurkan untuk UMKM

Berita Terbaru