Banjir Sungai Batang Agam Rendam Empat Rumah, 80 Warga Mengungsi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua jorong di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, dilanda banjir pada Senin malam (6/7/2026).( poto : infosumbar.net )

Dua jorong di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, dilanda banjir pada Senin malam (6/7/2026).( poto : infosumbar.net )

Kabupaten Agam, seriusnews.id – Dua jorong di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, dilanda banjir pada Senin malam (6/7/2026). Banjir Sungai Batang Agam terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan sungai yang mengalami pendangkalan. Akibatnya, empat rumah terendam dan puluhan warga terpaksa mengungsi demi keselamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam langsung berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari untuk mendata dampak banjir. Selain itu, BPBD juga menjalin komunikasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) V guna menangani pendangkalan sungai yang diduga memperparah luapan air.

Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Sungai Rendam Permukiman Warga

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghofur, mengatakan curah hujan yang tinggi menjadi pemicu utama banjir. Kondisi aliran sungai yang mengalami pendangkalan membuat debit air tidak mampu tertampung sehingga meluap ke kawasan permukiman.

“Curah hujan tinggi dan pendangkalan aliran sungai. Banjir merendam sejumlah rumah warga,” kata Abdul Ghofur pada Selasa (7/7/2026).

Baca Juga :  Sambut HJK ke-357, Pemko Padang Kejar Penataan Kawasan Batang Arau

Banjir pertama kali berdampak di Jorong Labuah. Air setinggi sekitar 50 sentimeter menggenangi dua rumah warga dan memaksa masyarakat meninggalkan tempat tinggal mereka untuk sementara waktu.

Sebanyak 50 warga memilih mengungsi ke rumah kerabat maupun warga lain yang berada di lokasi lebih aman. Langkah itu dilakukan untuk menghindari risiko apabila debit air kembali meningkat.

Empat Rumah Terendam Delapan Puluh Warga Terpaksa Mengungsi Sementara

Selain Jorong Labuah, banjir juga melanda Jorong Kubu. Di kawasan tersebut, air setinggi sekitar 50 sentimeter kembali merendam dua rumah warga.

Sebanyak 30 jiwa mengungsi ke rumah keluarga dan kerabat terdekat hingga kondisi memungkinkan untuk kembali ke rumah masing-masing.

Dengan demikian, total empat rumah terdampak banjir di dua jorong tersebut. Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi mencapai 80 jiwa.

Genangan air tidak hanya memasuki permukiman. Banjir juga menggenangi jalan sepanjang sekitar delapan meter dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter.

Kondisi tersebut membuat kendaraan kesulitan melintas. Arus lalu lintas di lokasi pun terganggu selama genangan masih menutupi badan jalan.

Baca Juga :  Payakumbuh Salurkan Rp1 Miliar ke Agam untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana

BPBD Agam Koordinasikan Pendataan Serta Penanganan Pendangkalan Sungai Bersama

BPBD Agam bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian. Petugas segera berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah nagari untuk melakukan pendataan terhadap rumah maupun warga yang terdampak.

Pendataan menjadi langkah awal sebelum pemerintah menentukan kebutuhan penanganan lanjutan. Proses tersebut juga bertujuan memastikan seluruh warga terdampak memperoleh perhatian sesuai kondisi di lapangan.

Di sisi lain, BPBD Agam juga berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) V terkait pendangkalan aliran sungai. Pendangkalan di nilai menjadi salah satu faktor yang memperbesar potensi luapan air ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Pemerintah berharap koordinasi itu dapat mempercepat penanganan terhadap kondisi sungai sehingga risiko banjir serupa dapat di minimalkan. Hingga Selasa pagi, pendataan masih terus berlangsung, sementara warga terdampak tetap mengungsi di rumah kerabat sambil menunggu situasi kembali aman.(ar)

Berita Terkait

Perumda Air Minum Padang Perbaiki IPA Gunung Pangilun, Ini Wilayah Terdampak Pasokan Air
Sambut HJK ke-357, Pemko Padang Kejar Penataan Kawasan Batang Arau
Persiapan Pilwana 2026 Pesisir Selatan: Opsi E-Voting dan Tantangan Netralitas
Pemprov Sumbar Kebut Pemulihan Pascabencana dengan Tambahan Dana TKD Rp2,71 Triliun
Perumda Air Minum Kota Padang Perbaiki IPA Gunung Pangilun
Sidak SPBU Polda Sumbar Ungkap Penyimpangan Solar Subsidi
Pemko Pariaman Tambah Armada Sampah Listrik Tingkatkan Pelayanan Kebersihan Kota
Langkah Strategis Pemko Padang Gaet IFC Wujudkan Kota Gastronomi UNESCO
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:00 WIB

Perumda Air Minum Padang Perbaiki IPA Gunung Pangilun, Ini Wilayah Terdampak Pasokan Air

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:00 WIB

Sambut HJK ke-357, Pemko Padang Kejar Penataan Kawasan Batang Arau

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:00 WIB

Persiapan Pilwana 2026 Pesisir Selatan: Opsi E-Voting dan Tantangan Netralitas

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:00 WIB

Pemprov Sumbar Kebut Pemulihan Pascabencana dengan Tambahan Dana TKD Rp2,71 Triliun

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:00 WIB

Perumda Air Minum Kota Padang Perbaiki IPA Gunung Pangilun

Berita Terbaru

Manager PLN ULP Lubuk Sikaping, Irwan Ardianto, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman, Yudesri, menggelar diskusi resmi di Kantor Bupati Pasaman pada Rabu (15/7) lalu.(poto: radarsumbar.com)

Uncategorized

PLN dan Pemkab Pasaman Perkuat Sinergi Infrastruktur Kelistrikan

Rabu, 22 Jul 2026 - 17:00 WIB