Jakarta, seriusnews.id – Laba bersih Hutama Karya tumbuh 11,6 persen sepanjang 2025 dan menjadi salah satu capaian utama yang mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. PT Hutama Karya (Persero) menggelar rapat tersebut di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Rapat dihadiri jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Hutama Karya, perwakilan Kementerian BUMN, serta perwakilan Danantara Indonesia yang menjadi bagian dari ekosistem pemegang saham.
Hadir pula EVP Kantor Pusat dan Divisi Operasi, Direktur Utama anak perusahaan, Komite Audit, Komite Manajemen Risiko dan GCG, serta Sekretaris Dewan Komisaris.
Dalam agenda rapat, Direksi dan Dewan Komisaris menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengelolaan perusahaan selama tahun buku 2025.
Pemegang saham kemudian memberikan persetujuan terhadap laporan Direksi dan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris atas kinerja perseroan sepanjang tahun lalu.
Efisiensi Dorong Pertumbuhan Profitabilitas
Hutama Karya mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 11,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan membukukan hasil tersebut di tengah perubahan komposisi pendapatan akibat pergeseran sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dari fase konstruksi menuju fase operasi.
Fokus perusahaan pada efisiensi operasional turut memperkuat kinerja keuangan. Strategi tersebut menghasilkan pertumbuhan laba usaha sebesar 10,2 persen dan peningkatan laba sebelum pajak sebesar 13,1 persen.
Kinerja profitabilitas juga terlihat dari peningkatan marjin laba bersih. Angka tersebut naik menjadi 12,3 persen dari 9,1 persen pada tahun sebelumnya.
Selain itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh lebih tinggi, yakni mencapai 20,5 persen. Capaian ini menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga kualitas pertumbuhan di tengah perubahan fase bisnis sejumlah ruas tol.
Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, mengatakan tahun 2025 menjadi periode transisi penting bagi sebagian ruas JTTS yang mulai memasuki tahap operasi.
“Tahun 2025 menjadi fase transisi bagi sebagian ruas JTTS dari konstruksi ke operasi. Pada fase ini kami memprioritaskan efisiensi dan kualitas laba, sehingga laba bersih tetap tumbuh dan struktur permodalan kami semakin sehat. Inilah yang kami maksud dengan pertumbuhan yang berkualitas,” kata Koentjoro.
Selain membukukan pertumbuhan laba, Hutama Karya juga memperkuat kondisi keuangannya. Perseroan berhasil menurunkan total liabilitas sebesar 17,4 persen sepanjang 2025.
Beban keuangan juga turun 24,5 persen dibandingkan periode sebelumnya. Pada saat yang sama, ekuitas perusahaan terus meningkat sehingga memperkuat struktur permodalan.
Penguatan neraca tersebut memberikan ruang yang lebih besar bagi Hutama Karya untuk mendukung pembiayaan proyek strategis jangka panjang. Kondisi itu juga menunjukkan peningkatan kesehatan keuangan perusahaan secara keseluruhan.
JTTS Perkuat Konektivitas dan Perekonomian
Sebagai BUMN yang menerima penugasan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, Hutama Karya terus melanjutkan pembangunan infrastruktur strategis nasional. Penyelesaian ruas-ruas JTTS menjadi salah satu kontribusi utama perusahaan kepada negara.
Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang 1.235 kilometer. Perseroan juga mengelola 14 ruas tol strategis yang menghubungkan berbagai pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera dan Jawa.
Keberadaan JTTS memberikan dampak terhadap efisiensi biaya dan waktu logistik. Jalan tol tersebut juga membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah melalui prioritas tenant di rest area.
Selain mendukung aktivitas ekonomi, JTTS ikut mendorong perkembangan sektor pariwisata daerah. Upaya tersebut sejalan dengan semangat konektivitas yang diusung melalui kampanye “Sumatra Sudah Dekat”.
Melalui RUPST Tahun Buku 2025, Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan penugasan JTTS. Perseroan juga akan terus memperkuat efisiensi operasional dan menjaga disiplin keuangan.
Menurut Koentjoro, setiap perbaikan fundamental keuangan harus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi negara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelesaian infrastruktur strategis, kontribusi perpajakan, serta pengelolaan aset yang semakin produktif.
“Setiap perbaikan fundamental keuangan kami terjemahkan menjadi nilai berkelanjutan bagi negara melalui penyelesaian infrastruktur strategis, kontribusi perpajakan, dan pengelolaan aset yang semakin produktif,” ujar Koentjoro.(ar)









