Rekonstruksi GOR Haji Agus Salim Padang Dimulai, Pedagang Mulai Direlokasi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 05:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah menutup akses kawasan sejak Rabu (17/6) untuk mendukung proses pembangunan.( poto : infosumbar.net

Pemerintah menutup akses kawasan sejak Rabu (17/6) untuk mendukung proses pembangunan.( poto : infosumbar.net

Kota Padang, seriusnews.id – Relokasi pedagang GOR Haji Agus Salim berlangsung seiring dimulainya rekonstruksi kawasan GOR Haji Agus Salim di Padang. Pemerintah menutup akses kawasan sejak Rabu (17/6) untuk mendukung proses pembangunan.

Pekerja proyek mulai masuk kawasan dan memulai penataan ulang fasilitas olahraga tersebut. Aktivitas umum di area GOR berhenti sementara selama masa pekerjaan berlangsung.

Sejumlah pedagang langsung membongkar lapak dan memindahkan perlengkapan dagang mereka. Namun, sebagian pedagang masih menunggu kejelasan lokasi relokasi sebelum benar-benar meninggalkan area.

Sosialisasi Relokasi dan Respons Pedagang

Anto, pedagang mie ayam di area parkir depan stadion, menyampaikan bahwa pemerintah sudah melakukan sosialisasi sebelumnya. Ia menilai informasi mengenai relokasi baru diterima sebagian pedagang menjelang penutupan kawasan.

Banyak pedagang menunda pembongkaran lapak karena menunggu kepastian lokasi baru. Kondisi itu membuat proses relokasi berjalan lebih lambat pada hari pertama pengosongan.

Pemerintah menyiapkan beberapa titik relokasi sementara untuk pedagang terdampak. Sebagian pedagang diarahkan ke area sekitar Lapangan Panjat Tebing dan depan Kolam Renang Teratai.

Baca Juga :  Promo Budiman Swalayan Padang Tawarkan Diskon Serba Angka 357

Meski begitu, sejumlah pedagang belum menerima informasi lengkap terkait penempatan baru. Mereka masih menunggu arahan lanjutan dari pihak terkait.

Kondisi Lapak dan Ketidakpastian Biaya

Linda, pedagang yang sudah berjualan lebih dari 20 tahun di kawasan tersebut, mulai membongkar lapaknya. Ia memindahkan peralatan dagang setelah menerima informasi awal mengenai relokasi.

Pemerintah menyediakan area sementara berukuran sekitar tiga kali enam meter untuk pedagang terdampak. Namun, Linda belum mendapatkan kepastian terkait biaya operasional di lokasi baru.

Informasi awal hanya menyebut kemungkinan adanya biaya kebersihan, air, dan keamanan. Pedagang meminta pemerintah menjelaskan seluruh mekanisme biaya secara rinci agar mereka bisa menyesuaikan usaha.

Para pedagang berharap pemerintah segera memberikan kepastian relokasi. Mereka menilai kejelasan sangat penting agar aktivitas usaha tetap berjalan selama masa pembangunan.

Baca Juga :  Relokasi Pedagang Pujasera GOR Haji Agus Salim Dimulai, Lapak Dipindah Selama Proyek Rekonstruksi

Para pedagang mengkhawatirkan penurunan pendapatan akibat perpindahan lokasi usaha. Selama berjualan di kawasan GOR, sebagian pedagang mencatat omzet harian antara Rp200 ribu hingga Rp500 ribu.

Ijas, pedagang kuliner lainnya, menilai lokasi relokasi harus memiliki fasilitas yang layak. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur olahraga memang penting untuk jangka panjang.

Namun, ia juga meminta pemerintah memperhatikan keberlangsungan usaha kecil di sekitar kawasan. Ia menilai tanpa lokasi yang strategis, banyak pedagang bisa kehilangan penghasilan utama.

Meski menghadapi ketidakpastian, sebagian pedagang tetap mendukung proyek renovasi kawasan GOR Haji Agus Salim. Mereka berharap hasil pembangunan membuat kawasan lebih tertata dan menarik lebih banyak pengunjung.

Pemerintah merencanakan relokasi sementara bagi puluhan pedagang pujasera selama proyek berlangsung sekitar satu tahun. Para pedagang kini menunggu kepastian skema relokasi agar usaha tetap berjalan tanpa gangguan besar.(ar)

Berita Terkait

PT Semen Padang Gelar Distributor Summit AP 1 di Medan Perkuat Fundamental Bisnis
Promo Budiman Swalayan Padang Tawarkan Diskon Serba Angka 357
Revitalisasi Pasar Raya Padang: Pemko Fokus Pembenahan Basement Blok III
Program Nagari Creative Hub Pangian Dorong Ekonomi UMKM dan Budaya Lokal
Pemko Pariaman Rebuilt Kios Sala Pantai Gandoriah
Semarak HJK ke-357, Suzuya Stasiun Padang Diskon Produk hingga 40 Persen
Semarak Hari Jadi Kota Padang Ke-357, Layanan Trans Padang Terapkan Tarif Spesial Rp1
PT Semen Padang Latih Petani Kopi Bantjah Ciptakan Produk Olahan Nilai Tambah
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:00 WIB

PT Semen Padang Gelar Distributor Summit AP 1 di Medan Perkuat Fundamental Bisnis

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:28 WIB

Promo Budiman Swalayan Padang Tawarkan Diskon Serba Angka 357

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:00 WIB

Revitalisasi Pasar Raya Padang: Pemko Fokus Pembenahan Basement Blok III

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:00 WIB

Program Nagari Creative Hub Pangian Dorong Ekonomi UMKM dan Budaya Lokal

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:00 WIB

Pemko Pariaman Rebuilt Kios Sala Pantai Gandoriah

Berita Terbaru

Melalui Tim Reaksi Cepat Bank Nagari Tanggap Bencana (TRC BNTB), Bank Nagari bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana banjir di Kota Padang.(poto: padangkita.com).

Regional

Bank Nagari Salurkan Bantuan Banjir untuk Korban di Padang

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:59 WIB

Wali Kota Pariaman Yota Balad menyerahkan rancangan KUA PPAS 2027 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pariaman.(poto: padangkita.com).

Pemerintahan

Pemko Pariaman Sampaikan Rancangan KUA PPAS 2027 Ke DPRD

Rabu, 5 Agu 2026 - 21:00 WIB