Padang, seriusnews.id – Pemerintah Kota Padang terus mematangkan persiapan penilaian kebersihan wilayah melalui pelaksanaan ajang Padang Rancak Award 2026. Pemerintah daerah setempat menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Eka Sakti dalam pembekalan tim verifikasi lapangan.
Kegiatan kolaborasi ini resmi bergulir di Ruang Sidang Rektorat Lantai I Universitas Eka Sakti pada Sabtu (5/9/2026). Langkah ini menjadi bagian penting dalam menyelaraskan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pemukiman yang bersih dan sehat.
Durasi Pelaksanaan Padang Rancak Award Diperpanjang Pemerintah Kota Padang
Pemerintah daerah menetapkan jadwal pelaksanaan kompetisi kebersihan ini dengan durasi yang jauh lebih panjang dari tahun sebelumnya. Program lingkungan ini berlangsung selama kurun waktu pertengahan Juli hingga awal Oktober 2026.
Penyesuaian agenda ini bertepatan langsung dengan momentum Peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357. Selain itu, perpanjangan waktu ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam menyambut penilaian Adipura.
Kepala Bidang Program Pengembangan Komunikasi dan Kemitraan Lingkungan DLH Kota Padang, Fuad Syukri, membeberkan alasan di balik kebijakan tersebut. Pihaknya sengaja memberikan waktu tambahan agar pengurus rukun tetangga dan pengelola bank sampah bisa bekerja maksimal.
Fokus utama kegiatan ini menyasar pemilahan sampah sisa makanan atau sampah organik langsung dari rumah tangga. Langkah tersebut sangat krusial untuk menekan emisi gas metan yang merusak lapisan ozon dan memicu perubahan iklim.
Edukasi pemilahan sampah sejak dari sumbernya menjadi kunci utama untuk menjaga keseimbangan ekosistem alam. Kesadaran warga dalam memilah sampah diharapkan terus bertahan menjadi budaya sehari-hari, bukan hanya saat perlombaan.
Ratusan Mahasiswa Diterjunkan Langsung Melakukan Verifikasi Kebersihan Lingkungan
Guna menjangkau 3.456 rukun tetangga di seluruh Kota Padang, sebanyak 312 mahasiswa Universitas Eka Sakti turun langsung ke pemukiman warga. Para penilai muda ini mendapatkan pesan khusus agar selalu menjaga integritas, etika, dan kesantunan saat bertugas.
Dukungan penuh terhadap ajang ini juga mengalir dari Ketua Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Padang, Prof. Andi Suryaman Mustari Pide. Pihaknya menggarisbawahi pentingnya pembentukan karakter masyarakat dalam merawat kebersihan lingkungan secara konsisten.
Rektor Universitas Eka Sakti, Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd., mengapresiasi kepercayaan yang di berikan oleh Pemerintah Kota Padang. Pihaknya meminta seluruh mahasiswa melaporkan hasil verifikasi lapangan secara objektif dan jujur kepada tim juri.
Peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah secara mandiri di yakini mampu menekan beban anggaran daerah. Efisiensi biaya pengelolaan sampah pada APBD menjadi target jangka panjang dari program ini.
Sementara itu, Ketua LPPM Unes, Prof. Ketut Budaraga, merinci bahwa ratusan mahasiswa tersebut berasal dari delapan fakultas berbeda. Seluruh peserta mendapatkan pembekalan materi secara intensif selama dua hari dari tim teknis dan juri sebelum turun ke lapangan.(ar)









