Kota Padang, seriusnews.id – Pemerintah Kota Padang memperkuat berbagai program penyerapan tenaga kerja secara masif demi menekan angka pengangguran Kota Padang. Berdasarkan data terbaru, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah ini masih menyentuh 9,70 persen atau setara 47.789 orang. Langkah strategis ini menyasar percepatan serapan kerja di berbagai sektor produktif.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang, Ferry Erviyan Rinaldy, membeberkan pemicu utama fenomena ini. Menurutnya, ketidakseimbangan antara jumlah lulusan institusi pendidikan dan ketersediaan lapangan kerja menjadi tantangan terbesar daerah saat ini. Pemerintah daerah bergerak cepat menyusun formula agar pencari kerja lokal dapat segera terserap pasar.
Pemerintah Jalankan Tiga Langkah Strategis Penyerapan Kerja
Pihak dinas mengeksekusi tiga program unggulan secara simultan untuk mengurai sumbatan di pasar tenaga kerja. Langkah pertama berupa penyelenggaraan bursa kerja (job fair) berkala yang mempertemukan langsung pencari kerja dan perusahaan. Skema ini memotong jalur birokrasi rekrutmen sehingga proses penempatan berjalan lebih efisien dan transparan.
Langkah berikutnya adalah memperluas program pemagangan terpadu pada sektor industri dan perhotelan di Sumatera Barat. Program pemagangan ini bertujuan memberikan pengalaman kerja nyata serta membentuk etos kerja profesional bagi peserta. Dengan pengalaman tersebut, para alumni magang memiliki kesiapan lebih tinggi saat memasuki dunia kerja sesungguhnya.
Selain itu, Pemko Padang juga menggalakkan program pembinaan wirausaha baru secara intensif bagi masyarakat. Langkah ketiga ini menyasar penguatan ekonomi kreatif agar warga tidak hanya bergantung pada lowongan kerja formal. Wirausahawan baru ini nantinya diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja tambahan bagi lingkungan sekitar mereka.
Pemko Padang Sediakan Pelatihan Vokasi Sertifikasi Gratis
Pemerintah kota juga mengalihkan fokus pada peningkatan kompetensi dan keahlian praktis para pencari kerja lokal. Dinas Tenaga Kerja menjalin kolaborasi erat dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas untuk membuka kelas pelatihan gratis. Kelas ini mencakup bidang populer seperti teknik perbengkelan, tata boga, hingga pendidikan satuan pengamanan.
Menariknya, seluruh peserta pelatihan akan mendapatkan fasilitas sertifikasi profesi resmi setelah menyelesaikan program tersebut. Langkah ini menjadi jawaban atas keluhan industri yang sering kesulitan menemukan tenaga kerja siap pakai. Sertifikat profesi ini sekaligus menaikkan nilai tawar para lulusan di mata para perekrut tenaga kerja.
Ferry menegaskan bahwa para pencari kerja harus aktif meningkatkan keterampilan sesuai dengan dinamika kebutuhan industri modern. Mengandalkan ijazah formal saja saat ini tidak lagi cukup tanpa adanya dukungan keahlian terapan yang spesifik. Keterampilan yang relevan menjadi kunci utama agar pelamar bisa memenangkan persaingan di dunia kerja.
Kerjasama Dunia Industri Percepat Solusi Atasi Pengangguran
Peluang kerja lain yang turut dibuka oleh pemerintah adalah akses penempatan pekerja migran ke luar negeri. Pemko Padang memfasilitasi jalur pemberangkatan resmi yang legal demi menjamin keselamatan dan hak-hak para pekerja. Ferry mengingatkan calon pekerja migran untuk memperkuat penguasaan bahasa asing agar mampu bersaing di negara tujuan.
Namun, Ferry mengingatkan bahwa agenda besar penurunan angka pengangguran ini membutuhkan kerja kolaboratif dari banyak pihak. Pemerintah daerah membutuhkan dukungan penuh dari dunia usaha, pelaku industri, serta masuknya arus investasi baru. Investasi baru menjadi stimulus paling ampuh yang dapat menciptakan lapangan kerja dalam skala besar.(ar)









