Gubernur Al Haris Terima Gelar Adat Kehormatan Enam Luhah Sungai Penuh

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Al Haris Dianugerahi Gelar Adat Kehormatan Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh. ( poto : istimewa)

Gubernur Al Haris Dianugerahi Gelar Adat Kehormatan Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh. ( poto : istimewa)

Sungai Penuh, seriusnews.id – Gubernur Al Haris kembali menjadi perhatian dalam pelaksanaan Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh 2026. Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh menganugerahkan gelar kehormatan Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh kepada Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., yang juga bergelar Datuk Mangkubumi Setio Alam.

Prosesi penganugerahan berlangsung di Tanah Mendapo, Kota Sungai Penuh, Sabtu (4/7/2026). Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian Kaluhoi Clak, Kaluhoi Piagaeng, Kaluhoi Adeak, dan Kaluhoi Sko Enam Luhah Sungai Penuh dengan mengusung tema “Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab.”

Selain kepada Al Haris, lembaga adat juga menganugerahkan gelar kehormatan kepada sejumlah pejabat daerah. Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H. menerima gelar Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh, Bupati Kerinci Monadi menerima gelar Depati Sinar Bumi Sakti, sedangkan Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian menerima gelar Depati Setiawan Negroi Sungai Pnoh.

Al Haris Tegaskan Adat Tetap Jadi Landasan Pembangunan Daerah

Mengawali sambutannya, Al Haris mengucapkan syukur atas terselenggaranya Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh. Selanjutnya, ia menegaskan pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian adat yang menjadi jati diri masyarakat.

Menurut Al Haris, kemajuan dan modernisasi tidak boleh mengikis nilai budaya yang diwariskan para leluhur. Karena itu, masyarakat perlu menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Di sisi lain, Gubernur Jambi tersebut mengapresiasi komitmen masyarakat Enam Luhah Sungai Penuh yang terus melestarikan budaya melalui Kenduri Sko. Tradisi tersebut, katanya, menjadi ruang penting untuk memperkenalkan adat kepada generasi muda.

“Adat bagi masyarakat Kota Sungai Penuh dan Provinsi Jambi bukan sekadar tradisi. Adat adalah cara kita memahami hidup, menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah menunjukkan adat dan agama saling menguatkan,” ujar Al Haris.

Kenduri Sko Bangkitkan Semangat Persatuan Masyarakat Kerinci

Al Haris menilai Kenduri Sko tahun ini memiliki makna bersejarah. Tradisi tersebut kembali hadir setelah Sungai Penuh berstatus sebagai kota, sedangkan pelaksanaan sebelumnya berlangsung sekitar 18 hingga 19 tahun lalu ketika daerah itu masih menjadi bagian Kabupaten Kerinci.

Baca Juga :  Debarkasi Padang Rampungkan Pemulangan Haji 2026, 5.357 Jemaah Kembali ke Tanah Air

Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat pelestarian adat. Pada saat yang sama, generasi muda juga perlu mengambil peran agar budaya daerah tetap lestari.

Apresiasi turut ia sampaikan kepada para tokoh adat, sesepuh, dan kaum ibu yang terus menjaga keberlangsungan tradisi. Mereka berhasil menghidupkan kembali budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kerinci.

Di hadapan masyarakat, Al Haris mengajak seluruh elemen memperkuat persatuan. Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak terpecah oleh dinamika politik maupun pelaksanaan pilkada.

“Kita ini satu, kita satu Sakti Alam Kerinci,” tegasnya.

Sementara itu, hubungan harmonis antara Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Pemerintah Kabupaten Kerinci juga mendapat apresiasi. Menurutnya, kekompakan antardaerah mampu mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Penutupan Sementara Jembatan Kerinduan, Arus Lalu Lintas di Alihkan

Pemkot Perkuat Dukungan Pengembangan Budaya dan Pariwisata

Menjelang akhir sambutannya, Al Haris mengajak generasi muda semakin bangga terhadap budaya lokal melalui Kenduri Sko. Dengan demikian, nilai-nilai adat dapat menjadi penyaring pengaruh negatif globalisasi, digitalisasi, dan perkembangan teknologi informasi.

Selanjutnya, ia meminta Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci mengelola rumah adat beserta empat simbol adat. Langkah tersebut akan menjaga kesinambungan tradisi sekaligus memperkuat peran budaya dalam pembangunan daerah.

Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kota Sungai Penuh terhadap Kenduri Sko 2026. Sinergi pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat diyakini mampu menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda budaya unggulan sekaligus mendorong pariwisata.

Menurut Alfin, Kenduri Sko tidak hanya menjaga identitas budaya warisan leluhur. Namun, tradisi itu juga memperkuat nilai gotong royong, musyawarah, penghormatan kepada leluhur, serta falsafah adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah sebagai pedoman hidup masyarakat Kerinci.

Terakhir, Alfin berharap Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh 2026 berlangsung sukses, khidmat, serta mampu memperkuat eksistensi budaya daerah di tingkat nasional.

Sebagai penutup, panitia menampilkan beragam kesenian tradisional. Pertunjukan pencak silat membuka acara, kemudian Tari Iyo-Iyo, Tari Rangguk, Tari Sekapur Sirih, dan Tari Asoak memperlihatkan kekayaan budaya masyarakat Sungai Penuh.(ar)

Berita Terkait

Pemkot Sungai Penuh Percepat Tata Batas Kawasan Hutan Demi Kepastian Hukum dan Investasi
Yayasan Abulyatama Indonesia Gelar Program Warung Berkah GJB di Sungai Penuh
Seleksi Wali Kota Cilik Padang Masuki Tahap Kedua, 32 Anak Bersaing Ketat
Bantu Remaja Penderita Tumor Tulang, Karang Taruna Muara Semerah Galang Donasi Kemanusiaan
Bundo Kanduang Jadi Pilar Utama Kota Gastronomi UNESCO
Wali Kota Sungai Penuh Terima Gelar Adat Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh
PT Kerinci Merangin Hidro Gelar Sunatan Massal Gratis untuk 50 Anak
Mutasi Polda Sumbar 2026, Irwasda dan Delapan Kapolres Resmi Berganti
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Pemkot Sungai Penuh Percepat Tata Batas Kawasan Hutan Demi Kepastian Hukum dan Investasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:49 WIB

Yayasan Abulyatama Indonesia Gelar Program Warung Berkah GJB di Sungai Penuh

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:00 WIB

Seleksi Wali Kota Cilik Padang Masuki Tahap Kedua, 32 Anak Bersaing Ketat

Selasa, 14 Juli 2026 - 06:48 WIB

Bantu Remaja Penderita Tumor Tulang, Karang Taruna Muara Semerah Galang Donasi Kemanusiaan

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:09 WIB

Bundo Kanduang Jadi Pilar Utama Kota Gastronomi UNESCO

Berita Terbaru

Tim Ditreskrimsus Polda Sumbar mengamankan truk yang diduga melakukan penyimpangan BBM bersubsidi Bio Solar, saat dilakukan sidak di sejumlah SPBU di Padang dan Padang Pariaman.(poto: padangkita.com).

Regional

Sidak SPBU Polda Sumbar Ungkap Penyimpangan Solar Subsidi

Rabu, 22 Jul 2026 - 05:52 WIB

Wali Kota Pariaman Yota Balad meninjau progres rehab sekolah melalui program bantuan dari Kemendikdasmen. (poto: padangkita.com)

Pendidikan

Pemko Pariaman Pacu Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2026

Selasa, 21 Jul 2026 - 17:00 WIB