Sumatera Barat, seriusnews.id – Kredit BPR UMKM terus menguat dan ikut mendorong aktivitas ekonomi daerah. Hingga Maret 2026, Bank Perekonomian Rakyat (BPR) konvensional dan syariah di Sumatera Barat menyalurkan kredit dan pembiayaan senilai Rp2,26 triliun.
Sebagian besar dana tersebut mengalir ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sektor ini masih menjadi penopang utama ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sumatera Barat, Roni Nazra, mengatakan pelaku UMKM menerima 70,99 persen dari total pembiayaan BPR.
Menurutnya, angka itu memperlihatkan peran penting BPR dalam memperluas akses modal dan menjaga pertumbuhan usaha produktif.
“Dari total kredit dan pembiayaan yang disalurkan BPR, sebanyak 70,99 persen diberikan kepada pelaku UMKM. Ini menunjukkan peran strategis BPR dalam memperkuat ekonomi masyarakat dan mendukung pertumbuhan usaha produktif di daerah,” kata Roni pada Rabu (17/6/2026).
OJK Sumbar mencatat pertumbuhan penyaluran kredit sepanjang triwulan pertama 2026. Hingga Maret 2026, total kredit dan pembiayaan naik 1,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menunjukkan kebutuhan pembiayaan usaha masih bergerak positif. BPR juga terus menjalankan fungsi intermediasi antara penghimpunan dana dan penyaluran modal.
Pergerakan tersebut memperkuat posisi BPR sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan pelaku usaha kecil.
Aset dan Penghimpunan Dana Naik
Selain mencatat kenaikan kredit, BPR juga membukukan pertumbuhan aset. Hingga Maret 2026, total aset BPR di Sumatera Barat mencapai Rp2,93 triliun.
Nilai tersebut tumbuh 7,17 persen secara tahunan. Pertumbuhan itu memperlihatkan kapasitas BPR yang terus berkembang.
Di sisi lain, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat. BPR berhasil menghimpun dana masyarakat sebesar Rp2,11 triliun atau tumbuh 7,20 persen dibandingkan Maret 2025.
Roni menilai pencapaian tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap BPR masih kuat.
Ia juga menyebut kemampuan menghimpun dana dan menyalurkan pembiayaan menjadi indikator penting bagi kesehatan industri BPR.
Roni mengatakan BPR memiliki keunggulan karena dekat dengan masyarakat dan pelaku usaha kecil. Kondisi itu membuat akses pembiayaan menjadi lebih mudah dan cepat.
BPR juga membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan bisnis.
“Peran BPR dalam mendukung UMKM sangat signifikan. Ke depan, kami berharap kapasitas dan daya saing BPR terus meningkat sehingga dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha di berbagai daerah,” ujarnya.
Secara umum, sektor jasa keuangan di Sumatera Barat masih mencatat kinerja positif hingga kuartal I 2026. Kondisi itu ikut menopang pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 5,02 persen secara tahunan.
OJK Sumbar menyatakan akan terus memperkuat industri jasa keuangan, termasuk BPR. Langkah tersebut di harapkan memperluas akses pembiayaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.(ar)









