Sumatera Barat, seriusnews.id – PT Pertamina Patra Niaga mulai mengkaji penambahan kuota pertalite di Sumatra Barat setelah Pemerintah Provinsi Sumbar mengajukan usulan menyusul kenaikan harga Pertamax.
Kajian tersebut menjadi bagian dari langkah untuk memastikan kebutuhan bahan bakar masyarakat tetap terpenuhi di tengah perubahan pola konsumsi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan Pertamina akan menjalankan kebijakan pemerintah terkait penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Menurut Fahrougi, Pertamina Patra Niaga terus menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah, BPH Migas, dan para pemangku kepentingan untuk memantau perkembangan konsumsi BBM subsidi di daerah.
Ia menjelaskan setiap usulan penyesuaian kuota tidak di putuskan secara langsung. Pertamina terlebih dahulu melakukan kajian dengan mempertimbangkan realisasi penyaluran, tren konsumsi masyarakat, serta aturan yang berlaku.
“Pertamina pada prinsipnya siap menjalankan kebijakan pemerintah terkait penugasan penyaluran BBM subsidi guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” kata Fahrougi, Selasa (16/6/2026).
Konsumsi Pertalite Dipantau Setelah Harga Pertamax Naik
Selain menanggapi usulan tambahan kuota, Pertamina juga menyoroti kecenderungan meningkatnya jumlah konsumen yang mulai beralih menggunakan Pertalite dari BBM nonsubsidi seperti Pertamax.
Perubahan pola konsumsi itu menjadi salah satu aspek yang dipantau perusahaan. Pertamina menilai dinamika kebutuhan energi masyarakat perlu diikuti dengan pengawasan distribusi agar pasokan tetap tersedia.
Fahrougi menegaskan Pertamina menghormati keputusan konsumen dalam memilih jenis bahan bakar sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Ia memastikan seluruh produk BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, tetap tersedia di jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap konsumsi Pertalite, Pertamina menyatakan telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi antrean di SPBU.
Perusahaan juga terus menjaga distribusi agar layanan kepada masyarakat berjalan normal. Selain itu, Pertamina melakukan edukasi kepada konsumen mengenai spesifikasi dan kualitas setiap produk BBM.
“Kami terus memastikan ketersediaan seluruh produk BBM di SPBU. Kami juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai spesifikasi dan kualitas masing-masing produk agar konsumen dapat memilih bahan bakar yang paling sesuai dengan kendaraan mereka,” ujar Fahrougi.
Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kelancaran distribusi BBM di lapangan.
Kajian terhadap usulan penambahan kuota pertalite di Sumbar kini masih berlangsung. Hasil evaluasi nantinya akan mempertimbangkan kondisi konsumsi aktual serta kebijakan yang berlaku dalam penyaluran BBM subsidi.(ar)









