Menyicip Kelezatan Kue Mangkuak Sayak Padang yang Mulai Langka

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Usaha jajanan kuliner khas minang Kue Mangkuak Basayak.(poto: padangkita.com).

Usaha jajanan kuliner khas minang Kue Mangkuak Basayak.(poto: padangkita.com).

Padang, seriusnews.id – Pencinta kuliner Nusantara kerap memburu sajian khas Minangkabau seperti rendang, dendeng batokok, hingga soto padang saat berkunjung ke Sumatra Barat. Namun, keanekaragaman cita rasa kuliner suku Minang sejatinya menyimpan deretan jajanan tradisional pelengkap yang tak kalah menggugah selera, salah satunya kue mangkuak sayak padang.

Masyarakat lokal tradisinya menyantap penganan klasik ini pada pagi hari sebagai teman minum teh atau sarapan sebelum memulai aktivitas. Sayangnya, arus modernisasi yang pesat membuat jajanan warisan leluhur ini semakin langka dan kian sulit ditemukan di pasaran.

Pengusaha Muda Kota Padang Bangkitkan Kuliner Tradisional

Seorang lulusan S-1 asal Kota Padang bernama Silvia tergerak menyelamatkan penganan langka ini dari kepunahan sejak tahun 2022. Perempuan milenial kelahiran 1993 tersebut memberanikan diri merintis usaha kuliner berlabel Kue Mangkuak Basayak dengan modal awal satu juta rupiah.

Silvia sengaja mendirikan bisnis ini untuk melestarikan warisan leluhur agar generasi muda tetap bisa menikmati kelezatannya. Kini, dapur produksinya di Jalan Adinegoro Nomor 89, Kelurahan Lubuk Buaya, Kota Padang, mampu mencetak omzet harian mencapai Rp1,7 juta.

Silvia mengelola usaha rintisan ini bersama dua orang pekerja andal yang mengolah tepung beras pilihan menjadi sajian lezat. Ia juga memanfaatkan media sosial Instagram dan TikTok @kuemangkuakbasayak untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah.

Baca Juga :  Apindo Susun 12 Pedoman Mitigasi PHK, Dorong Pencegahan Pemutusan Kerja di Perusahaan

Cita Rasa Autentik Dalam Tempurung Kelapa Tua

Secara visual, kue unik ini sangat memikat karena bentuknya menyerupai telur mata sapi dengan perpaduan dua warna kontras. Kata mangkuak sendiri berarti mangkuk, sedangkan kata sayak merujuk pada cetakan tempurung kelapa tua yang dipakai saat mengukus.

Penggunaan wadah alami tersebut menyuntikkan aroma harum bakaran kayu yang sangat khas meresap langsung ke dalam pori-pori kue. Penikmat kuliner kerap menyantap kue ini langsung dari tempurung kelapa menggunakan sendok kecil untuk menikmati sensasi rasa yang autentik.

Kue tradisional ini terdiri dari dua lapisan utama dengan rasa manis dan gurih yang menyatu sempurna dalam setiap gigitan. Pembuat kue meracik lapisan tengah dari campuran tepung beras, tepung terigu, serta tapai singkong halus yang menghasilkan tekstur padat dan kenyal.

Pembuat kue mengukus adonan tengah ini selama 30 menit hingga mekar mengembang menyerupai puncak gunung di atas api stabil. Setelah itu, pembuat kue menyiramkan adonan lapisan luar yang terbuat dari campuran tepung beras dan santan kelapa pekat.

Adonan utuh tersebut kemudian menjalani proses pengukusan kembali selama 15 menit hingga matang sempurna dan siap disajikan. Lapisan pinggir ini menawarkan tekstur super lembut lumer di mulut yang sangat mirip dengan kelembutan bubur sumsum.

Baca Juga :  Hutama Karya Perkuat Kinerja Jalan Tol Trans Sumatera, Trafik dan Pendapatan Melonjak

Silvia menyajikan dua varian warna menarik untuk lapisan tengah, yaitu warna cokelat gula aren dan warna hijau ekstrak pandan. Perpaduan rasa manis alami serta gurihnya santan kental membuat pembeli sanggup menghabiskan tiga hingga enam porsi sekaligus.

Tips Khusus Membawa Oleh-Oleh Ke Luar Daerah

Tingginya minat pembeli kerap membuat stok kue di kedai Silvia ludes terjual dalam waktu yang sangat singkat. Oleh karena itu, para wisatawan sangat di sarankan memesan terlebih dahulu atau datang lebih awal ke lokasi produksi.

Kue tradisional tanpa bahan pengawet kimia ini memang hanya mampu bertahan selama 12 jam pada suhu ruang terbuka. Meski demikian, para pelancong tetap bisa membawa jajanan lezat ini sebagai buah tangan melalui sistem pesanan khusus.

Pembuat kue akan melepas kue dari cetakan tempurung kelapanya secara perlahan demi meminimalkan risiko basi selama perjalanan jauh. Pembeli wajib langsung menyimpan kue ke dalam lemari pendingin sesampainya di tempat tujuan agar kualitas dan teksturnya tetap terjaga.

Inisiatif pelaku usaha kreatif seperti Silvia berhasil menjaga napas eksistensi penganan klasik kebanggaan masyarakat Sumatra Barat ini. Dedikasi tersebut membuat kekayaan gastronomi Minangkabau kian di kenal luas oleh masyarakat di seluruh pelosok Nusantara.(ar)

Berita Terkait

Gubernur Sumbar Dorong Kolaborasi Riset Energi Terbarukan di Unand
Kerapatan Adat Puji Keberlanjutan Program BMN Semen Padang Rp20 Miliar
Atome Finance Bantu Pemulihan Ekonomi Masyarakat Terdampak Bencana di Agam
Kota Padang Raih Juara Anugerah Adinata Syariah Sumbar 2026
Strategi Perkembangan Industri Tercepat: Langkah Nyata Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Modern
Kota Tua Padang Simpan Potensi Besar Dorong Ekonomi
Wali Kota Pariaman Salurkan Bantuan Paket Usaha Batik dan Rajutan
Sumbar Siap Jadi Tuan Rumah Indian Ocean High-Level Forum 2027
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:11 WIB

Gubernur Sumbar Dorong Kolaborasi Riset Energi Terbarukan di Unand

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:47 WIB

Kerapatan Adat Puji Keberlanjutan Program BMN Semen Padang Rp20 Miliar

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Atome Finance Bantu Pemulihan Ekonomi Masyarakat Terdampak Bencana di Agam

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Kota Padang Raih Juara Anugerah Adinata Syariah Sumbar 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Strategi Perkembangan Industri Tercepat: Langkah Nyata Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Modern

Berita Terbaru

Semen Padang Hospital menggelar layanan konsultasi MCU DPRD Pesisir Selatan untuk menjaga kondisi fisik para wakil rakyat.(poto: padangkita.com).

Kesehatan

Semen Padang Hospital Gelar Konsultasi MCU DPRD Pesisir Selatan

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:55 WIB