JAKARTA, seriusnews.id – Gejolak pasar keuangan sepanjang 2026 membuat banyak investor bereaksi emosional. Sebagian investor panik saat pasar turun, sementara lainnya terlalu percaya diri ketika tren naik.
Head of Wealth Management Maybank Indonesia, Aliang Sumitro, menilai kondisi ini bisa mengganggu target keuangan jangka panjang jika investor mengambil keputusan secara impulsif.
Ia menegaskan investor perlu menjaga disiplin dan ketenangan dalam mengelola keuangan, bukan hanya fokus pada kebutuhan harian dan dana darurat.
“Investasi yang sehat membutuhkan ketenangan, disiplin, dan konsistensi,” ujar Aliang, Minggu (24/5/2026).
Ia menyebut strategi quiet investing sebagai pendekatan yang relevan di tengah pasar yang sulit diprediksi. Strategi ini menekankan investasi yang tenang, terukur, dan berorientasi jangka panjang, bukan mengikuti tren atau euforia pasar.
Aliang menjelaskan investor perlu menetapkan tujuan finansial sejak awal, seperti pendidikan anak, pembelian rumah, atau persiapan pensiun. Dengan tujuan yang jelas, investor bisa memilih instrumen yang sesuai.
Ia juga mendorong investasi rutin melalui regular investment. Investor cukup memulai dari nominal kecil lalu berinvestasi secara konsisten setiap bulan.
Selain itu, ia menyarankan penerapan rupiah cost averaging untuk menjaga disiplin investasi dan mengurangi risiko salah waktu masuk pasar.
Investor juga perlu melakukan diversifikasi portofolio, mulai dari produk, aset, negara, hingga mata uang untuk menekan risiko.
Maybank Indonesia menyediakan layanan investasi digital seperti emas, reksa dana, dan obligasi melalui platform wealth management. Layanan ini memungkinkan nasabah memantau portofolio secara real-time dan mengambil keputusan secara lebih terukur.
Aliang menegaskan, kekuatan investasi tidak hanya bergantung pada momentum pasar, tetapi juga pada konsistensi dan disiplin jangka panjang. (nr*)









