Tanah Datar, seriusnews.id – Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, secara resmi membuka pameran foto Prahara Pulau Emas di Istano Basa Pagaruyung. Selain itu, agenda visual ini menampilkan rekaman peristiwa banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam Sumatra pada akhir tahun 2025 lalu.
Pewarta Foto Indonesia, Yayasan mataWaktu, PT PLN (Persero), dan Pemkab Tanah Datar menggelar acara bersejarah ini secara kolaboratif. Bahkan, sebanyak 38 jurnalis visual menyumbangkan 68 karya terbaik mereka untuk merawat ingatan kolektif publik.
Pameran Foto Prahara Pulau Emas Mampu Menggugah Empati
Usai mengelilingi galeri, Ahmad Fadly mengaku sangat tersentuh ketika menyaksikan deretan potret kelam akibat bencana hidrometeorologi tersebut. Selanjutnya, ia menegaskan bahwa sajian visual ini secara langsung mengajak pengunjung merasakan kepedihan para penyintas bencana.
Oleh karena itu, Fadly mengimbau seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk makin giat menjaga kelestarian alam lingkungan. Sebab, hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan sekitar selalu membutuhkan kepedulian bersama yang konsisten.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar Memberikan Apresiasi Sangat Tinggi
Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran PFI karena telah memilih Kabupaten Tanah Datar sebagai pusat kegiatan. Apalagi, Istano Basa Pagaruyung menjadi lokasi pertama di Sumatra Barat yang menggelar tur fotografi kemanusiaan ini.
Hasilnya, Fadly optimistis bahwa kegiatan budaya ini mampu membuka peluang kerja sama baru dalam mempromosikan pariwisata daerah. Di samping itu, sinergi bersama para pewarta foto siap mendorong potensi keindahan alam Ranah Minang ke tingkat nasional.
Pewarta Foto Indonesia Menampilkan Dokumentasi Visual Bencana Alam
Koordinator Wilayah PFI Region Sumatra, Hendra Syamhari, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari rangkaian pameran di tiga provinsi terdampak. Dengan demikian, pameran ini hadir sebagai sarana edukasi berharga agar generasi muda senantiasa siaga menjaga bumi.
Lebih lanjut, Hendra menyebut seluruh karya terpilih merupakan wujud dedikasi tinggi jurnalis yang bertugas di garis depan krisis. Akibatnya, rekam jejak fotografi ini menjadi bukti sejarah penting mengenai perjuangan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana.
Sementara itu, Ketua PFI Padang, Arif Pribadi, turut menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang membantu. Akhirnya, dukungan penuh dari Pemkab Tanah Datar berhasil membuat pameran visual ini berjalan sukses dan berkesan.(ar)









