Gubernur Mahyeldi Resmikan HF Radar BMKG di Pariaman untuk Perkuat Mitigasi Bencana

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meresmikan operasional High Frequency (HF) Radar Array Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Pantai Taman Anas Malik.( poto: padangkita.com )

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meresmikan operasional High Frequency (HF) Radar Array Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Pantai Taman Anas Malik.( poto: padangkita.com )

Sumatera Barat, seriusnews.id – HF Radar BMKG Pariaman resmi beroperasi setelah Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meresmikannya di Pantai Taman Anas Malik, Kelurahan Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Jumat (3/7/2026). Kehadiran teknologi milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) itu bertujuan memperkuat mitigasi bencana sekaligus meningkatkan perlindungan bagi masyarakat di kawasan pesisir.

Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada BMKG yang terus memperkuat sistem observasi kelautan nasional melalui pemasangan HF Radar di Sumatera Barat. Menurutnya, perangkat tersebut menjadi pelengkap penting dalam membangun sistem peringatan dini yang semakin andal di wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi.

Ia mengatakan masyarakat Minangkabau sejak dahulu mengenal falsafah Alam Takambang Jadi Guru yang mengajarkan pentingnya memahami tanda-tanda alam. Kini, perkembangan teknologi membantu memperkuat nilai tersebut melalui pemantauan kondisi laut secara real time.

Mahyeldi menjelaskan HF Radar berfungsi layaknya mata yang mengawasi kondisi laut dari daratan. Perangkat itu mampu memberikan informasi mengenai arah arus laut, tinggi gelombang, hingga perubahan kondisi laut yang berpotensi menjadi indikator awal terjadinya bencana.

Menurutnya, informasi tersebut sangat penting untuk meningkatkan keselamatan nelayan, pelaku transportasi laut, serta masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir. Dengan dukungan data yang lebih akurat, pemerintah juga dapat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.

HF Radar Perkuat Sistem Mitigasi Bencana Nasional

Mahyeldi menegaskan keberadaan HF Radar menjadi instrumen penting dalam memperkuat mitigasi terhadap ancaman gempa bumi, tsunami, termasuk potensi megathrust di pesisir barat Sumatera. Sistem pemantauan yang semakin baik diharapkan mampu menekan risiko serta mengurangi dampak bencana bagi masyarakat.

Baca Juga :  Pemprov Sumbar Menang Gugatan di PTUN, Penertiban Bangunan HSH di Lembah Anai Tunggu Tahap Lanjutan

Selain berfungsi sebagai pendukung mitigasi, data yang dihasilkan HF Radar juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keselamatan pelayaran. Informasi tersebut membantu berbagai aktivitas kelautan karena mampu memantau dinamika laut secara berkelanjutan.

Mahyeldi juga menilai teknologi tersebut berpotensi meningkatkan produktivitas sektor perikanan. HF Radar di ketahui dapat membantu memantau keberadaan ikan sehingga memudahkan nelayan menentukan lokasi penangkapan.

Ia menambahkan Sumatera Barat ingin berperan lebih besar dalam memperkuat ketahanan nasional, mulai dari aspek keamanan, pangan, energi hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana. Menurutnya, HF Radar menjadi salah satu perangkat strategis yang mendukung tujuan tersebut.

Teknologi Radar Bantu Nelayan dan Keselamatan Laut

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga terus memperkuat sistem peringatan dini. Mahyeldi mengungkapkan pemerintah provinsi telah mengadakan empat unit Early Warning System (EWS) tsunami sepanjang 2026.

Ia berharap seluruh perangkat tersebut dapat terintegrasi dengan sistem BMKG sehingga perlindungan terhadap masyarakat pesisir menjadi semakin optimal. Kolaborasi antara pemerintah daerah, BMKG, serta berbagai mitra, termasuk kerja sama internasional dalam pengembangan sensor EWS, di nilai perlu terus di perkuat.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan pemasangan HF Radar merupakan bagian dari proyek Marine Meteorological System (MMS) 2. Program tersebut bertujuan memperkuat sistem observasi meteorologi maritim nasional.

Menurutnya, Sumatera Barat di pilih karena memiliki posisi strategis dengan aktivitas pelayaran dan perikanan yang tinggi. Wilayah itu juga berada di kawasan yang rawan gempa bumi dan tsunami sehingga membutuhkan sistem pemantauan yang lebih lengkap.

Baca Juga :  Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy Mulai Bertugas, Disambut Welcome Parade di Hari Pertama

BMKG Perluas Edukasi dan Peringatan Dini

Teuku Faisal mengatakan HF Radar mampu memantau arus permukaan laut, karakteristik gelombang, serta berbagai parameter oseanografi secara berkelanjutan. Data tersebut mendukung keselamatan pelayaran, aktivitas nelayan, sekaligus memperkuat sistem pendukung peringatan dini tsunami.

Selain memperkuat teknologi, BMKG juga terus meningkatkan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Program itu meliputi Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Sekolah Lapang Iklim bagi petani, dan Sekolah Lapang Gempa serta Tsunami yang telah berlangsung di berbagai daerah di Sumatera Barat.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad menyambut baik operasional HF Radar di wilayahnya. Ia menilai fasilitas tersebut akan memberikan manfaat besar bagi keselamatan masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku transportasi laut.

Yota berharap dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan BMKG terus berlanjut, termasuk dalam pembangunan shelter evakuasi tsunami di Kota Pariaman yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Pemerintah Kota Pariaman juga akan mengintegrasikan informasi BMKG ke dalam sistem informasi publik daerah agar masyarakat dapat memanfaatkan data kondisi laut secara lebih luas.

Peresmian HF Radar BMKG di Pantai Taman Anas Malik turut di hadiri Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Direktur Meteorologi Maritim, Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu, Kepala Balai Besar MKG Wilayah I Medan, Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, unsur Forkopimda, sejumlah kepala OPD, serta para pemangku kepentingan lainnya.(ar)

Berita Terkait

Pemprov Sumbar Kebut Pemulihan Pascabencana dengan Tambahan Dana TKD Rp2,71 Triliun
Perumda Air Minum Kota Padang Perbaiki IPA Gunung Pangilun
Sidak SPBU Polda Sumbar Ungkap Penyimpangan Solar Subsidi
Pemko Pariaman Tambah Armada Sampah Listrik Tingkatkan Pelayanan Kebersihan Kota
Langkah Strategis Pemko Padang Gaet IFC Wujudkan Kota Gastronomi UNESCO
Tol Sicincin-Bukittinggi Diprotes Warga, Ratusan Rumah Gadang Terancam Penggusuran
Pemko Padang Raih Apresiasi Satgas Pusat Usai Percepat Pemulihan Bencana
Polda Sumbar Siap Pecat Anggota Terlibat Narkoba
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:00 WIB

Pemprov Sumbar Kebut Pemulihan Pascabencana dengan Tambahan Dana TKD Rp2,71 Triliun

Rabu, 22 Juli 2026 - 05:52 WIB

Sidak SPBU Polda Sumbar Ungkap Penyimpangan Solar Subsidi

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:00 WIB

Pemko Pariaman Tambah Armada Sampah Listrik Tingkatkan Pelayanan Kebersihan Kota

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:00 WIB

Langkah Strategis Pemko Padang Gaet IFC Wujudkan Kota Gastronomi UNESCO

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:21 WIB

Tol Sicincin-Bukittinggi Diprotes Warga, Ratusan Rumah Gadang Terancam Penggusuran

Berita Terbaru

Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang tahun 2026.(poto: padangkita.com).

Pemerintahan

Pemko Padang Matangkan Persiapan Hari Jadi Kota 2026

Rabu, 22 Jul 2026 - 10:00 WIB